Jumat, 09 Januari 2026

A COMPLETE UNKNOWN

 A COMPLETE UNKNOWN


A Complete Unknown adalah film biografi yang dikemas terlalu biasa untuk sosok se-luar biasa Bob Dylan. Penuturan James Mangold selaku sutradara tak kuasa memecahkan teka-teki mengenai Dylan (mungkin tidak ada yang akan bisa), meskipun setidaknya kita bisa merasakan kekaguman sang sineas terhadap karya-karya milik musisi yang telah menjual lebih dari 125 juta keping album tersebut.

Dipresentasikan dengan visual grainy yang menghidupkan kembali dunia 60-an, alurnya mengadaptasi buku Dylan Goes Electric! karya Elijah Wald, yang sebagaimana judulnya siratkan, bakal memotret proses Bob Dylan bertransformasi dari figur terdepan dalam pergerakan musik folk, menjadi gambar kontroversial, bahkan dicap "pengkhianat", selepas memutuskan menerapkan musik elektronik dalam lagu-lagunya.

Semua berawal dari kenekatan Dylan muda (Timothée Chalamet) mencari rumah sakit tempat idolanya, Woody Guthrie (Scoot McNairy), dirawat akibat penyakit Huntington. Di situlah ia diperkenalkan dengan Pete Seeger (Edward Norton), yang membantu membuka jalan kesuksesan bagi Dylan di industri musik. Norton adalah penampu pendukung terbaik di film ini. Di tengah kontroversi Newport Folk Festival 1965, Seeger datang membawa persepsi yang terdengar valid nan meyakinkan mengenai persetujuan atas pilihan Dylan membawakan musik elektronik berkat kehebatan Norton membuat monolog.

Di sisi lain, Chalamet mampu menghidupkan nuansa misterius dari seorang Bob Dylan, pula bernyanyi dengan suara yang begitu mirip dengan sang legenda, tanpa harus terjatuh dalam impersonasi layaknya karikatur. Naskah yang Mangold tulis bersama Jay Cocks enggan menampilkan Dylan sebagai sosok sempurna. Penggambaran apa adanya itu pula yang Chalamet olah lewat aktingnya. 

Penggambaran apa adanya sama berarti film ini siap menampilkan Dylan sebagai individu yang tidak begitu disukai. Di tengah ekosistem dengan Sylvie Russo (Elle Fanning) yang melihat kemunculannya di sampul album The Freewheelin' Bob Dylan, kemungkinan dibuat berdasarkan Suze Rotolo yang menemaninya sedari awal karir, Dylan sempat berselingkuh dengan Joan Baez (Monica Barbaro), hingga melakukan tur berdua.

Newport Folk Festival 1964 dengan apik menangkap isi hati semua karakter, yang tersirat entah dari cara mereka membawakan lagu sebagai penampil di atas panggung, atau sebagai penonton yang merespon lagu tersebut. Mangold memang cukup cerdik perihal bercerita melalui musik. Para karakter tidak perlu terang-terangan menyuarakan perasaan mereka, karena Mangold membiarkan alunan nada mewakili semuanya. 

Tengok saja momen magis ketika Dylan dan Baez menyanyikan Blowin' in the Wind di atas kasur. Ada cinta di sana, setidaknya di mata Baez, yang tidak se-enigmatik si protagonis. Barbaro selalu menghipnotis lewat datangnya yang coba memecahkan misteri di balik kepala Dylan, lewat petikan gitar juga menyanyikannya yang menyuarakan puisi tentang misteri tersebut.

Sayangnya A Complete Unknown masih terjebak dalam penyakit film biografi konvensional, dengan gaya cerita yang terpecah menjadi fragment-fragmen penuh lompatan. Kecintaan Mangold terhadap karya Dylan pun tak jarang menjadi bumerang. Ada kalanya itu membantu sutradara bercerita melalui lagu, namun tak jarang juga melahirkan "adegan musik" berkepanjangan dengan substansi minimum. Itulah mengapa durasi filmnya mendekati dua setengah jam. 

Mengapa Dylan beralih ke musik elektronik? A Complete Unknown coba menggiring penonton untuk percaya bahwa semua itu didasarkan pada ketidaksukaan si penyanyi terhadap ekspektasi publik yang sematkan padanya. Dylan membenci kekangan. Tapi seperti apa proses berpikirnya? Mengapa pemuda yang nekat berkelana uang tanpa demi berdiskusi Woody Guthrie dapat berbalik ke arah seekstrim itu?
Mangold sendiri seperti kurang yakin dengan interpretasinya, namun terjebak di antara ketidakmampuan memecahkan teka-teki seorang Bob Dylan, dengan keharusan menjabarkan sosoknya sejelas mungkin guna melahirkan biopic konvensional. A Complete Unknown gagal memotret transformasi karakternya secara meyakinkan. Mungkin seperti yang Dylan sampaikan melalui lagunya: Jawabannya sobat, tertiup angin.

0 komentar:

Posting Komentar