This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 30 Mei 2025

Toko Barang Mantan (2020)

                                 Toko Barang Mantan (2020)



Pemeran: Reza Rahadian, Marsha Timothy, Dea Panendra, Iedil Putra, Roy Marten, Widi Mulia, Syifa Hadju, Brigitta Cynthia, Cemen, Fendy Chow, Stella Cornelia, Ligwina Hananto, Mpok Atiek, Laura Theux, Shareefa Daanish, Gading Marten, Valentino Peter
Sutradara: Viva Westi
Studio: MNC Pictures

Tristan (Reza Rahadian) bersama dengan kedua temannya yaitu Amel (Dea Panendra) dan Rio (Iedil Putra) membuka toko yang menerima dan menjual barang-barang mantan dari para customernya. Toko Barang Mantan yang dikelola Tristan ini mempunyai kelebihan dibandingkan toko penjual barang lainnya. Tristan, Amel dan Rio selalu menanyakan kisah disetiap barang dari para pelanggan.



Setiap harinya Toko Barang Mantan selalu ada saja yang ingin menjual barang ke toko mereka. Namun suatu hari, Toko Barang Mantan kedatangan mantan dari Tristan yaitu Laras (Marsha Timothy) yang membawa undangan pernikahan dengan sang kekasih yaitu Rio (Valentino Peter). Tiba-tiba perasaan Tristan hancur mendengar pujaan jantung itu akan segera menikah dengan pria lain. Tristan sebetulnya masih mencintai Laras, namun karena Laras adalah seorang perempuan yang membutuhkan kepastian untuk masa depan, akhirnya hubungan keduanya berakhir.

Melihat calon suami Laras yang mempunyai pendidikan tinggi dan pekerjaan yang mapan membuat Tristan kini mulai berpikir untuk bisa memperbaiki hidupnya dan berusaha keluar dari zona nyamannya. Tristan mulai kembali mencoba menyampaikan komunikasi dengan Sang Ayah (Roy Marten) yang kini sudah hidup bahagia dengan istri barunya (Widi Mulia). Tak hanya itu saja, Tristan pun kini mencoba menaikkan penjualan Toko Barang Mantan namun tidak sesuai dengan visi dan misi yang selama ini ia dan Amel dan Rio terapkan. Tristan bahkan berencana untuk melanjutkan kuliah dan skripsinya yang telah lama terbengkalai gara-gara fokus membangun usaha Toko Barang Mantan
Namun segala upaya yang dilakukan Tristan itu membuat orang-orang disekitarnya menjadi kecewa dan sakit hati. Hidup Tristan berubah drastis demi mengejar cinta lamanya tanpa memperdulikan perasaan orang lain, termasuk Laras sendiri. Apakah usaha yang dilakukan Tristan selama ini akan sia-sia?
Untuk segi cerita, film TOKO BARANG MANTAN (2020) ini rupanya tidak seringan dan seunik judulnya. Titien Wattimena mengemas kisah cinta antara Tristan dan Laras dengan perspektif soal pemahaman dan pandangan arti cinta dari keduanya yang sangat bersebrangan. Penonton diajak untuk mengenal secara pribadi masing-masing karakter dengan cukup baik dan meyakinkan. Karakter Tristan menjelma sebagai sosok yang keras kepala, gengsian dan mempunyai pendirian kukuh menuju satu hal. Sementara itu, karakter Laras muncul sebagai seorang perempuan yang selalu menanyakan kepastian. Konflik percintaan mereka yang tarik ulur sukses membuat emosi penonton diaduk-aduk. Dialog-dialog penuh emosi dari keduanya ditampilkan sangat luar biasa. Momen manis hingga pertengkaran keduanya sangat realistis. Tak hanya itu saja, Reza Rahadian juga sukses menampilkan Tristan dengan pesona playboy namun dengan kadar yang sangat pas. Timing gombalannya selalu tepat sasaran. Yang cukup membuat kami kecewa terhadap film ini mengenai babak akhir film yang terasa sangat dipaksakan untuk berakhir bahagia. Plot soal hubungan asmara antara Laras dan Rio pun sama sekali tidak ditampilkan lebih jelas, hanya berdasarkan dialog Laras saja.




Refrain (2013)

                                             Refrain (2013)

Pemeran: Afgan, Maudy Ayunda, Chelsea Elisabeth Islan, Maxime Bouttier, Stephanie Nepa, Aditya Firmansyah

Sutradara: Fajar Nugros

Studio: Gambar Maxima

Ini kisah tentang dua sahabat Niki (Maudy Ayunda) cewek gaul, girly yang juga anggota cheers di sekolahnya dan Nata (Afgan) cowok cuek, realistis, gemar menyimpan perasaan tapi mempunyai bakat dalam bidang musik. Bersahabat sejak dari anak ternyata ada warna yang berbeda ketika mereka menginjak bangku SMA. Hadir sosok Annalise (Chelsea Elisabeth Islan) yang merupakan anak pindahan dari sekolah lain yang mempunyai hobi fotografi. Niki langsung akrab dengan Annalise ketika tahu kalau Annalize itu anak dari seorang Super Model Dunia yang diidolakan nya.

Yang ketiga pun menjadi dekat, setiap ada tugas mereka selalu bekerja bersama sama, sampai waktu senggang pun mereka selalu habiskan bersama.

Dari kebersamaan dimasa puber itu ternyata menghadirkan sebuah perasaan suka satu sama lain. Nata memendam perasaan pada Niki tetapi dia tidak berani mengutarakannya, sama dengan Annalise, menyimpan rasa sayang pada Nata tetapi tidak berani juga mengutarakannya.

Ketika Nata akan menyampaikan perasaannya pada Niki, Niki sudah duluan jadian dengan Oliver (Maxime Bouttier) Kapten Tim Basket dari sekolah lain. Nata pun mengatasi refleksi dan kegalauannya dengan diam dan mengungkapkan semua perasaannya dalam lembaran kertas yang dibungkus dengan amplop biru karena tidak ingin merusak persahabatan mereka. Annalise pun demikian, dia hanya diam dan hanya mengkoleksi semua foto Nata dan "Obat Cacing" yang diberikan Nata.

Semua perasaan mereka terbongkar ketika Nata dan Niki mengunjungi Annalise yang tidak masuk sekolah. Persahabatan mereka pun renggang. Nata dan Niki saling menjauh, Niki ingin menganggap Nata hanya sebatas sahabat saja dan memilih Oliver. Tetapi Annalise bisa menerima keputusan Nata dan mereka tetap bersahabat.

Setelah mengetahui perasaan Nata, Niki pun menjadi dilema, Oliver pun mulai kecewa dengan sikap Niki yang berubah. Untuk mengatasi patah hatinya, Nata pun berencana setelah lulus SMA akan melanjutkan studi ke Austria untuk melupakan Niki. Akankah Cinta Nata dan Niki bersatu?

Untuk segi cerita, Film Refrain ini tergolong ringan yaitu tentang kisah cinta yang bermula dari persahabatan. Meski sangat klise, beruntungnya Fajar Nugros dan Haqi Achmad cukup berhasil membuat kisah cinta ini menjadi lebih indah, menarik dan tidak berlebihan. Lihat saja gambaran masa masa SMA di film ini begitu terasa kuat ditambah dengan konflik konflik sederhana ala anak sekolahan. Indahnya persahabatan karakter ketiga utama difilm ini juga begitu terasa dan mencuri perhatian! Salah satunya itu pada saat adegan bolos sekolah. Akan tetapi kehadiran Geng Helena cukup terasa mengganggu dan jatuhnya seperti FTV.

Untuk segi pemeran, kualitas akting seorang Maudy Ayunda memang semakin meningkat dan memukau. Memerankan sosok Niki yang girly, genit dan gaul begitu natural diperankannya. Difilm kedua nya, Afgan juga terlihat ada peningkatannya walaupun ada beberapa ekspresi yang masih terlihat sama akan tetapi ekspresi galau yang dibawakan oleh Afgan cukup berhasil dilakukannya. Debut Chelsea Elizabeth Islan juga cukup meyakinkan dalam memerankan Annalise, Ekspresi sedihnya cukup terasa dan natural.

Untuk segi pengaturan lokasi, tidak ada masalah yang cukup pas dengan pengambilan gambar yang memikat, akan tetapi ketika pengaturan lokasi dipindahkan ke Austria, sangat mengecewakan kualitas gambarnya sangat kurang tertata rapi dengan baik. Penempatan produk pembersih muka dalam Film Refrain ini juga ada dibeberapa bagian yang cukup mengganggu.

Untuk segi Music Scoring cukup pas. Cinta Datang Terlambat dari Maudy Ayunda begitu "menusuk nusuk hati" ketika dimainkan dalam film ini. Untuk lagu "Sabar" dari Afgan ada disatu part terlalu lama dimainkan dan mengganggu dialog antar karakter & untuk lagu "Refrain" yang dibawakan Nata di Austria begitu Indah!

Secara keseluruhan, terlepas dari kekurangan dan kelebihannya, Film Refrain ini cukup menarik dan layak disaksikan dibioskop, siap siap juga dengan dialog dialog "jleb" yang diucapkan dari Nata, Niki dan Annalize disepanjang film yang sukses diracik oleh Fajar Nugros dan Haqi Achmad!

Beautiful Disaster (2023)

                                    Beautiful Disaster (2023)

Pemeran: Dylan Sprouse, Virginia Gardner, Libe Barer, Michael Cudlitz, Brian Austin Green, Austin North, Rob Estes, Neil Bishop, Samuel Larsen, Jack Hesketh

Sutradara: Roger Kumble

Studio: Voltage Pictures, Wattpad Studios

Abby (Virginia Gardner) memutuskan hidup mandiri dan meninggalkan ayahnya yang dikenal sebagai raja judi di Las Vegas. Abby ingin menjadi remaja normal yang tidak menghabiskan banyak waktu bermain Poker meskipun bergelimang ratusan ribu Dollar. Selain itu, Abby juga ingin melanjutkan pendidikannya di kampus baru yang jauh dari Las Vegas.

Dengan berbekal uang tunai dari hasil bermain Poker, Abby pergi ke Sacramento untuk bertemu sahabatnya, America (Libe Barer) dan menjadi mahasiswi baru di sana. Setibanya di asrama, Amerika dan pacarnya, Shepley (Austin North) langsung mengajak Abby untuk berjalan-jalan di sekitar kampus sekaligus melihat pertandingan tinju amatir yang cukup populer disana. Pada kesempatan itu, sepupu dari Shepley yaitu Travis (Dylan Sprouse) siap bertanding melawan pesaing baru yang kabarnya akan merebut juara dari Travis. Ditengah aksi tinju, Travis terpesona saat pertama kali melihat Abby. Beruntung, Travis masih bisa fokus dan memenangkan pertandingan meskipun matanya selalu terhubung pada Abby.
Keesokan harinya, Abby akhirnya dikenalkan pada Travis oleh Shepley. Sosok Travis yang urakan, hobi berkelahi dan atraktif itu berbanding terbalik dengan Abby yang pendiam dan tidak banyak tingkah. Setelah berkenalan, diam-diam Abby menyimpan rasa kagum terhadap Travis dan sesekali ia juga Stalking Instagram milik Travis. Hal tersebut diketahui oleh Travis dan membuat Abby malu. Ia pun dengan tegas mengatakan hanya sebatas mengagumi tubuh atletis dan tattoo Travis saja bukan suka ataupun cinta.

Suatu hari, Abby tak sengaja berkenalan dengan seorang pria tampan lainnya yaitu Parker (Neil Bishop). Sebagai bentuk permintaan maaf karena kejadian perkenalan tadi, Abby bersedia untuk mengadakan pertemuan makan malam bersamanya. Sambil menghabiskan waktu malam, keduanya menghadiri pertunjukan tinju amatir di sebuah aula. Ternyata salah satu petarung yang akan bertanding adalah Travis. Abby terkejut dan berusaha tenang dihadapan Parker. Melihat lawan tinju Travis yang tinggi dan lebih besar membuat Abby khawatir. Travis sangat yakin jika dirinya akan menang. Ia pun mengajak Abby untuk bertaruh. Jika ia menang, maka Abby harus bersedia tinggal selama satu bulan dengan Travis. Dan jika ia kalah, Travis akan menuruti Abby untuk tidak melakukan seks bebas selama tiga bulan. 

Pertandingan ternyata berhasil memenangkan Travis. Abby pun mau tak mau harus bersedia tinggal selama satu bulan dengan Travis sesuai dengan kesepakatan. Sebelum tinggal bareng, Abby memberikan syarat agar mereka berdua jangan pernah melakukan hubungan intim. Keduanya pun sepakat. Selama tinggal bersama, mereka berdua sudah seperti teman dekat. Abby disibukkan dengan tugas-tugas kuliahnya sementara itu Travis sibuk bermain bersama teman-temannya. Diam-diam Travis memendam rasa cinta pada Abby.
Masalah muncul disaat Travis tak sengaja membaca pesan yang masuk dari seseorang bernama Mick ke laptop Abby. Isi pesan tersebut ternyata saling mengungkapkan rasa rindu satu sama lain. Travis sangat cemburu dan memutuskan pergi dari Apartemennya. Hal tersebut membuat Abby bingung sekaligus kesal, karena disaat dirinya sedang membutuhkan Travis malah pergi tanpa kejelasan. Selain itu, Abby juga mendapat kabar soal kebangkrutan ayahnya di Las Vegas yang terancam akan dibunuh oleh rekan bisnisnya di sana. Abby dilanda kebingungan. Akankah ia pulang dan menyelamatkan sang ayah meskipun harus kembali ke dunia judi?

The Nun II (2023)

                                          The Nun II (2023)

Pemeran: Taissa Farmiga, Bonnie Aarons, Jonas Bloquet, Storm Reid, Anna Popplewell, Katelyn Rose, Suzanne Bertish, David Horovitch, Andrew Morgado, Pascal Aubert
Sutradara: Michael Chavez
Studio: New Line Cinema, Atomic Monster, Warner Bros Pictures

Setelah peristiwa yang terjadi di gereja Saint Cartha Rumania, Suster Irene (Taissa Farmiga) yang kini sudah resmi menjadi seorang biarawati memutuskan mengabdikan diri di sebuah gereja terpencil di Italia. Sementara itu, Pastor Burke (Demian Bichir) kembali ke Vatikan dan Frenchie Maurice (Jonas Bloquet) berkelana keliling Eropa sebagai pekerja lepas dari satu gereja ke gereja lain. Mereka sepakat untuk melupakan semua kejadian di Saint Cartha dan tidak mau lagi terlibat dengan iblis berwujud biarawati bernama Valak (Bonnie Aarons) yang berhasil mengirimkan mereka ke neraka.
Empat tahun berlalu, beberapa gereja yang ada di Eropa mengalami serangkaian teror dan kematian mengerikan dari para pendeta dan juga biarawati. Suster Irene pun mendapat pengelihatan tentang permintaan panjang dari Maurice yang kini seseorang berada berada di mana. Keesokan harinya, Suster Irene mendapat telepon dari Kardinal atau pejabat senior gereja Roma untuk segera menyelidiki dan menghentikan kasus tersebut agar tidak semakin meluas. Suster Irene awalnya cukup ragu untuk menjalankan tugas tersebut karena Pastor Burke kini telah tiada, namun demi menyelamatkan banyak orang, ia akhirnya bersedia berangkat ke Tarascon, Perancis dengan ditemani rekan biarawati lainnya yaitu Suster Debra (Storm Reid).



Setibanya di Tarascon, Suster Irene dan Suster Debra langsung mendatangi gereja yang menjadi tempat kejadian kematian dari Pastor Noiret (Pascal Aubert). Dengan indera keenamnya, Suster Irene terkejut karena apa yang terjadi di Tarascon tersebut disebabkan oleh kekuatan supranatural dari iblis Valak yang ternyata masih gentayangan di dunia.
Disisi lain, Maurice kini bekerja di sebuah asrama sekolah yang ada di Perancis. Kehadiran Maurice tersebut tentunya sangat membantu sang pemilik asrama yaitu Madame Laurent (Suzanne Bertish) untuk mengurus berbagai keperluan harian asrama bersama dengan seorang guru bernama Kate (Anna Popplewell). Maurice juga dikenal sebagai idola para siswi sekolah, khususnya Sophie (Katelyn Rose) siswi pendiam yang selalu dibully oleh teman-temannya. Sekolah asrama mulai mengalami kejadian aneh. Para siswi sering mendengar suara-suara mengerikan dari lantai atas. Selain itu, Sophie dan guru di sekolah juga terkadang melihat Maurice merasa aneh dan berbicara sendirian.



Setibanya di Tarascon, Suster Irene dan Suster Debra langsung mendatangi gereja yang menjadi tempat kejadian kematian dari Pastor Noiret (Pascal Aubert). Dengan keenamnya, Suster Irene terkejut karena apa yang terjadi di Tarascon tersebut disebabkan oleh kekuatan supranatural dari iblis Valak yang ternyata masih gentayangan di dunia.
Setelah berhasil mendapatkan kesaksian dari para saksi di gereja Tarascon, Suster Irene dan Suster Debra kemudian mendatangi perpustakaan katolik untuk mengetahui tentang iblis yang sedang mereka hadapi. Dengan bantuan dari pustakawan disana, sosok iblis tersebut merupakan malaikat yang ditolak oleh tuhan dan kemudian memiliki kaitan dengan keturunan Saint Lucy yang sudah tersebar luas di wilayah Eropa. Kematian Pastor Noiret tersebut merupakan aksi balas dendam dari si iblis yang berusaha mendapatkan Relikui berupa pasangan bola mata yang disembunyikan di sebuah gereja. Terakhir diketahui, gereja yang dimaksud kini telah berganti menjadi asrama sekolah.
Suster Irene dan Suster Debra langsung pergi ke asrama sekolah untuk mendapatkan Relikui tersebut. Setibanya di sana, Suster Irene terkejut karena ia bertemu dengan Maurice yang sedang menyelamatkan anak-anak asrama dari serangan iblis. Ia pun terpaksa memberi tahu jika iblis Valak selama ini meresuki tubuh Maurice setelah peristiwa di Saint Cartha. Mendengar apa yang diungkapkan Suster Irene membuat Maurice sangat terpukul. Ia pun tak sadarkan diri dan tubuhnya kini dikendalikan oleh iblis Valak. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Iblis Valak menghidupkan siluman kambing dan mengejar semua orang yang ada di asrama.


Danur 2 Maddah (2018)

                                     Danur 2 Maddah (2018)

Pemeran: Prilly Latuconsina, Elena Victoria, Sophia Latjuba, Bucek Deff, Shawn Adrian, Sandrina Michelle, Annov Hariprabowo, Dea Panendra

Sutradara: Awi Suryadi

Studio: Gambar MD, Film Pichouse

Ibu (Kinaryosih) terpaksa harus pergi meninggalkan kedua anaknya, Risa (Prilly Latuconsina) dan Riri (Sandrina Michelle) karena urusan pekerjaan ayah mereka ke Malaysia. Risa dan Riri pun ditawari sementara bisa tinggal di rumah keluarga pamannya, Achmad (Bucek Deff) dan tantenya Tina (Sophia Latjuba) jika mereka kesepian. Om Achmad dan tante Tina mempunyai seorang anak remaja bernama Angki (Shawn Adrian).

Suatu hari, ketika Risa dan Riri berkunjung ke rumah keluarga tantenya itu tak sengaja melihat aktivitas tak biasa yang dilakukan oleh om nya. Ia lebih sering bolak-balik ke paviliun terbengkalai yang berada tak jauh dari rumah mereka. Tak hanya itu saja, om Achmad juga banyak menanam dan menyimpan bunga sedap malam di halaman dan di dalam rumah.

Kecurigaan Risa terhadap om nya itu semakin terasa kuat setelah ia tak sengaja melihat om Achmad bersama dengan sesosok perempuan. Risa yakin bahwa omnya itu telah berselingkuh dari tante Tina. Lalu semenjak kejadian itu, hal-hal aneh dan misterius juga mengingatkan keluarga om Achmad. Bahkan Riri dan Risa pun ikut merasakannya.

Sosok misterius yang mencoba mengganggu keluarga om Achmad adalah seorang hantu wanita Belanda yang menghuni paviliun bernama Elizabeth (Elena Victoria). Ia melihat sosok om Achmad seperti kekasihnya, Dimas (Annov Hariprabowo) yang tewas ditembak oleh ayahnya sendiri karena tidak merestui hubungan antara Elizabeth dan Dimas.

Untuk mendapatkan om Achmad, hantu Elizabeth menggunakan banyak cara. Ia menghantui anggota keluarga om Achmad. Satu persatu mulai dari tante Tina, Angki, Riri hingga Risa merasakan teror menyeramkan dari Elizabeth. Bersama dengan kelima teman hantunya, yaitu Peter, William, Jensen, Hendrik dan Hans, mampukah Risa menghentikan sosok Elizabeth yang menginginkan om nya?
Untuk segi cerita dan screenplay, jilid keduanya ini terasa jauh lebih rapi dibandingkan jilid pertamanya. Menit pertama film yang dibuka dengan cuplikan wawancara tampil lumayan mencuri perhatian dan terasa cukup creepy. Moment jumpscared yang ditampilkan kali ini sangat slowburn namun sukses mencapai klimaksnya. Ku sangat suka beberapa moment jumpscared tampil cukup mengesankan (terutama adegan dzikir, musholla, piano dan dua adegan yang diulang-ulang) dan bahkan intense seramnya naik bekali-kali lipat dibandingkan jilid pertamanya. Hal tersebut semakin didukung oleh gaya kamera serta sinematografi Awi Suryadi yang kali ini sangat ciamik hampir sekelas dengan film horror terbaiknya, 

Penyelesaian klimaks yang ditampilkan di akhir film pun tampil memuaskan. Ditambah lagi kemungkinan besar akan berlanjut di jilid berikutnya dengan sosok hantu Canting yang lagi-lagi membuat sangat penasaran melihat siapa yang memerankannya. 

Untuk jajaran pemain tampil tidak terlalu mengecewakan. Kemampuan akting Prilly Latuconsina kali ini jauh lebih diasah oleh sang sutradara. Sosok hantu Elizabeth yang diperankan oleh model cantik Elena Victoria pun tampil sangat menyeramkan. Kuyakin nih Elizabeth bisa jadi sosok hantu yg ikonik dan berkesan banget. Bucek Deff tampil sukses sebagai sosok yang diam penuh misteri. Shawn Adrian dan Sandrina Michelle juga tampil tidak mengecewakan. Yang sedikit mengecewakan menurutku adalah porsi Sophia Latjuba di sini begitu terbatas. Ditambah lagi kelima karakter hantu teman Risa dalam film ini juga tidak terlalu menonjol dan berpengaruh besar terhadap filmnya.

Love You Love You Not (2015)

                                 Love You Love You Not (2015)

Pemeran: Chelsea Islan, Hamish Daud, R.R Melati Pinaring, Miller Khan, Kemal Palevi, Pico Fahriza, Reynold Hamzah

Direktur: Dermaga Sridhar

Studio: Gambar MVP

Amira (Chelsea Islan) seorang guru les bahasa Inggris mendapat tawaran berupa sebuah tas cantik dan mahal dari Suchin (R.R Melati Pinaring) murid lesnya yang berasal dari Jepang secara cuma-cuma. Amira berjanji akan melakukan hal apapun demi mendapatkan tas itu secara gratis dari Suchin.

Namun hal itu ternyata membawa Amira pada hal "buruk" yang akan ia alami. Untuk mendapatkan tas tersebut, Suchin memberikan satu syarat pada Amira yaitu membantu untuk memutuskan hubungan dengan pacar Indonesia-nya yaitu Juki (Hamish Daud). Keinginan Suchin untuk putus dari Juki karena keduanya mempunyai keterbatasan dalam berkomunikasi secara lisan karena keduanya berbeda bahasa, budaya dan kebangsaan.

Ketika Amira mencoba menjelaskan keinginan Suchin pada Juki, penjelasan Amira tidak langsung diterima oleh Juki. Juki malah langsung meminta Amira untuk mengajarinya bahasa Inggris agar ia bisa menyusul Suchin ke Amerika.

Semula, Amira tidak berniat mengajari Juki. Namun karena Juki terdesak untuk mengejar mantannya yang pergi ke Amerika Serikat, maka Amira terpaksa membantu melancarkan bahasa Inggris-nya. Dengan susah payah Amira mengajari Juki dari nol. Seiring berjalannya waktu muncul perasaan suka satu sama lain antara Amira dan Juki. Namun keduanya berusaha untuk tidak menampilkan perasaan itu karena Amira sudah terlanjur menyukai Taufan (Miller Khan) salah satu murid di tempat lesnta yang berasal dari keluarga kaya raya. Amira juga tidak ingin menghalangi niat dan cinta Juki untuk mengejar Suchin. Juki juga sebenarnya merasakan hal yang sama dengan Amira, tapi dia sudah bertekad akan pergi menyusul Suchin.
Sampailah pada waktunya Juki mengikuti tes Bahasa Inggris sebagai tahap pergi ke Amerika. Akankah Amira menyatakan isi hatinya? Akankah Juki menyadari siapa sebenarnya cintanya? Dan bagaimana Amira menyikapi Taufan yang semakin hari semakin posesif dan sempurna?

Jika selama beberapa dekade ini industri Film Indonesia gemar membuat sebuah film dengan mengadaptasi dari judul novel atau buku yang mempunyai kredit mega best-seller, kali ini berbeda dengan Rumah Produksi MVP Pictures. Raam Punjabi membuat sebuah gebrakan baru, memproduksi Film Indonesia adaptasi dari Film Thailand berjudul I FINE.. THANK YOU.. LOVE YOU (2014) yang merupakan film terlaris di tahun 2014 di negara gajah putih itu. Film yang diproduksi oleh Rumah Produksi GTH itu adalah film komedi romantis yang sukses membuat publik Thailand tertawa terbahak-bahak dengan kekonyolan naskah dan ke-lebay-an karakter yang ada.

MVP Pictures dan Shidhar Jetty selaku sutradara pun mencoba kecerobohan tenaga untuk menghadirkan kekonyolan tingkat tinggi sama seperti versi aslinya. Namun kenyataannya, komedi yang dihadirkan cenderung terlihat agak maksa dan tidak terlihat natural seperti versi Thailand. Terlebih lagi beberapa adegan yang menyajikan komedi seks dan ucapan-ucapan tak sopan dalam film versi Indonesia ini rentan mengundang kontroversi karena budaya dan kebiasaannya berbeda dengan di Indonesia. Beruntung, di beberapa adegan baru yang tidak ada di versi Thailand lumayan berhasil mengundang tawa lapar-bahak.

Plot dan alur cerita pun tidak mengalir mulus dari awal hingga film selesai. Film Arah Sridhar Jetty ini pun mengalami kehilangan fokus dipertengahan hingga akhir film. Cerita pembelajaran bahasa Inggris yang dilakukan oleh Amira dan Juki menjadi tertutup oleh unsur komedi dan tingkah kekonyolan para pemainnya yang tiada ampun.

Dijajaran pemain, Chelsea Islan memberikan penampilan memukaunya sebagai seorang guru les bahasa Inggris. Sridhar Jetty sangat mengeksplor kemampuan Chelsea Islan lewat film ini. Hamish Daud pun tampil lumayan oke dalam memerankan sosok Juki yang tulen orang betawi. Namun dipertengahan hingga akhir film, logat dan gestur tubuh Juki malah semakin menjadi seperti Hamish Daud alias sisi bule nya keluar. Chemistry yang dihadirkan oleh keduanya juga tidak terlihat begitu alami ketika perasaan suka satu sama lain di antara mereka muncul.

Sangat penting juga, dari segi visual tidak konsisten dalam memberikan ketajaman gambar. Dibeberapa adegan masih ada yang terlihat buram dan pecah. Hal itu juga kemudian diperparah dengan efek green-screen dibeberapa bagian yang masih terlihat kurang mulus.

The Conjuring 2 (2016)

                                     The Conjuring 2 (2016)



Pemeran: Patrick Wilson, Vera Farmiga, Madison Wolfe, Frances O’Connor, Lauren Esposito, Benjamin Haigh, Patrick McAuley, Bob Adrian, Simon McBurney, Maria Doyle Kennedy, Simon Delaney, Franka Potente, Sterling Jerins, Steve Coulter, Joseph Bishara
Sutradara: James Wan
Studio: Warner Bros Pictures, New Line Cinema, RatPac Production

Beberapa tahun setelah berhasil menangani kasus Bathsheba yang menimpa keluarga Perron, Dua Cenayang Ed Warren (Patrick Wilson) dan Lorraine Warren (Vera Farmiga) semakin dikenal luas oleh dunia. Kemampuan keduanya tidak diragukan lagi dalam menangani hal-hal supranatural. Semakin tinggi popularitas The Warrens, ternyata masih ada beberapa orang yang tidak percaya akan hal-hal supranatural yang ditangani oleh The Warrens. Mereka berpendapat bahwa The Warrens beserta para kliennya adalah hoax belaka.
Di belahan benua lainnya tepatnya di Eropa, didaerah terpencil Inggris yaitu Enfield tinggal seorang ibu single-parent bernama Peggy Hodgson (Frances O’Connor) beserta keempat anaknya yaitu Margareth (Lauren Esposito), Janet (Madison Wolfe), Johnny (Patrick McAuley) dan Billy (Benjamin High). Mereka tinggal disebuah rumah tua mempersembahkan sang mantan suami yang sudah menceraikan Peggy. 
Suatu hari, sepulang sekolah, Janet membawa sebuah papan mainan kematian (ouija) hasil buatan Janet dengan temannya disekolah ke rumah. Iseng, ia mencoba papan itu dikamarnya. Namun hasilnya nihil. Ia tak merasakan aktivitas supranatural yang diharapkan.
Keesokan harinya, seluruh keluarga Peggy mulai mencium bau aneh di rumahnya. Janet pun secara ajaib telah berada diruang keluarga lantai bawah pada saat ia terbangun malam hari. Janet dan sang ibu berpendapat kejadian itu hanyalah fenomena ‘berjalan dalam tidur’. Seiring berjalannya waktu, hal-hal aneh dan misterius terus dialami oleh Janet. Tak hanya itu saja, adiknya pun merasakan hal yang sama. Billy yang berbicara sedikit melongo melihat dan merasakan salah satu kejadian aneh itu. Hingga puncaknya seluruh keluarga itu benar-benar diganggu oleh penghuni misterius rumah tersebut. Tak hanya keluarga Peggy saja, para tetangga bahkan kepolisian pun bisa merasakan teror supranatural itu. Teror yang dialami oleh keluarga Peggy kemudian menjadi sorotan media di Inggris dan dijuluki sebagai “Another Amytville In England”.
Beberapa pihak banyak yang beranggapan jika Keluarga Peggy Hudgson ini hoax semata-mata untuk mendapatkan penempatan rumah baru dari pengadilan dan pemerintah. Atas perintah kepolisian setempat, Pendeta Gordon (Steve Coulter) kemudian mengutus Ed dan Lorraine Warren untuk menyelidiki kasus keluarga Peggy di Enfield yang dimana banyak pihak yang kurang mempercayai kasus "Another Amytville in England" ini.
Lorraine awalnya sudah berjanji tidak mau lagi bermimpi dengan teror supranatural karena ia selalu mendapat penglihatan, sang suami Ed Warren akan terbunuh ketika sedang menghadapi teror supranatural dari sosok mahluk berwujud biarawati. Namun dengan kepercayaan dan keyakinan yang diberikan oleh sang suami, Lorraine akhirnya bersedia terbang ke London menemani sang suami menyelediki kasus teror keluarga Peggy.
Diluar dugaan, Lorraine dan Ed kali ini kembali harus menghadapi teror supranatural yang cukup kuat. Sosok misterius kali ini bahkan bisa memanipulasi jiwa-jiwa suci dengan kekuatan tergelapnya. Hingga bisa bersembunyi di dalam pandangan ke-6 Lorraine tentang sosok misterius yang sebenarnya. Akankah The Warrens mampu menangani kasus keluarga Peggy?
Masih setia mengikuti seri pertamanya, THE CONJURING 2 (2016) dibuka dengan cerita singkat tentang teror Amytville yang ditangani oleh The Warrens. Ketegangan intens sudah diberikan secara blak-blakan disini. Padahal film baru banget dimulai. Sungguh gila. Berbeda dengan seri pertamanya dimana horor intens begitu terjaga dan muncul secara perlahan tapi pasti.
Cerita kemudian berlanjut pada fokus cerita utama tentang keluarga Peggy. Disini James Wan kembali menghadirkan kemampuan apiknya meramu sebuah film horor dengan berbagai macam emosi. Kehangatan keluarga Peggy dan Romantisme The Warrens berjalan berbarengan dengan cerita horor yang berkelas. Salah satu hal yang membekas di film horor James Wan adalah adegan jumpscarednya. Di seri keduanya ini, jumpscared sungguh naik berlipat ganda dibandingkan seri pertamanya. Lukisan, lorong sempit hingga mainan anak-anak yang dipadukan dengan pengambilan gambar yang apik dan memukau pun bisa menjadi objek sempurna memberikan sensasi horor milik James Wan ini.
Seri keduanya ini juga memberikan sentuhan baru dibandingkan seri pertamanya yaitu cerita konflik pro-kontra. Sentuhan baru ini membuat film ini semakin menarik untuk disaksikan. Ada satu hal lagi yang membuat THE CONJURING 2 (2016) ini sangat menyenangkan ketika ditonton yaitu setan nya. Setan-setan kreasi James Wan di seri kedua tampil sangat sangat sangat menyeramkan. Mereka adalah Bill Wilkins, The Crooked Man hingga Valak The Demon of Snake yang kemunculannya semakin memperseram THE CONJURING 2 (2016). Meskipun ada satu setan yang terlihat sangat CGI.