This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 30 Desember 2025

PERCY JACKSON : THE LIGHTNING THIEF (2010)

 PERCY JACKSON : THE LIGHTNING THIEF (2010)

Makin banyak aja film yang diangkat dari novel laris. Mulai Harry Potter, Twilight, & Laskar Pelangi di Indonesia. Dan ini ada satu lagi nih film yang didasari novel. Cerita di novel & film ini didasari sama mitologi dewa2 Yunani. Tapi dirombak dengan sentuhan remaja, jadi film ini bakal jadi film yang ringan ditonton.

Ceritanya tentang sorang remaja bernama Percy Jackson yan awalnya cuma bocah biasa. Sampe suatu ahri dia tahu kalo ternyata ayahnya adalah Poseidon sang dewa lautan. Parahnya, dia memuat nyuri petir milik Zeus. Dan dia diancam kalo tuh petir gak balik sampe jangka waktu yang ada, Ibu si Percy bakalan dibunuh sama Hades si dewa neraka, & Dewa bakal ngadain perang ke manusia.

Percy terus masuk ke sebuah kamp yang berisi anak2 demigod alias anak hasil hubungan Dewa & manusia biasa. Dia pun mulai ngelakuin perjalanan nyari tuh petir & mbebasin ibunya dibantu sama Grover (setengah kambing) & Annabeth (putri Athena). Halangannya macem2, kayak medusa, minotaur & monster2 lain.

haha? KOk agak mirip Harpot??? 3 orang berkekuatan khusus, 1 perempuan 2 laki-laki, berasal dari sebuah sekolah khusus, berpetualang ngelawan makhluk aneh & penguasa kegelapan. Hmm..gak amsalah sebenernya, tapi sayang eksekusi di filmnya gak maksi. Terlalu kerasa ceritanya dipotong dari novelnya. Kependekan. Kekuatan para demigod juga gak terlalu dieksplor. Seakan-akan cuma Percy aja yang istimewa.


MY NAME IS KHAN (2010)

 MY NAME IS KHAN (2010)

Rizvan Khan adalah seorang muslim yang diajarkan oleh alm. ibunya kalo hanya ada 2 jenis manusia di dunia. Orang baik & orang jahat. Rizvan juga punya penyakit autis. Suatu hari setelah ibunya meninggal, dia ikut tinggal dengan adiknya yang sudah menikah & sukses di Amrik sono. Disana dia bertemu cewe yang bekerja di salon bernama Mandira. Tuh cewe janda beranak satu. Ngeliat kepolosan Rizvan, Mandira jadi kesengsem. Apalagi Rizvhan bisa mengambil hati anaknya. Akhirnya mereka nikah walopun beda agama (Madira Hindhu)

Mereka hidup bahagia hingga kejadian 11 September 2001 merusak hidupnya. Orang muslim jadi dipojokin. Oke, segini aja ringkasannya. Lebih baik nonton sendiri. Ini film bener2 luar biasa. Dulu aku udah antipati sama film India. Tapi sejak liat Slumdog Millionaire, semuanya berubah.

    
Kalo ada film India menarik apsti nyoba. Dan My Name Is Khan adalh film India terbaik yang pernah aku tonton (ngalahin slumdog & 3 Idiots) Ceritanya dalem. Bener2 memperlihatkan kalo sebenernya kita semua umat manusia itu harus saling menolong, menghargai tanpa mempdulika perbedaan ras, agama, & suku bangsa. Akting Shakhrukh Khan juga Pol!!! Jadngan salah, akting jadi orang autis itu susah. Dan Shkahrukh Khan Berhasil. Pokoknya tahun depan minimal dia harus dapet nominasi Oscar Best Actor!


SHUTTER ISLAND (2010)

 SHUTTER ISLAND (2010)

Nih film yang diadaptasi dari novel berjudul sama. Disini diceritain agen US Marshall Tedy & patnernya Chuck mendapat misi nemuin seorang hilang bernama Rachel Solando di sebua pulau bernama Shutter Island. Pulau ini isinya adalah para pelaku kejahatan tetapi memiliki gangguan mental. Kayak RSJ khusus penjahat lah. Tapi ternyata misinya tidak mencapai itu. Di pulau itu juga banyak misteri2 lainnya. Teddy juga mulai curiga kalo disini jadi tempat eksperimen terhadap otak manusia. Di pulau ini dia juga nyari seorang bernama Andrew Laddies yang menjadi pembunuh istrinya dulu. Kabarnya Andrew dikirim ke pulau ini. Mulailah penyelidikan. 

Jangan kira seorang Leonardo di Caprio cuma modal tampang & cuma bisa meranin peran melankolis kayak di film Titanic ato Romeo & Juliet. Di sini aktingnya manteb! Sebagai penyelidik dan pencari pembunuh istrinya, dia bener2 menjiwai lo. Dari segi cerita, ni film bener2 gak bisa ditebak alurnya. Jadi kita juga secara gak langsung diajak mikir apa yang terjadi di pulau ini. Film yang ringan, tapi agak berat juga. Overall film ini mungkin buat penonton yang cuma ingin dihibur dengan adegan2 kayak di film ringan macam tansformers bakal pusing & bosen lait film ini. Tapi kalo pngen lihat film berkualitas, tonton film ini.

UP IN THE AIR (2009)

 UP IN THE AIR (2009)

Film yang masuk meraih Oscar 2010 sebagai film terbaik. Ceritanya tentang sorang pria bernama Ryan Bingham. Kerjanya cuma keliling dunia naik pesawat. Dia bekerja di perusahaan penyedia jasa PEMECATAN. Jadi kalo ada sebuah perusahaan yang ingin mecat karyawan, tapi si bos gak tega mecat, Perusahaan Ryan yang turun tangan. Jadi selama setahun kehidupannya lebih banyak di pesawat. Makanya hubungan dia dengan keluarga jadi renggang. Dia gak punya teman juga. Tapi dia ngerasa enjoy sama keadaaannya. Bahkan dia sama sekali tidak ingin menjalin hubungan dengan orang lain.

Sampe suatu hari datang pegawai baru bernama Natalie yang nawarin metode pemecatan baru melalui video call. Jadi gak perlu keliling lagi. Ryan gak setuju. Dia pun marah & ngajak Natalie berkeliling selama setahun bersama ida membuat liat cara kerjanya.

Mereka mulai jatuh cinta. Nah, apa Ryan bakal mengubah pola pikirnya buat gak berhubungan dengan orang lain?

Ini film brilian! Menurut beberapa orang ni film ngebosenin. Gara2 cuma liat orang ngobrol, mecat, naik pesawat. Tapi menurutku dialog di film ini cerdas gila! Akting 3 pemeran utama juga sip (semuanya mendapat nominasi oscar). Alur ceritanya juga gak bisa ditebak

SPOILER: Twist di endingnya wuiiih..beneran mengejutkan


CRAZY HEART (2009)

 CRAZY HEART (2009)


Alesan utama aku nonton film ini jelas gara2 tahu sang aktor utama Jeff Bridges berhasil mendapatkan oscar sebagai aktor terbaik lewat film ini. Dan apakah itu memang pantas?

Film ini bercerita tentang seorang musisi country veteran bernama Bad Blake. Dia hidup di jalanan sambil tampil dari kafe ke kafe. Dia seorang pecandu alkohol. Kehidupan pribadinya berantakan, ditinggal istri & anaknya. Karirnya juga. Malahan, muridnya yang bernama Tommy sudah berhasil mencapai puncak performa ngalahin Blake.


Suatu hari pas ngadain show di pub Santa Fe dia ketemu wartawan bernama Jean yang ngeinterview Blake. Nah, mulai dari situ perjuangan si Blake buat ngerubah kehidupan & kehidupan yang berantakan dimulai.

Emang celana jeff Bridges dapat Oscar! Aktingnya keren! Gak bisa dituliskan kaya apa (lebay ni). Tapi dia sungguh mendalami sangat nyaman. Bikin film ini jadi menyentuh. Oya satu lagi dari film ini yang memenangkan Oscar. Yaitu Soundtrack asli terbaik. Lagu dari Ryan Bingham yang berjudul "The Weary Kind" berhasil menang. Sumpah, lagunya adem & liriknya menyentuh banget...

Dan ini bukan tempat bagi orang-orang yang lelah
Dan ini bukanlah tempat untuk kehilangan akal sehat
Dan ini bukanlah tempat untuk ketinggalan
Angkat hati gilamu dan cobalah sekali lagi



HOW TO TRAIN YOUR DRAGON (2010)

HOW TO TRAIN YOUR DRAGON (2010)

Sampe sebelum ini, film animasi terbaik menurutku adalah UP & Toys Story. Tapi setelah melihat film ini, semuanya berubah. Alkisah ada sebuah pulau yang didirikan suku viking. Tapi viking disana sering mendapat gangguan dari naga2 pembohong yang selalu nyerang desa & mencuri makanan2 mereka. Hal ini sudah terjadi turun temurun.

Kepala suku yang sekarang adalah orang yang baik dan perkasa. Dia udah banyak ngebunuh & nangkep naga. Dia penegen anaknya yang bernama Hiccup bisa melebihi dia. Tapi mau bagaimana lagi, si Hiccup gak lebih dari seorang pecundang. Badan cekingnya bikin tambah parah. Dia sama sekali tidak siap menelepon lawan naga. Apalagi diantara temen2nya dia yang paling lemah. Sampe suatu hari mengandalkan kejeniusannya dia berhasil njatuhin satu naga. Naga paling misterius yang belum pernah diketahui siapa pun. Dia pun mulai nyoba ngelatih naganya dengan caranya sendiri. Tuh naga dia kasih nama Toothless
Asli ni film animasi terbaik selama ini. Karena bisa dibawa ke Toy Story & Up. Ceritanya seru. Kelucuannya juga banyak. Yang paling keren adalah desain naga2nya. Variaif & eye catching banget..
Alur persahabatan Hiccup & Toothless juga bener2 detail & menarik. Gitu juga hubungan sama temen2nya dan cewek kuat yang awalnya menerendahkan Hiccup tapi akhirnya mulai tertarik ke Hiccup.
Kalau gak ada kejutan, film ini bakal jaminan menang Oscar 2011. kecuali kalo muncul film2 animasi keren lain (walopun susah untuk lebih keren dari ini) Mungkin Shrek 4, Toy Story 3, atau KungFu Panda 2 bisa jadi saingan.


ROBIN HOOD (2010)

 ROBIN HOOD (2010)


Begitu denger nama ROBIN HOOD, pasti keinget pencuri yang ngrampok buat orang miskin & pemanah nomer satu. Gitu pula pikiranku pas pertama mau nonton film ini. Film ini ceritanya berbeda dari film Robin Hood yang udah-udah. Juga beda dari legenda Robin yang ada dari dulu. Robin disini bukan keturunan bangsawan, tapi cuma pemanah biasa di medan perang.

Suatu hari saat perang, Raja Richard mati terbunuh. Pasukannya yang bertugas kembali ke Inggris buat ngembaliin mahkota raja diserang mussuh. Sampe ga sengaja, Robin yang lagi berusaha "ngabur" ke Inggris bersama teman2nya yang merupakan pemanah liat hal itu. Diapun nyerang para musuh. Diantara prajurit yang bernafas ada sir robert loxeley. Dia adalah sahabat raja. Dia ngasih perintah terakhirnya buat Robin suapay dia mbawa pulang tuh mahkota, sekaligus ngembaliin pedang si Loxeley ke ayahnya.
Dengan kematian Raja Richard, Raja baru ditunjuk. Dialah Raja John adik Richard. Tapi dia raja yang sewenang-wenang & agak bodoh. Sampe akhirnya terjadi pemberontakan di kerajaan gara2 raja kurang cakap memerintah. Inggris pun diinvasi kerajaan prancis. Nah, saatnya buat Robin nunjukkin perjuangannya.
Hmm..terus terang aku kecewa sama ni film. Kemampuan manah Robin hampir gak keliatan. Hampir sepanjang film dia bersenjatakan PEDANG??? Terus kebiasaan Robin ngerampok buat rakyat juga gak ada. Okelah ini emang menyakitkantain sejarah awal Robin. Tapi kesannya jadi hambar.

(500) DAYS OF SUMMER (2010)

 (500) DAYS OF SUMMER (2010)


Nama Marc Webb didunia musik emang udah tenar. Dia adalah orang yang ngebikin video klip band-band gede macam MCR, Green Day, Weezer dan masih banyak lagi. Dan semuanya selalu punya kualitas keren. Tapi bagaimana jadinya kalo dia menyutradarai film layar lebar? (500) Days of Summer adalah debutnya sebagai sutradara. Dan genre yang dipilih adalah komedi romantis. Genre yang misalnyanay adalah genre yang aman untuk mengeruk duit, tapi dari segi kualitas biasanya bobrok. Sedikit akhir-akhir ini ditemui film dengan genre kayak gini yang punya kualitas bagus. Di film perdananya, Marc Webb malah gak memakai nama yang udah tenar. Joseph Gordon-Levitt adalah aktor yang sebelum membintangi nih film paling namanya hanya dikenal lewat 10 Things I Hate About You. Zoey Deschanel menyanyikan lawan mainnya gak jauh beda. Namanya cukup kedengeran baru sekitar tahun 2008 setelah main di Yes Man. Budget yang dikucurkan nih film juga minim, cuma $7,500,000.
Tokoh film utama ini adalah Tom Hansen (Joseph Gordon-Levitt) adalah pria yang sangat percaya sama takdir dan cinta pada pandangan pertama. Makanya pas dia ketemu seorang pegawai baru di kantornya yang bernama Summer Finn (Zoey Deschanel) dia langsung jatuh hati dan yakin kalo tuh cewek adalah jodohnya. Summer sebenernya udah menyatakan kalo dia gak mau berpacaran dan ingin hidup sebagai wanita yang bebas. Tapi setelah beberapa kali kencan dan usaha keras Tom, Summer luluh juga. Mereka berpacaran. Tamat?

Weiits, tunggu. Itu adalah akhir komedi romantis yang biasa. Di film ini kita udah dimunculkan kalo Summer & Tom akhirnya putus. Bagaimana mereka bisa putus? Apakah akhirnya keduanya bisa bersatu kembali......dan bahagia selamanya???
Ternyata kualitas sebuah film memang gak bisa diukur dari bujet dan nama besar pemain dan sutradaranya. Sutradara Marc Webb sukses menghadirkan plot yang gak biasa. Plot yang maju mundur tetapi tidak membingungkan. Dibantu dengan kalender yang terus bergerak membuat film ini menarik disimak. Juga banyak banget scene yang berkesan seperti layar yang terpecah jadi kenyataan dan harapan Tom, adegan Tom nyanyi bareng, dan masih banyak lagi. Akting Joseph Gordon juga bagus. Sebagai cowok patah hati, tampang frustasinya bikin iba. Zoey Deschanel? Dilain waktu dia terlihat manis. Tapi ada saatnya dia terlihat bagai iblis berparas cantik. Permasalahan film ini juga menarik. Saya rasa hampir setiap orang pernah ngalami (termasuk saya). Kita benar-benar dibuat peduli terhadap nasib si Tom dan bakal ebrharap dia mendapat yang terbaik. Jarang banget sebuah film komedi romantis yang bisa menciptakan kedekatan antar tokoh dan penontonnya. Ending film ini juga sangat manis walopun gak begitu cocok disebut happy ending.


Minggu, 28 Desember 2025

CLASH OF THE TITANS (2010)

 CLASH OF THE TITANS (2010)


Setelah dikecewain sama Percy Jackson, akhirnya ada lagi film tentang mitologi Yunani. Kali ini dengan versi yang lebih serius. Ceritanya tentang Perseus, anak dari zeus yang diasuh oleh nelayan. Suatu hari keluarga mati gara2 terkena imbas perang Dewa vs Manusia. Perseus jadi benci sama dewa. Di kubu dewa, Zeus sebenernya menyayangi manusia ciptaannya, tapi pemberontakan mereka dianggap melampaui batas. Hades yang udah jahat, manfaatin momen ini. Dia minta
ijin Zeus untuk menyerang manusia. Dan dimulainya perang antar Manusia yang dipimpin Perseus dibantu pasukan kerajaan & seorang (?) jin melawan Pasukan Hades yang dibantu Medusa & monster raksasa Kraken.
Dari gembar gembor awal kirain ini bakal jadi film full action dengan efek luar biasa. Nyatanya? efeknya biasa aja, malah terkesan kurang. Emang efek buat monster kraken lumayan. Secara gede begitu, tapi keluarnya cuman bentar banget. Dan jalan cerita ketebak banget. Gak ada twist sedikitpun di alur atau endingnya.

IRON MAN 2 (2010)

 IRON MAN 2 (2010)

Ceritanya dimulai 6 bulan setelah di ending film pertama, si Tony Starks memproklamirkan diri sebagai Iron Man. Kali ini musuhnya ada 2. Satu adalah musuh dari Iron Man. Danb satunya musuh sebagai pesaing bisnis Tony Starks. Di film ini juga bakal muncul karakter War Machine yang bakal jadi side kick alias partner Iron Man. Yang pertama aku kuatirin dari film ini adalah banyaknya karakter yang muncul (selain Iron Man ada War Machine, Black Widow, Whiplash, Justin hammer, dan Nick Fury juga keluar mayan banyak) Karena banyak karakter bisa bikin cerita gak fokus dan amburadul macam Transformers 2 ato Batman & Robin. Tapi kebetulan itu tidak terjadi di film ini. Porsi pembagian karakternya cukup pas, momen keluarnya juga tepat.

Ada yang bilang kekurangan film ini gara2 pemeran James Rhodes (War Machine) diganti. Emang si, kerasa agak beda, tapi menurutku gak terlalu ganggu. Walopun kalo dibandingin sama film pertama kayaknya chemistry dia sama Tony Starks jadi kurang. Di bagian msuuh utama, Whiplash yang dimainin Mickey Rourke ngena banget antagonis + jeniusnya. Sebenernya sejak liat akting Rourke di film "The Wrestler" juga udah nyadar kalo dia bakal pantes dapet peran antagonis.

Gimana dengan kemunculan ceweknya? Ini salah satu keunggulan film ini. Gwyneth Paltrow masih jadi cewek idaman Tony Starks yang manis dan agak terlalu protektif. Dan ada Black Widow yang ada di Scarlett Johannsson disini. SEKSI BERAT dia. NGlakuin semua adegan aksinya sendiri. Gesturenya juga oke punya.

Kelemahan film ini justru berasal dari kelebihannya. Tony Starks kelewat dibikin konyol di sini, kadang agak ganggu juga. Adegan klimaksnya juga terasa kurang banget. (ayolah, masa duet Iron Man + War Machine cuman bisa begitu doang???)

Satu yang menurutku luar biasa dari film2 Marvel belakangan. Semuanya bermuara ke satu arah: FILM AVENGERS! Yak, film yang berisi kumpulan superhero2 keajaiban macam Captain America, Iron Man, Hulk, Thor, Nick Fury, Black Widow, Ant Man, dll ini ternyata bakalan bener rilis tahun 2012!

Kalo masi pada inget di ending film Iron Man pertama, Nick Fury kencan ke kantor Tony Starks ngebawa berkas terbentuknya Avengers. Terus di ending Incredible Hulk, Tony Starks juga keluar jadi cameo. Dan puncaknya di Iron Man 2. Nick Fury resmi membuat Iron Man, terus ada scene tameng Captain America, dan SPOILER : ending tambahan munculnya palu milik Thor. SANGAT LUAR BIASA!

Kamis, 25 Desember 2025

ALICE IN WONDERLAND (2010)

ALICE IN WONDERLAND (2010)

Petama denger ada proyek film ini, saya langsung tertarik. Ini film ahrus tonton! Secara ceritanya sudah terkenal, terus sutradara Tim Burton jelas sudah jaminan mutu. Dan yang paling penting, THE ONE N ONLY JOHNNY DEPP main jadi Mad Hatter disini. Ya ampun!!! Gak sabar rasanya. Alkisah Alice sekarang udah remaja. 19 tahun. Dia mengingat petualangannya dulu ke Wonderland waktu kecil sebagai mimpi tiap malem. Sampe suatu hari dia kabur dari acara pertunangannya & ngikutin kelinci yang membawa2 perhiasan. Dia sekali lagi jatuh ke lubnag yang membawa dia ke Wonderland.

Ternyata Wonderland sudah dikuasai tangan jahat Red Queen. Nah, para penghuni Wonderland yang aneh bnerharap sekali lagi Alice bisa nylametin mereka. Hmm..sebenernya aku nonton film ini tanpa tahu
cerita asli ALice (yang kutahu cuma Alice seorang bocah, ngikutin kelinci, masuk ke Wonderland, udah, hahaha) Tapi AKU TAHU VERSI ASLI ALICE ADALAH SALAH SATU DONGENG TERBAIK YANG ADA.
Dan ni film kayanya udah ngerusak dongeng itu. Walopun gak separah kerusakan yang disebabkan Dragon Ball Evolution (huhu) tapi kasian juga bagi penggemar Alice. Beneran bikin film ni membosankan. Dataaaaaarrr gitu. Apalagi "didukung" sama buruknya akting pemeran Alice. Yah, emang akting sebagian besar pemerannya memang gak bagus banget. Tapi lebih baik nonton Kegilaan Mad Hatter (walopun Johnny Depp juga gak oke2 banget mainnya) daripada akting Alice. Oiya, yang paling keren tentu saja Red Queen. Satu2nya karakter yang luar biasa. White Queen juga gak jelek sekali, lumayan tampang cantik Anne Hathaway. Dan keunggulan film lain ini ya setting Wonderland yang memang ajaib

BODYGUARDS & ASSASSINS (2009)

Beberapa hari yang lalu aku untuk pertama kalinya sengaja menonton DVD film China, IP MAN. Dan film itu sungguh luar biasa keren! KungFu manteb, alurnya juga menarik. Nah makanya aku jadi makin tertarik sama film2 macam itu. Nah, nyoba deh nonton Bodyguard & Assassins ini.

Ceritanya tentang kedatangan tokoh terkenal Sun Yat-Sen ke Hong Kong buat ngadain pertemuan sama perwakilan 13 provinsi lainnya buat ngerencanain pemberontakan terhadap Dinasti Qing yang lalim. Jelas aja pengikut tuh dinasti gak tinggal diam. Mereka ngumpulin para pembunuh buat ngebunuh Sun Yat-Sen pas lagi di Hong Kong.

Tapi, para pendukung revolusi juga sudah nyiapin "penangkal" Mereka ngumpulin orang-orang buat

Ada macem2 golongan, mulai Mantan biksu Shaolin berbadan gede yang sudah jadi tukang tahu, Pengemis jago KungFu bersenjatakan kipas besi, cewe jago beladiri yang bapaknya dibunuh anggota dinasti, Tukang judi jago kunggu, sampesopir becak.

Di bagian awal film kira2 sejam, aku udah kecewa sama film ini. Kesannya lambaaaat gitu, gak ada aksi kungfu keren. TAPI hal itu berubah pas ngelewatin sejam. Aksi2 keren terus2an muncul hingga film selesai. Pertarungan mati2an para Bodyguard vs Assassins beneran menegankan! Dan yang bikin tersentuh ada juga muatan dramanya. Yakni keinginan para bodyguard dan rakyat China buat berkorban nyawa ngelindungin Sun Yat-Sen. Tiap bodyguard juga diceritain punya latar belakang masa lalu kelam yang bikin mereka siap berkorban melakukan revolusi.

 

HE'S JUST NOT THAT INTO YOU (2009)

 HE'S JUST NOT THAT INTO YOU (2009)

Film yang berisi banyak plot & bintang dicampur jadi satu bisa jadi pisau bermata dua. Bisa sukses, tapi bisa juga gagal. Contoh yang gagal tu film "Valentine's Day". Banyak banget bintang kayak Taylor Lautner, Jennifer Gardner, Taylor Swift, Ashton Kutcher, dll. Tapi gara2 plotnya gak digarap rapi, jadi filmnya nanggung. Dia hanya tidak begitu menyukaimu membuat formula sama.

Jadi di film ini diceritain ada beberapa pasangan yang punya masalah sendiri-sendiri. Sang tokoh utama cewe bernama Gigi itu sering salah menerima sinyal yang dikasih cowo, jadi dia sering gagal membuat hubungan. Sampe dia ketemu sama pemilik bar bernama Alex yang selalu jadi tempat dia curhat.

Ada juga temen Gigi, Jaine yang punya suami bernama Ben. Mereka udah nikah lama, tapi si Ben
kurang ikhlas sam pernikahannya, jadi dia selingkuh sama cewek seksi bernama Anna yang dia bantu karir sebagai penyanyi. Anna sendiri udah ngejalanin HTS sama cowo bernama Connor. Connor dulunya pernah nolak si Gigi. Anna sendiri punya 2 orang teman bernama Beth & Marry. Beth udah punya cowok yang hidup bersama 5 tahun, Neil. Tapi si Neil sama ekali gak mau menikah. Sedangkan si Marry sibuk nyari cowok lewat MySpace.
Terkesan rumit? Jelas, karena banyak orang & plot di film ini yang menjadi satu. Dan kebetulan sama sekali gak berasa nanggung. Latar belakang tokohnya bisa diceritain secara detail. Itu yang bikin nih film gak terlalu ngebingin. Walopun awal2 mungkin bingung, tapi pas nyampe tengah film pasti udah enjoy ngikutin plotnya. Keunggulan film lain ini ada pada kasusnya. Kasusnya Down to Earth. Jamak terjadi dimana-mana. Kayak perselingkuhan, cinta ebrtepuk sebelah tangan, hubungan lewat jejaring sosial, & masih banyak lagi. Beda sama Hari Valentine yang beberapa ceritanya gak masuk akal.

ASTRO BOY (2009)

 ASTRO BOY (2009)


Siapa yang gak kenal Astro Boy? Manga karangan "God of Manga" Osamu tezuka ini emang udah jadi legenda banget gak cuma di jepang sono tapi di seluruh dunia. Cerita di manga Astro Boy memang terkesan ringan, tapi di dalamnya banyak sekali pesan moralnya. Dan pas ada rencana film ini akan diangkat ke layar lebar dengan format 3D, ada sedikit kekhawatiran. Banyak manga terkenal yang diangkat ke layar lebar oleh Hollywood tapi jadinya ancur (Hello Dragon Ball). Jadi...gimana dengan Astro Boy?

Plot cerita di film ini gak beda jauh pada awalnya. Seorang bocah jenius bernama Toby yang merupakan anak jenius pula Dr Tenma, meninggal gara2 serangan robot yang memberontak. Depresi kehilangan anaknya, Tenma mutusin bikin robot cyborg yang sama bertahan sama Toby anaknya.



tapi setelah beebrapa saat, Tenma sadar kalo sang robot tetaplah robot & gak bisa nganttin kehadiran Toby. Robot itu "terbuang" ke "permukaan" kota yang terlupakan di bawah bayang-bayang Metro City. Disana dia bertemu teman2 manusia & mulai berteman. Di sisi lain sang Presiden Metro City juga ngincer teknologi Blue Core yang canggih yang menjadi sumber energi Astro.
Sesuai yang kutakutkan. Ceritanya berubah menjadi dangkal. Plotnya terkesan terburu-buru. Mulai dari perkenalan Toby, sampe Dr.tenma bikin robot kloningnya berasa banget terburu-buru. Ada juga beberapa hal yang aneh. SPOILER : kalo pas Toby keserap si robot Peacekeeper dia mati, kenapa si Presiden malah jadi bisa begabung sama tuh robot? Walopun begitu, 3D di film ini lumayan menghibur. Apalagi pasa adegan2 pertarungan Astro ngelawan robot2 & klimaks ngelawan Robot Peacekeeper.

ADVENTURELAND (2009)

 ADVENTURELAND (2009)


Kalo buat kalian yang kenal sosok Kristen Stewart cuma dari Twilight Saga sepertinay harus nonton film ini. Disini dia menjadi seorang penjaga taman bermain bernama EM. Tapi bukan dia tokoh utama. Tokoh utamanya adalah James (Jesse Eisendberg). Kalo yang belum tahu, Jesse Eisenberg bakal meranin Mark Zuckerberg (Penemu FACEBOOK) di film Social Networking yang bakal rilis sebentar lagi.

Inti cerita di film ini tentang James yang berniat ngelanjutin kuliah S2, tapi ortunya gak punya duit yang cukup. Akhirnya dia terpaksa bekerja di sebuah taman bermain buat nyari duit. Dia ketemu macem2 teman baru disana, termasuk Em. Dan dimulainya mereka terlibat "kisah cinta"



Oke, kelihatannya memang klise. Tapi jangan salah. Kisah cinta di film ini gak diceritain secara biasa. Banyak diselipin humor2 cerdas & intrik2 yang gak biasa. Jadi ceritanya gak berasa dasar. Dan tahukah Anda apa??? Kristen Stewart tampil luar biasa di film ini. Cantik si jelas, tapi siapa kira, Kristen (yang menurutku) tampil dengan akting ala kadarnya di Twilight bisa akting pol disini. Tapi bukan hanya Kristen, Jese bisa mearnin James si tokoh utama sebagai cowok ABG semi cupu tapi juga punya hasrat lelaki yang menggebu geebu dengan baik. Dan..Ryan Reynolds!!! Kamu benar-benar keren, kawan! Perannya jadi playboy emang pol!

Rabu, 24 Desember 2025

HACHIKO : A DOG'S STORY (2009)

 HACHIKO : A DOG'S STORY (2009)

Ini dia film yang diangkat dari kisah nyata di Jepang sono. Tentang anjing yang setia banget sama pemiliknya, sampe walopun antena udah mati dan gak pulang2, tu anjing tetep nunggu di tempat biasanya dia nunggu sampe akhirnya ajal datangin anjing itu.

Sedih??? Pasti... :P

Film ini bikin aku nangis, walopun masih sempet nahan-nahan juga, hehe. Bagian si Profesor Parker (empunya Hachiko) mati dan si Hachiko tetep menunggu kepulangannya di stasiun bener2 menguras udara mata dah. Emang si, alur cerita film ini agak lambat di awal, jadi bikin bosen beberapa penonton mungkin. Tapi Dialog yang terjadi gak bikin bosen kok.
Richard Gere juga bisa nampilin akting yang jempolan. Dia bisa menghidupkan film ini sendiri (secara peran yang lain tergolong minim). Dia bisa berinteraksi dengan abik & real sama tuh anjing. Dua jempol!!!

DEAR JOHN (2010)

 DEAR JOHN (2010)


Ini dia film yang berhasil "ngusir" Avatar dari puncak Box Office setelah 2bulan full ada di peringkat 1. Dari judulnya udah keliatan ini film tentang apa. FYI, Dear John itu sebutan buat surat yang dikirim sama seorang cewe buat cowonya yang isinya minta putus.

Oke, ini memang film drama mellow. Inti cerita tentang seorang tentara bernama John yang lagi dalam masa liburan perang bertemu cewe bernama Savannah secara tidak sengaja, dan setelah kenal cukup lama, mereka jatuh cinta & pacaran. TAMAT?? jelas TIDAK! Dari judulnya aja udah keliatan kalo mereka bakal putus.

Singkat cerita, gara2 kejadian 11 September, kondisi John sebagai tentara jelas semakin sibuk. Dia makin sering ditugasi ke medan perang yang dia sendiri gak tahu pasti dimana. Nah, apa hubungan jarak jauh ini bisa berjalan lancar? ato putus? Kalo putus kenapa? Apa bisa bersatu lagi?Di satu sisi, John juga punya ayah yang dia tinggal sendiri dirumah dalam keadaan autis.


Setelah liat ini yang kepikiran adalah : Tuh Channing Tatum pemeran si John bisa ekspresi apa kagak si?? Sepanjang film mau seneng, sedih, sakit, tetep aja mukanya lempeng. Gimana dengan si Savannah? Cukup berhasil jadi cewek manis yang sebenernya agak terlalu sempurna.


PERCY JACKSON : THE LIGHTNING THIEF (2010)

 PERCY JACKSON : THE LIGHTNING THIEF (2010)


Makin banyak aja film yang diangkat dari novel laris. Mulai Harry Potter, Twilight, & Laskar Pelangi di Indonesia. Dan ini ada satu lagi nih film yang didasari novel. Cerita di novel & film ini didasari sama mitologi dewa2 Yunani. Tapi dirombak dengan sentuhan remaja, jadi film ini bakal jadi film yang ringan ditonton.

Ceritanya tentang sorang remaja bernama Percy Jackson yan awalnya cuma bocah biasa. Sampe suatu ahri dia tahu kalo ternyata ayahnya adalah Poseidon sang dewa lautan. Parahnya, dia memuat nyuri petir milik Zeus. Dan dia diancam kalo tuh petir gak balik sampe jangka waktu yang ada, Ibu si Percy bakalan dibunuh sama Hades si dewa neraka, & Dewa bakal ngadain perang ke manusia.


Percy terus masuk ke sebuah kamp yang berisi anak2 demigod alias anak hasil hubungan Dewa & manusia biasa. Dia pun mulai ngelakuin perjalanan nyari tuh petir & mbebasin ibunya dibantu sama Grover (setengah kambing) & Annabeth (putri Athena). Halangannya macem2, kayak medusa, minotaur & monster2 lain.

haha? KOk agak mirip Harpot??? 3 orang berkekuatan khusus, 1 perempuan 2 laki-laki, berasal dari sebuah sekolah khusus, berpetualang ngelawan makhluk aneh & penguasa kegelapan. Hmm..gak amsalah sebenernya, tapi sayang eksekusi di filmnya gak maksi. Terlalu kerasa ceritanya dipotong dari novelnya. Kependekan. Kekuatan para demigod juga gak terlalu dieksplor. Seakan-akan cuma Percy aja yang istimewa.

OVERALL : Film yang lumayan menghibur buat ditonton sambil ngemil. Tapi bukan film yang pas buat pencari tontonan berkualitas. Semoga sekuelnya lebih baik.



MY NAME IS KHAN (2010)

 MY NAME IS KHAN (2010)

Rizvan Khan adalah seorang muslim yang diajarkan oleh alm. ibunya kalo hanya ada 2 jenis manusia di dunia. Orang baik & orang jahat. Rizvan juga punya penyakit autis. Suatu hari setelah ibunya meninggal, dia ikut tinggal dengan adiknya yang sudah menikah & sukses di Amrik sono. Disana dia bertemu cewe yang bekerja di salon bernama Mandira. Tuh cewe janda beranak satu. Ngeliat kepolosan Rizvan, Mandira jadi kesengsem. Apalagi Rizvhan bisa mengambil hati anaknya. Akhirnya mereka nikah walopun beda agama (Madira Hindhu)

Mereka hidup bahagia hingga kejadian 11 September 2001 merusak hidupnya. Orang muslim jadi dipojokin. Oke, segini aja ringkasannya. Lebih baik nonton sendiri. Ini film bener2 luar biasa. Dulu aku sudah antipati sama film India. Tapi sejak liat Slumdog Millionaire, semuanya berubah.


Kalo ada film India menarik apsti nyoba. Dan My Name Is Khan adalh film India terbaik yang pernah aku tonton (ngalahin slumdog & 3 Idiots) Ceritanya dalem. Bener2 menampilkan kalo sebenernya kita semua umat manusia itu harus saling membantu, menghargai tanpa mempdulika perbedaan ras, agama, & suku bangsa. Akting Shakhrukh Khan juga Pol!!! Jadngan salah, akting jadi orang autis itu susah. Dan Shkahrukh Khan Berhasil. Pokoknya tahun depan minimal dia harus mendapat penghargaan Aktor Terbaik Oscar!

SHUTTER ISLAND (2010)

 SHUTTER ISLAND (2010)


Nih film yang diadaptasi dari novel berjudul sama. Disini diceritain agen US Marshall Tedy & patnernya Chuck mendapat misi nemuin seorang hilang bernama Rachel Solando di sebua pulau bernama Shutter Island. Pulau ini isinya adalah para pelaku kejahatan tetapi memiliki gangguan mental. Kayak RSJ khusus penjahat lah. Tapi ternyata misinya tidak mencapai itu. Di pulau itu juga banyak misteri2 lainnya. Teddy juga mulai curiga kalo disini jadi tempat eksperimen terhadap otak manusia. Di pulau ini dia juga nyari seorang bernama Andrew Laddies yang menjadi pembunuh istrinya dulu. Kabarnya Andrew dikirim ke pulau ini. Mulailah penyelidikan. 

Jangan kira seorang Leonardo di Caprio cuma modal tampang & cuma bisa meranin peran melankolis kayak di film Titanic ato Romeo & Juliet. Di sini aktingnya manteb! Sebagai penyelidik dan pencari pembunuh istrinya, dia bener2 menjiwai lo. Dari segi cerita, ni film bener2 gak bisa ditebak alurnya. Jadi kita juga secara gak langsung diajak mikir apa yang terjadi di pulau ini. Film yang ringan, tapi agak berat juga. Overall film ini mungkin buat penonton yang cuma ingin dihibur dengan adegan2 kayak di film ringan macam tansformers bakal pusing & bosen lait film ini. Tapi kalo pngen lihat film berkualitas, tonton film ini.

Senin, 22 Desember 2025

UP IN THE AIR (2009)

 UP IN THE AIR (2009)


Film yang masuk meraih Oscar 2010 sebagai film terbaik. Ceritanya tentang sorang pria bernama Ryan Bingham. Kerjanya cuma keliling dunia naik pesawat. Dia bekerja di perusahaan penyedia jasa PEMECATAN. Jadi kalo ada sebuah perusahaan yang ingin mecat karyawan, tapi si bos gak tega mecat, Perusahaan Ryan yang turun tangan. Jadi selama setahun kehidupannya lebih banyak di pesawat. Makanya hubungan dia dengan keluarga jadi renggang. Dia gak punya teman juga. Tapi dia ngerasa enjoy sama keadaaannya. Bahkan dia sama sekali tidak ingin menjalin hubungan dengan orang lain.

Sampe suatu hari datang pegawai baru bernama Natalie yang nawarin metode pemecatan baru melalui video call. Jadi gak perlu keliling lagi. Ryan gak setuju. Dia pun marah & ngajak Natalie berkeliling selama setahun bersama ida membuat liat cara kerjanya.

Mereka mulai jatuh cinta. Nah, apa Ryan bakal mengubah pola pikirnya buat gak berhubungan dengan orang lain?

Ini film brilian! Menurut beberapa orang ni film ngebosenin. Gara2 cuma liat orang ngobrol, mecat, naik pesawat. Tapi menurutku dialog di film ini cerdas gila! Akting 3 pemeran utama juga sip (semuanya mendapat nominasi oscar). Alur ceritanya juga gak bisa ditebak

SPOILER: Twist di endingnya wuiiih..beneran mengejutkan

CRAZY HEART (2009)

CRAZY HEART (2009)


Alesan utama aku nonton film ini jelas gara2 tahu sang aktor utama Jeff Bridges berhasil mendapatkan oscar sebagai aktor terbaik lewat film ini. Dan apakah itu memang pantas?

Film ini bercerita tentang seorang musisi country veteran bernama Bad Blake. Dia hidup di jalanan sambil tampil dari kafe ke kafe. Dia seorang pecandu alkohol. Kehidupan pribadinya berantakan, ditinggal istri & anaknya. Karirnya juga. Malahan, muridnya yang bernama Tommy sudah berhasil mencapai puncak performa ngalahin Blake.

Suatu hari pas ngadain show di pub Santa Fe dia ketemu wartawan bernama Jean yang ngeinterview Blake. Nah, mulai dari situ perjuangan si Blake buat ngerubah kehidupan & kehidupan yang berantakan dimulai.

Emang celana jeff Bridges dapat Oscar! Aktingnya keren! Gak bisa dituliskan kaya apa (lebay ni). Tapi dia sungguh mendalami sangat nyaman. Bikin film ini jadi menyentuh. Oya satu lagi dari film ini yang memenangkan Oscar. Yaitu Soundtrack asli terbaik. Lagu dari Ryan Bingham yang berjudul "The Weary Kind" berhasil menang. Sumpah, lagunya adem & liriknya menyentuh banget...

Dan ini bukan tempat bagi orang-orang yang lelah

Dan ini bukanlah tempat untuk kehilangan akal sehat

Dan ini bukanlah tempat untuk ketinggalan

Angkat hati gilamu dan cobalah sekali lagi

KESELURUHAN : Ini film yang gak terlalu berat tapi berbobot. Diiringi musik2 country yang keren sepanjang film

WARFARE

WARFARE


Pertama kali penonton diajak bertemu tentara Amerika di film ini, mereka sedang menonton video aerobik dengan luar biasa bersemangat bak tengah berpesta pora. Itu pula kali terakhir kita melihat semangat mereka. Peperangan bukan soal keseruan merenggut nyawa musuh di medan perang, melainkan ketegangan dari upaya mempertahankan nyawa. Ketimbang ode untuk patriotisme, ia lebih seperti elegi sarat penyesalan.

Alex Garland menulis sekaligus menyutradarai filmnya bersama Ray Mendoza, mantan anggota Navy SEALs yang di sini menuturkan pengalamannya saat bertugas di Perang Irak. Pada 19 November 2006, Mendoza (versi film yang diperankan oleh D'Pharaoh Woon-A-Tai) dan peletonnya dikirim untuk melakukan pengintaian guna mendukung operasi dari korps marinir. 

Di tengah kegelapan malam, Erik (Will Poulter) memimpin pasukannya menuju sebuah rumah yang dijadikan dasar presentasian. Rumah dua tingkat itu dihuni pula oleh dua keluarga sipil. Penghuni lantai atas cuma bisa pasrah menyaksikan dinding rumah dijebol dan diobrak-abrik untuk dijadikan markas sementara. Garland dan Mendoza menolak menutup mata bahwa apa yang dilakukan pasukan Amerika adalah kolonial terhadap orang-orang tak berdosa.

Dua penerjemah, Farid (Nathan Altai) dan Noor (Donya Hussen), juga serta dalam operasi. Mereka cenderung diperlakukan semena-mena, termasuk diperintahkan untuk menjadi tameng di baris terdepan saat bahaya mendekat. Tatkala Farid tewas mengenaskan dengan tubuh yang terburai, namanya luput disertakan dalam kelompok "korban jiwa", seolah eksistensinya sama sekali tidak berharga. 

Peperangan enggan memberi penokohan mendalam mungkin karena para pembuatnya tidak ingin penonton mengalami bias dalam proses observasi. Tatkala misi mulai berantakan pun kita tidak ingin bersimpati pada penderitaan yang dialami peleton Mendoza. Jikalau muncul simpati, atau minimal rasa pilu menyaksikan luka-luka mengenaskan yang dialami karakternya, itu adalah respon natural kita sebagai manusia saat dihadapkan pada tragedi.

Dipaparkan secara real time sepanjang 95 menit, paruh awalnya menyatakan tujuan Warfare untuk mengedepankan tangkapan realita paparan dan prosedural daripada dramatisasi. Realitasnya, misi pengintaian bukanlah aktivitas yang mengasyikkan. Alih-alih terlibat baku tembak seru, si penembak jitu mesti "mematung" selama berjam-jam sambil mencatat situasi. Anggota lain pun disibukkan oleh rutinitas melelahkan yang sama. 

Tengok pula saat lesatan peluru mulai menampilkan ancamannya. Para Navy SEAL tidak bisa segampang itu melarikan diri. Setumpuk peralatan militer yang tersebar di seluruh penjuru rumah wajib dikumpulkan terlebih dahulu sebelum dilakukan evakuasi, yang meningkatkan ancaman risiko.
Bertepatan dengan fase di saat karakternya terjebak tak berdaya di dalam rumah, alurnya sempat mengalami stagnasi. Untunglah intensitasnya selalu bisa dijaga oleh duo sutradara, pula departemen tata suara yang begitu efektif mengolah atmosfer mencekam. Dentuman-dentuman bomnya memang terdengar bombastis, tapi teriakan manusia yang tak henti-hentinya mengiris telinga nyatanya jauh lebih mengejutkan. Kemudian saat suara-suara itu akhirnya memudar, bukan patriotisme yang terasa. Hanya ada keheningan yang merekam jejak-jejak penderitaan.

BALLERINA

 BALLERINA


Ballerina (dipasarkan dengan judul lengkap From the World of John Wick: Ballerina), sebagai spin-off dengan latar di antara film John Wick ketiga dan keempat, adalah actioner yang hebat. Dia punya banyak hal yang membuat genrenya terasa usang, kemudian mengubah cara keklisean itu berjalan.

Misal ketika protagonisnya tengah memilih senjata. Kita semua familiar dengan "adegan wajib ada" yang membosankan ini. Mendadak filmnya mengecoh ekspektasi dengan mendatangkan baku tembak secara tiba-tiba. Lihat juga apa yang terjadi sewaktu tokoh mengendarai mobil utamanya untuk pergi dari lokasi kematian, pada suatu momen yang biasanya hanya berstatus transisi antar adegan. 

Si protagonis bernama Eve (Ana de Armas), balerina yang diburu sebagai pembunuh oleh Ruska Roma, organisasi kriminal tempat John Wick (Keanu Reeves) sebelumnya sempat bernaung. Eve yang termotivasi untuk mencari pembunuh sang ayah pun berlatih mati-matian. Dia berlatih balet hingga kaki berlumuran darah, berkali-kali pula terkena lesatan peluru karet serta pukulan menyakitkan selama latihan, dalam training montage yang tersaji keren berkat iringan musik elektroniknya. Selama durasi 125 menit, departemen penyuntingannya jeli mengawinkan timing gerak karakternya dengan hentakan musik.

Nantinya Eve mengetahui bahwa pembunuh sang ayah merupakan sekelompok sekte pembunuh yang diketuai oleh Chancellor (Gabriel Byrne). Tapi sebelum menumpahkan darah demi balas dendam, ia harus melakoni misi perdana, yang mengharuskannya melindungi Katla Park (Choi Soo-young) di sebuah kelab malam. 

Ana de Armas mengenakan mantel bulu, lalu dengan kepercayaan diri yang kekuatan tarikan gravitasi, berjalan dalam balutan gerakan lambat. Karisma seorang jagoan laga jelas dimilikinya. Ketika melakoni baku hantam pun ia tampak meyakinkan. Untungnya di misi perdana tersebut, Bahkan tidak secara ajaib langsung dibuat sehebat John Wick. Dia terjatuh ke lantai, bahkan ditendang hingga menghantam dinding kaca. Tata suaranya membuat semua pemandangan itu terasa menyakitkan. Tapi Hawa selalu bangkit. Itulah keunggulan terbesarnya.

Dalam seri John Wick, orang-orang menggerakkan pistol dengan begitu mulus bak sedang menari, dan Len Wiseman yang duduk di kursi sutradara melanjutkan tradisi tersebut (walau konon banyak adegan aksi merupakan hasil reshoot di bawah Arah Chad Stahelski). Tapi Ballerina tidak sebatas kembali teknik gun fu. Naskah buatan Shay Hatten menyediakan setumpuk ide kreatif, yang banyak di antaranya jarang, atau malah belum pernah ditampilkan film-film lain.

Aksi melempar piring di dapur, penggunaan sepatu ski sebagai alat ganti pisau, sampai yang terbaik adalah sewaktu alat pelontar api yang kehadirannya di genre aksi belakangan ini sudah tak lagi spesial, mampu digunakan sebagai dasar untuk sebuah momen luar biasa kreatif yang memadukan kebrutalan dengan keindahan. Daripada aksi biasa, di situ Eve dan lawannya bak tengah berduet dalam suatu pertunjukan tari kontemporer.
Alurnya memang tidak memiliki kedalaman dan masih bergulir di formula kisah balas dendam ala kadarnya, meski babak ketiganya sedikit membawa kesegaran saat meminjam lalu memodifikasi formula horor folk. Kita pun takkan dibuat memedulikan Hawa, apalagi keterikatan secara emosional di dalamnya. Tapi menilik rangkaian kreativitas di atas, ada pencapaian luar biasa tinggi yang lebih pantas untuk dirayakan, alih-alih mengeluhkan perihal penceritaan.

BRING HER BACK

 BRING HER BACK


Bring Her Back adalah horor yang akan membuat penontonnya merasakan ragam emosi negatif, dari sedih, cemas, marah, hingga tentunya takut. Serupa Talk to Me tiga tahun lalu, duo RackaRacka (Danny Philippou dan Michael Philippou) selaku sutradara kembali memakai formula genrenya, untuk menunjukkan bahwa perbedaan antara dunia orang hidup dan orang mati mestinya tetap dipertahankan, semenyakitkan apa pun itu.

Meski bukan saudara kandung, Andy (Billy Barratt) dan adiknya yang memiliki gangguan penglihatan, Piper (diperankan Sora Wong yang mengidap koloboma dan mikroftalmia dalam kehidupan nyata), tetap saling menyayangi. Ikatan keduanya diuji saat sang ayah tiba-tiba meninggal akibat kanker, dan mereka harus tinggal di bawah asuhan mantan konselor bernama Laura (Sally Hawkins).

Tentu saja Laura menampilkan perilaku aneh, tapi di dalamnya terdapat kecerdikan naskah buatan Danny Philippou dan Bill Hinzman menampakkan diri. Kecurigaan kita sering disulut oleh tindak-tanduk Laura, namun ada kalanya ia memancarkan kehangatan. Kompleksitas tersebut juga dimotori oleh penampilan luar biasa dari Sally Hawkins, melalui dualitas dalam senyuman yang tak selalu jadi simbol kepedulian.

Bring Her Back bersedia menghabiskan waktu untuk memberi ruang eksplorasi pada tema dan karakternya. Andy bakal menjadi figur yang paling kuat mengikat ikatan emosional dengan penonton, sebagai sesosok remaja yang luka batinnya sering disalahartikan sebagai bentuk kenakalan. 

Sungguh rumit problematika yang berkecamuk di hati Andy, yang terombang-ambing antara cinta dan benci. Sewaktu menemukan ayahnya yang dahulu kerap memukulinya dalam kondisi tak sadarkan diri, dia hanya mematung alih-alih langsung memberi pertolongan. Trauma, kesedihan, sampai rasa bersalah, semuanya bercampur lalu menimbulkan perasaan khawatir yang aneh di dada.

Meski lebih mengedepankan cerita, Danny dan Michael selalu memastikan agar kita tidak lupa bahwa film yang sedang disaksikan adalah sebuah horor, dengan secara rutin menaruh situasi yang mengganggu, yang acap kali mengandung unsur kekerasan yang tidak asal mengumbar gore, tapi menyimpan dampak nyata bagi psikologis penonton. Momen saat Andy memberi makan pada anak asuh Laura yang lain, Oliver (Jonah Wren Phillips), merupakan awal dari gerbang terbukanya neraka ke dunia bangunan duo RackaRacka.

Secara bertahap filmnya akan mengungkap kebenaran di balik misterinya, sambil memperkenalkan penonton pada suatu jenis ritual sinting dengan modus operandi kreatif, yang menjauh dari keklisean upaca mistis khas sinema horor. Dari situlah Bring Her Back menghadirkan proses soal melihat kebenaran, yang nyatanya tak memiliki kaitan dengan keterbatasan indera penglihatan seperti yang Piper alami. Mata yang lebih tajam itu bernama "hati".

Minggu, 21 Desember 2025

PREDATOR: KILLER OF KILLERS

 PREDATOR: KILLER OF KILLERS


Prey (2022) berhasil membangkitkan franchise-nya karena ia memahami esensi film aslinya, ketika mengadu sang alien hunter dengan manusia yang masih mengakrabi sisi hewani yang menstimulus insting bertahan hidup mereka. Predator: Killer of Killers membawa pemahaman serupa, bahkan melipatgandakannya, lalu melahirkan film Predator terbaik sejak Arnold Schwarzenegger menampilkan maskulinitasnya di hutan Val Verde. 

Alurnya dibagi menjadi tiga latar waktu, di mana setiap masa memiliki "pembunuhnya" masing-masing. Skandinavia tahun 841 membawa kita mengikuti Ursa (Lindsay LaVanchy) sebagai pemimpin para prajurit Viking yang terlibat pertempuran dengan pasukan Krivich. Di Jepang tahun 1609 ada konflik antara Kenji dan Kiyoshi (Louis Ozawa), dua putra seorang samurai yang menempuh jalan hidup yang berbeda. Kemudian ada kisah tentang Torres (Rick Gonzalez), pilot yang terjun ke Perang Dunia II di tahun 1942. 

Format animasi memberi kebebasan eksplorasi bagi sang sutradara, Dan Trachtenberg, mengingat perjalanan menempuh tiga masa niscaya akan memerlukan biaya luar biasa besar bila dipresentasikan dalam bentuk live action. Menyaksikan visual Predator: Killer of Killers terasa seperti mengunjungi museum berisi lukisan-lukisan yang menangkap jejak kekerasan umat manusia secara indah.

tumpah, anggota tubuh terpotong-potong, kepala terlontar ke angkasa. Semua terjadi saat tiga protagonis kita harus menyambut kunjungan para Predator. Setiap karakter menghadapi monster yang berbeda sesuai gaya pertarungan mereka, yang membuat penggambaran cerita tak pernah terasa monoton. 

Naskah garapan Micho Robert Rutare sejatinya tidak menyediakan jalinan cerita kompleks, tapi kesederhanaan tersebut diolah secara efektif, sehingga durasi yang cenderung singkat (90 menit) tidak menghalangi Killer of Killers mengembangkan mitologi franchise-nya. Belum pernah dunia Predator mengembangkan semenarik ini, tanpa harus menggelar eksperimen yang terlalu pembohong (Saya melihat Anda 'The Predator'). 

Segala gelaran aksi film ini tampil begitu badass bukan saja karena penggunaan kekerasannya, tapi juga ketiadaan kesan basa-basi di setiap pertarungan. Tiga protagonisnya tidak perlu dibuat mengerti dan mencoba menganalisis makhluk apa yang mereka hadapi. Raksasa? Asing? Mereka tidak peduli. Satu hal yang ketiganya pahami betul adalah, mereka harus membunuh bila tak mau dibunuh.

Babak terbaiknya adalah pertarungan di Jepang, yang sebagian besar dipaparkan secara non-verbal. Karakternya memerlukan kata-kata dan bicara melalui ayunan katana, yang disajikan dalam rangkaian koreografi kelas satu, yang mendapat manfaat besar dari pemakaian medium animasi dengan segala kebebasannya. Fase Perang Dunia II tampil paling umum layaknya suguhan blockbuster bombastis khas Hollywood, biarpun rentetan pertarungan udaranya tetap digarap dengan kualitas mumpuni.

Predator: Killer of Killers memang kisah soal aksi saling bunuh diri, namun di sisi lain ia juga tampil bak potret mengenai bagaimana umat manusia sebagai makhluk berakal, perjalanan proses untuk meninggalkan kebarbaran mereka, kemudian belajar bahwa balas dendam takkan mendatangkan kedamaian, pun kekerasan tidak selalu menjadi jawaban atas segala permasalahan.

ELIO

 ELIO


Belum sampai lima menit film ini bergulir, tangis saya sudah jatuh melihat si protagonis yang wajahnya pun dibasahi air mata. Elio (Yonas Kibreab) namanya, bocah 11 tahun yang tak menangis layaknya "karakter kartun". Hanya setitik air mata mengalir di pipi Elio, sementara jantungnya berpikir sama yang menghantui. Mungkin dia sendiri tidak sepenuhnya memahami alasan kepiluannya. Ada kalanya kita berada pada kondisi serupa. Kedalaman jiwa manusia memang tak kalah misterius dari jagat raya.

Sama seperti karya-karya terbaik Pixar, Elio memahami kompleksitas emosi manusia. Adegan di atas menampilkan Elio berbaring di semacam planetarium di kantor bibinya, Olga (Zoe SaldaƱa), yang tergabung dalam kesatuan angkatan udara. Elio yang sebatang kara sepeninggal kedua orang tuanya, terhipnotis oleh hipotesis bahwa umat manusia bukanlah seorang diri di alam semesta. Dia berharap alien menculiknya, membawanya pergi ke dunia di mana ia diinginkan oleh para penghuninya.

Kelak harapan itu jadi kenyataan, meski sedikit berbeda dari apa yang Elio bayangkan, di mana ia malah terjebak di tengah konflik luar angkasa, yang juga membawa sebuah persahabatan unik dengan makhluk dari Hylurg bernama Glordon (Remy Edgerly). Saya tidak menyebutnya "alien", karena bagi Glordon pun Elio merupakan alien. Semua hanya perihal perspektif. Pastinya, mereka sama-sama teralienasi di tempat tinggal masing-masing.

Momen saat Bumi pertama kali disambangi oleh makhluk ekstraterestrial yang menciptakan gangguan bagi beragam benda elektronik serta berjasa menghapus kristalme dalam diri Olga, memancarkan atmosfer mencekam nan magis khas film bertema "kunjungan alien". Trio sutradaranya, Madeline Sharafian, Domee Shi (Turning Red), dan Adrian Molina (Coco) kentara mengerjakan pekerjaan rumah mereka di adegan tersebut. 

Begitu pula Julia Cho, Mark Hammer, dan Mike Jones selaku penulis naskah. Close Encounters of the Third Kind (1977) buatan Steven Spielberg terkenal lewat tagline-nya yang berbunyi "We are not alone", yang hingga kini seolah jadi kalimat wajib dalam film mengenai invasi alien. Elio mengambil kalimat yang bersinonim dengan kengerian itu menjadi sesuatu yang lebih bermakna, dengan penerapannya dalam perjalanan protagonisnya yang mengusir rasa sepi.

Sewaktu kisahnya mengajak penonton bertualang menjauhi Bumi, biarpun Elio dan Glordon adalah duo yang mudah dicintai, alurnya sebatas meluncurkan suguhan buddy comedy generik. Luar angkasa dengan segala keanehannya tidak lebih dari pernak-pernik visual yang memikat mata hasil eksplorasi minimalnya. Padahal pembangunan dunia kerap jadi keunggulan Pixar. Sebaliknya, Elio mencapai fase terbaik tiap alurnya mewujudkan koneksi dengan kehidupan di Bumi. Di situlah ia sukses mengawinkan unsur fiksi-ilmiah dan drama humanis dengan apik.

Saya kembali meneteskan air mata di babak ketiga tatkala Elio yang tengah melayang di orbit Bumi akhirnya diyakinkan bahwa ia tidaklah seorang diri. Bagi individu yang sudah terlalu lama terkurung dalam rasa sepi, ucapan "Kamu tidak sendiri" ibarat gaya tarik gravitasi yang menjaganya supaya tak terbang mengawang-awang di ruang hampa bernama "kesendirian".

THE LIFE OF CHUCK

 THE LIFE OF CHUCK



Saya baru saja menemukan film yang paling saya sukai tahun ini. The Life of Chuck punya cerita yang tidak memenuhi kaidah logika, sebab kita memang tidak perlu memandangnya secara logis. Cukup resapi tiap momen dengan hati, rasakan, renungkan, lalu begitu kredit penutup bergulir, mungkin seperti saya, kalian akan duduk menonton melihat ruang kosong yang muncul di layar, kemudian tanpa sadar berujar, "Hidup ini berharga"
Kisahnya mengadaptasi novela berjudul sama karya Stephen King, dan acap kali cara bertuturnya memang terkesan "terlalu novel', dengan segala narasi cerewet serta dialog panjang. Tapi dibandingkan segala keindahan yang ditawarkan The Life of Chuck, kecerewetan itu ibarat setitik noda yang nyaris tak kasatmata. 

Alurnya dibagi menjadi tiga babak yang masing-masing merekam fase hidup Charles "Chuck" Krantz (Tom Hiddleston). Kronologinya berjalan mundur, di mana babak ketiga muncul paling awal, menggambarkan kondisi dunia yang mendekati gerbang berhenti. Di tengah kehancuran yang datang silih berganti, guru sekolah menengah bernama Marty (Chiwetel Ejiofor) dibuat kebingungan oleh rentetan iklan berisi ucapan terima kasih bagi Chuck.
Poster, baliho, hingga televisi yang menampilkannya. Orang-orang di seluruh dunia ikut serta, tapi tak satu pun mengenal identitas Chuck. "39 Tahun yang Luar Biasa! Terima kasih Chuck!" tulis iklan yang bak ucapan pensiun tersebut. “Dia terlalu muda untuk orang yang sudah bekerja selama 39 tahun”, ucap Marty. Banyak tanda tanya di kepala si guru, tapi dunia tetap bergerak menuju kehancuran, bak menunjukkan ketidakpedulian terhadap rasa penasarannya.

Film ini disutradarai oleh Mike Flanagan (juga sebagai penulis naskah dan editor) yang baru kali pertama mengarahkan suguhan non-horor. Jejaknya sebagai “ahli teror” masih terasa. Momen saat Marty duduk bersama mantan istrinya, Felicia (dipreankan Karen Gillan yang piawai mengolah emosi), di bawah bentangan langit malam yang pelan-pelan menampilkan anomali, mungkin adalah adegan paling menyeramkan yang pernah Flanagan ciptakan di layar lebar.
Kala itu malam mencekam, sekaligus mengingatkan betapa dibandingkan luasnya alam semesta, eksistensi umat manusia begitu kecil, begitu kerdil, begitu rapuh, begitu fana. Tapi bukan berarti tanpa makna. "Saya mengandung banyak sekali". Begitu bunyi kutipan dari puisi Song of Myself karya Walt Whitman yang dibacakan Miss Richards (Kate Siegel), guru Chuck semasa kecil di babak pertama. Kalimat yang memandang eksistensi manusia layaknya suatu semesta tersendiri sehingga sangat berharga. 

Kutipan puisi di atas jadi kunci untuk memahami keabsurdan misteri mengenai jati diri protagonisnya. Tapi hal utama yang Flanagan ingin penontonnya lalui bukanlah proses memahami, melainkan merasakan. Rasakan saja adegan-adegan magis yang sang sineas ciptakan. "Tarian di jalanan" yang mendominasi babak keduanya jadi panggung bagi Tom Hiddleston dan Annalise Basso untuk menunjukkan kemampuan berkomunikasi melalui gerak tubuh.
Mark Hamill ikut mencuri perhatian lewat penampilannya sebagai Albie, kakek Chuck yang mulai menunjukkan kerapuhannya, baik secara fisik maupun psikologis. Albie tersiksa oleh pengetahuannya atas apa yang akan terjadi. Ada kalanya ketidaktahuan adalah sebuah berkah. Sama seperti perasaan saat menonton The Life of Chuck, yang sukses membangun antusiasme lewat setumpuk tanda tanya. Apa yang akan terjadi setelahnya? Ke mana ceritanya akan bermuara? Sinema sebagai miniatur kehidupan memang sama misteriusnya



KITAB SIJJIN & ILLIYYIN

 KITAB SIJJIN & ILLIYYIN


Judul film ini Merujuk pada dua kitab yang berisi catatan amal buruk dan (sijjin) amal baik (illiyyin) manusia, yang merepresentasikan terjadinya antara kebaikan dengan keburukan sebagai konflik utama Kitab Sijjin & Illiyyin. Entah sudah berapa ratus horor Indonesia mengedepankan perihal tersebut. Tapi ada sisi sebuah twist: si protagonis mewakili jahat dalam pertarungan itu.

Selepas kematian aneh kedua orang tuanya semasa ia kecil, Yuli (Yunita Siregar) selalu hidup dalam penderitaan akibat mengamati Ambar (Djenar Maesa Ayu). Yuli adalah anak hasil perselingkuhan sang ibu dengan suami Ambar. Layaknya kehidupan Cinderella di bawah cerminan si ibu tiri, Yuli pun harus menjalani hari bak pembantu. Laras (Dinda Kanyadewi), putri tunggal Ambar, juga tak ketinggalan menyiksanya.

Naskah buatan Lele Laila bergerak seperti sinetron yang mampu menyulut kebencian penonton pada deretan karakter yang kejam terhadap protagonisnya. Elegan? Mungkin tidak, tapi jelas efektif. Suami Laras, Rudi (Tarra Budiman), serta dua anak mereka, Tika (Kawai Labiba) dan Dean (Sultan Hamonangan), mungkin tak melukai secara langsung, namun mereka diam saja menyaksikan nasib buruk Yuli, seolah-olah semuanya pemandangan lumrah.

Jika Cinderella tetap berpose positif sambil bernyanyi bersama kicauan burung, maka Yuli memilih beralih pada bisikan setan. Dibantu oleh dukun bernama Pana (Septian Dwi Cahyo), ilmu santet jadi jalan keluarnya. Yuli ingin Ambar beserta seluruh anggota keluarganya mati mengenaskan, tidak kecuali dua anak Laras yang masih belia. 

Ritual santetnya mengharuskan Yuli memakai mayat segar sebagai pengganti boneka teluh. Mayat itu Yuli bedah, ia memasukkan nama-nama target ke dalamnya, kemudian dijahitnya kembali lubang itu dengan cara yang tak sempurna. Tim artistik Kitab Sijjin & Illiyyin menampilkan hasil kerja mumpuni dengan memanfaatkan efek praktis untuk memoles proses menjijikkan tersebut.

Beberapa efek praktikal juga dimanfaatkan saat ilmu santet mulai menyerang tubuh korbannya. Elemen kekerasannya tidak terlalu ekstrim, namun pengarahan Hadrah Daeng Ratu memastikan bahwa setiap kaca yang menusuk telapak kaki, atau kecoa yang berusaha dicabut dari bola mata (ini asli), menimbulkan rasa ngilu bagi penontonnya. 

Ikuti protagonis yang sedari awal telah terjerumus ke jurang kegelapan tanpa ada niat untuk kembali ke arah cahaya cukup memberi modifikasi bagi formula horor klenik usang yang filmnya pakai. Minusnya, tak ada lagi misteri untuk ditelusuri guna menambah variasi dalam narasi. Sampai di satu titik alurnya semakin repetitif, sebatas berkutat pada pola "Yuli menyantet-korban tersantet-pengajian/pemakaman diadakan."

Lemahnya varian dalam alur terkadang membuat saya berharap Kitab Sijjin & Illiyyin benar-benar menelusuri mitologi dua kitab itu, alih-alih hanya memposisikan mereka sebagai simbolisme ala kadarnya. Setidaknya dari konfrontasi "baik vs jahat" itu, akting kuat dari Yunita Siregar, yang mampu menunjukkan kompleksitas sehingga penonton pun merasakan dilema dalam menyikapi tindakan Yuli, serta Kawai Labiba yang total perihal mengolah emosi, memperoleh kemampuan sorotan.

Santet yang Yuli kirim begitu kuat, tapi ia punya syarat: target haruslah seorang pendosa. Semakin besar dosa seseorang, semakin mudah santet menyerang. Tika datang sebagai antitesis bagi Yuli, sebagaimana kitab sijjin dan illiyyin eksis secara bersamaan meski berseberangan. Sebesar apa pun cobaan yang mendera, Tika tetap berpegang teguh pada ajaran agama.
Semua berkat ajaran Abuya (David Chalik), ustaz yang di dua babak awal tak mengubahnya pemuka agama biasa yang lebih banyak berceramah daripada bertindak, sebelum kemudian bertransformasi menjadi jagoan tangguh di klimaks. Sewaktu santet kiriman Yuli berakhir membuat salah satu karakter kerasukan, dengan tenaga dalam miliknya, Abuya membanting si setan hingga lantai di sekeliling remuk. Epik! Horor religi kita perlu lebih banyak karakter ustaz seperti Abuya (dan tentunya Qodrat), yang bukan hanya piawai merangkai kata atau merapal doa. Mungkin di dunia nyata pun demikian.

I KNOW WHAT YOU DID LAST SUMMER (2025)

 I KNOW WHAT YOU DID LAST SUMMER (2025)


I Know What You Did Last Summer mengikuti tren dunia horor (termasuk pedang tentunya) belakangan, dengan melahirkan sekuel legacy untuk menyatukan karakter lama dan baru. Tapi terkait cara eksekusi, ia masih membawa nuansa lama. Semuanya familiar, sebagaimana musim panas 1997 kala si "nelayan pembunuh" kali pertama melancarkan aksinya. Setidaknya film ini mampu memperbaiki beberapa elemen yang digarap setengah matang oleh versi aslinya.

Gerombolan muda-mudi Southport generasi barunya masih berbagi ciri serupa Julie (Jennifer Love Hewitt) dan kawan-kawan dahulu. Ava (Chase Sui Wonders) adalah protagonis pemilik kompas moral, Danica (Madelyn Cline) merupakan pemegang gelar "Croaker Queen" yang berpacaran dengan Teddy (Tyriq Withers) si putra keluarga kaya, sedangkan Milo (Jonah Hauer-King) menjadi love interest dari Ava. Hanya saja di sini ada tambahan orang kelima dalam diri Stevie (Sarah Pidgeon) yang sempat menjauh dari teman-temannya akibat masalah pribadi.

Minimal di tangan Jennifer Kaytin Robinson, sosok "The Fisherman" lebih banyak bersenang-senang saat menangani mangsa dibandingkan pendahulunya dari 28 tahun lalu. Entah sekedar membiarkan para korban tenggelam dalam ketakutan sebelum benar-benar mati, atau memajang tubuh mereka sebagai karya seni sadis yang ia banggakan. 

Sederhananya, I Know What You Did Last Summer versi 2025 terasa lebih menyenangkan dari seniornya. Apalagi jumlah mayat yang jatuh ditambah lipatan ganda, meski poin ini seolah juga dipakai sebagai cara untuk mengakhiri kematian jajaran karakter utamanya. Orang-orang yang terlibat dalam kecelakaan di musim panas kembali menjadi incaran, namun kali ini naskahnya memberi alasan yang lebih masuk akal.

Sebuah twist di babak ketiga, yang berpotensi menyulut kontroversi di kalangan pecinta franchise-nya, hadir sebagai penegas bahwa serangkaian pembunuhannya bukan semata-mata perihal balas dendam, melainkan dampak trauma berkepanjangan yang berujung melahirkan sosok psikopat mematikan. Dari situlah Robinson dan McKendrick menyelipkan perihal gender ke dalam naskah.

Bagaimana keengganan laki-laki menangani luka secara layak atas nama maskulinitas justru membuat mereka jauh lebih rapuh dibandingkan perempuan yang cenderung lebih terbuka, juga terkait cara filmnya enggan memposisikan perempuan sebagai korban dalam film smasher melalui cara yang cukup "ekstrim". Di musim panas tahun 2025, perempuan adalah sosok penyalin.

Kelimanya berkumpul guna berkeluarga Danica dan Teddy, mabuk-mabukan di tengah jalanan tepi jurang pada malam hari, hingga lewatlah sebuah mobil yang terjatuh ke jurang karena oleng setelah berusaha menghindari mereka. Filmnya menukar peran "penabrak dan tertabrak", namun setelahnya, semua berjalan sesuai skenario lama. Pesan "Aku tahu apa yang kamu lakukan musim panas lalu" diterima, lalu satu per satu dari mereka jadi incaran pembunuh bersenjatakan kait es.?

Bedanya, naskah yang ditulis oleh sang sutradara, Jennifer Kaytin Robinson, bersama Leah McKendrick, menaruh lebih banyak perhatian pada elemen misteri whodunit yang di film aslinya bak pernak-pernik tak bermakna. Jumlah tersangka ditambah, tanda tanya mengenai identitas pelaku pun dipertebal. Nantinya Julie dan Ray (Freddie Prinze Jr.) hadir melengkapi status film ini sebagai sekuel warisan dengan mengemban peran sebagai penasihat, sementara Helen Shivers (Sarah Michelle Gellar) "dihidupkan lagi" menggunakan metode yang cukup cerdik untuk ukuran pedang remaja. 

Terkait metode eksekusi yang si pembunuh pakai, I Know What You Did Last Summer mungkin masih tertinggal dari rekan-rekan sejawatnya sesama pedang, baik terkait kreativitas maupun tingkat kebrutalan. Seolah-olah sang sineas terlampau khawatir membawa aksi pembunuhnya ke ranah over-the-top, dengan lebih jauh mengeksplorasi hal apa saja yang bisa mengaitkan es dan senapan yang dilakukan ikan terhadap tubuh manusia.