This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 02 Juni 2025

Sundul Gan The Story of Kaskus (2016)

                       Sundul Gan The Story of Kaskus (2016)



Pemeran: Albert Halim, Dion Wiyoko, Pamela Bowie, Melissa Karim, Richard Oh, Baim Wong, Ernest Prakasa, Indra Birowo, Tanta Ginting, Paul Agusta, Masayu Anastasia, Afgan, Richard Kyle, Ronny P Tjandra
Sutradara: Naya Anindita
Studio: 700 Gambar, Putrama Tuta Productions

Andrew (Albert Halim) adalah seorang mahasiswa IT sekaligus pembuat situs Kaskus asal Indonesia yang tinggal di Seattle Amerika Serikat. Ia sudah sangat nyaman tinggal di Seattle dengan segala fasilitas yang serba cepat dan praktis termasuk fasilitas koneksi internet yang super kencang. Kenyamanan yang didapat Andrew itulah yang menyebabkan dirinya senang mengurus dan merawat situs Kaskus di Seattle. Kaskus sendiri ketika awal-awal dibuat oleh Andrew sudah populer dikalangan kolektor video dan foto melalui forum BB17. Para member forum BB17 bahkan Kecanduan ngaskus dimanapun dan kapanpun.
Disisi lain ada Ken (Dion Wiyoko) seorang mahasiswa yang baru saja tinggal di Seattle. Ia termasuk golongan pecandu berat game. Kedua orang tua dan keluarganya yang sukses mengembangkan bisnis di Indonesia sangat tidak menyukai kondisi anaknya yang sangat gila permainan. Dengan keinginan keluarganya, Ken ingin melanjutkan kuliahnya di Seattle Amerika Serikat demi kebahagiaan keluarganya.
Pada suatu malam ketika perkumpulan pelajar Indonesia mengadakan pesta, Andrew dan Ken akhirnya bertemu. Mereka kemudian berkenalan dan menjalin persahabatan.
Kehadiran Ken dalam kehidupan Andrew awalnya membawa dampak positif. Apartemen Andrew akhirnya tidak sepi lagi karena ada Ken yang selalu menemani dan memberi kehebohan dengan aktifitas games nya. Namun semakin lama, kegilaan Ken akan permainan terpaksa harus dihentikan oleh Andrew demi kesehatan Ken.
Bertahun-tahun berlalu. Ken yang sudah berpacaran lama dengan Pamela mempunyai ide untuk mengembangkan situs Kaskus menjadi semakin luas dan lebar. Ken optimis jika Kaskus diberi kesempatan untuk berkembang pasti akan menjadi salah satu situs terpopuler di Indonesia. Namun, ke optimisan Ken disambut dingin oleh Andrew. Ia merasa dengan Kaskus seperti ini sudah cukup baginya. Alasan lainnya yaitu terbentur modal. Andrew tidak mempunyai modal yang cukup untuk membuat Kaskus lebih besar.
Ken kemudian terus membujuk Andrew untuk bekerja sama membangun Kaskus di Indonesia menjadi lebih besar lagi. Ken berjanji jika keduanya kembali ke Indonesia, Ken akan berusaha sekuat tenaga mencari calon investor sana-sini demi Kaskusnya bersama Andrew itu.
Modal pertama, Ken meminjam modal pada kedua orangtuanya. Agar dapat dipercaya, Ken berjanji jika usaha yang kali ini akan dijalankannya akan sukses besar. Dan jika berhasil, Ken akan mengembalikan modal itu bersama dengan rencana pernikahannya dengan Pamela.
Menyewa rumah sederhana dipelosok gang Ibukota Jakarta sebagai kantor sementara, Kaskus pun resmi mempunyai kantornya. Awalnya Andrew mengeluh dengan kondisi kantor sementaranya yang serba minimalis. Namun Ken terus meyakinkan Andrew agar tetap bersabar karena dia akan berusaha mencari investor untuk Kaskus.
Hari demi hari berlalu. Keduanya berpacu dengan waktu untuk mendapatkan investor. Ken dibentrokkan dengan jadwal persiapan pernikahannya sementara Andrew tetap sibuk dengan Kaskusnya. Konflik-konflik kecil antara Ken dan Andrew juga ikut mengiringi keduanya dalam membesarkan situs Kaskus.
Akankah semua harapan dan cita-cita keduanya untuk Kaskus sebagai situs komunitas terbesar di Indonesia tercapai?



Just Mom (2022)

                                         Just Mom (2022)

Pemeran: Christine Hakim, Niken Anjani, Ge Pamungkas, Toran Waibro, Ayushita Nugraha, Dea Panendra, Haru Sandra, Jordan Omar

Sutradara: Jeihan Angga


Studio: Dapur Film, Media Taman Wisata Candi (TWC).

Diusianya yang semakin senja, Ibu Siti (Christine Hakim) kini hanya tinggal bersama anak ketiganya, Jalu (Toran Waibro) dan asisten rumah tangga, Mbak Sum (Dea Panendra). Anak pertama dari Ibu Siti yaitu Pratiwi (Niken Anjani) sudah menikah dan telah dikaruniai seorang anak laki-laki. Pratiwi dan sang suami bekerja mengelola Event Organizer sehingga hampir setiap hari selalu sibuk. Sementara itu, anak kedua Ibu Sri yaitu Damar (Ge Pamungkas) disibukkan mengejar karirnya di bidang arsitektur. Meskipun keluarga Ibu Siti semakin jarang bertemu, mereka selalu meluangkan waktu untuk menjaga silaturahmi melalui grup chat di Whatsapp.

Ibu Siti sendiri merupakan seorang bidan yang sudah pensiun. Alasan pensiun juga selain usia yang semakin tua, Ibu Siti mengidap kanker sehingga harus banyak istirahat. Selama menjalani pengobatan dan pemeriksaan ke dokter, Ibu Siti ditemani oleh Jalu. Pratiwi dan Damar semaksimal mungkin mempertemukan kesehatan Ibu Siti dari Jalu.

Karena terbiasa sibuk dan bekerja, Ibu Siti merasa kesepian dan tak bisa hanya berdiam diri saja dirumah. Bahkan setiap melamun, Ibu Siti selalu banyak pikiran dan membuatnya pusing. Karena tak ingin masa tuanya sama, Ibu Siti memutuskan untuk merawat seorang wanita ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa) yang tengah hamil tua bernama Murni (Ayushita Nugraha) di rumahnya. Kehadiran Murni di rumah membuat Jalu dan Mbak Sum khawatir akan keselamatan Ibu Siti. Bisa-bisanya Ibu Siti mengajak orang gila untuk tinggal bersama dengan mereka. Mbak Sum kemudian melaporkan hal tersebut kepada Pratiwi dan Damar.

Mendengar nyanyian ibu merawat orang gila membuat Pratiwi dan Damar terkejut. Mereka langsung pulang ke rumah untuk memastikan kabar tersebut. Ibu Siti memastikan jika ia baik-baik saja. Keputusan Ibu Siti untuk merawat Murni karena sedang hamil tua dan tidak mempunyai keluarga. Ibu Siti juga meminta Jalu dan Mbak Sum untuk ikut merawat dan mengawasi Murni agar semuanya baik-baik saja.

Kehadiran Murni di rumah membuat suasana menjadi hangat. Ibu Siti merawat Murni dengan telaten dan mengajari kegiatan sehari-harinya. Rasa kesepian yang dirasakan Ibu Siti perlahan mulai memudar setelah kehadiran Murni. Ibu Siti kembali merasakan seperti seorang ibu yang sedang merawat anak kecil.
Kehadiran Murni di rumah ibunya membuat Pratiwi dan Damar memutuskan untuk pulang ke rumah. Kerinduan Ibu Siti akan berkumpul keluarga akhirnya bisa terwujud. Sambil menghabiskan akhir pekan, keluarga Ibu Sri pergi jalan-jalan ke Candi Prambanan. Mereka semua tampak bahagia, termasuk Murni yang kini bisa tersenyum dan bermain bersama dengan anaknya Pratiwi.

Filosofi Kopi 2: Ben & Jody (2017)

                          Filosofi Kopi 2: Ben & Jody (2017)



Pemeran: Chicco Jerikho, Rio Dewanto, Luna Maya, Nadine Alexandra, Melissa Karim, Westny DJ, Aufa Dien Assegaf, Muhammad Aga, Ernest Prakasa, Joko Anwar, Tio Pakusadewo
Sutradara: Angga Dwimas Sasongko

Studio: Gambar Visinema, 13 Hiburan
Setelah memenangkan kompetisi berhadiah 1 miliar berkat Kopi Tiwus dan Kopi Perfecto, Ben (Chicco Jerikho) dan Jody (Rio Dewanto) memutuskan untuk menjual tempat Kedai Filosofi Kopi mereka dan berkeliling Indonesia menggunakan Kombi. Bertujuan untuk memperkenalkan "Kopi Terbaik" yang mereka racik untuk masyarakat luas.
Berbagai kota telah mereka lewati dan tak terasa perjalanan keliling Indonesia yang dilakukan Team Filosofi Kopi telah memasuki tahun kedua. Namun, perjalanan mereka terpaksa harus mengalami kendala saat Nana (Westny DJ) memutuskan untuk mengundurkan diri karena tengah mengandung anak pertamanya. Tak berhenti sampai disitu saja, dua barista lainnya yaitu Aldi (Aufa Dien Assegaf) dan Aga (Muhammad Aga) juga memutuskan untuk membatalkan diri dengan izin masing-masing.
Ben dan Jody menemui banyak kendala usai ditinggal Nana, Aga dan Aldi. Dilanda kegelisahan, Ben mempunyai ide untuk kembali ke Jakarta lalu kembali membangun kedai lama mereka dari awal. Tapi idenya spontan yang Ben pikirkan itu tak kepanjangan dari telapak tangan. Apalagi sekarang, kedai kosong yang dulunya tempat Filosofi Kopi mempunyai harga jual yang sangat tinggi ditambah menjamurnya kedai-kedai kopi di Jakarta membuat Ben dan Jody harus memutar otak untuk mewujudkan impian mereka itu.
Dengan bantuan Cici nya Jody (Melissa Karim), Keduanya berhasil mendapatkan beberapa kontak investor untuk membangun kembali Filosofi Kopi. Ben dan Jody berusaha meyakinkan para investor itu untuk berinvestasi sahamnya di kedai Filosofi Kopi. Usaha mereka menghasilkan hasil. Tarra (Luna Maya) seorang pengusaha menawarkan untuk berinvestasi di kedai Filosofi Kopi. Terlebih lagi, Tarra mempunyai rencana yang jauh lebih besar yakni mengekspansi kedai Filosofi Kopi ke luar kota Jakarta.
Kedai Filosofi Kopi pun kembali dibuka. Banyak para pecinta kopi Jakarta berbondong-bondong datang ke Kedai Filosofi Kopi. Namun sayang, sebuah insiden terjadi. Seorang penilai kopi memberikan review kurang mengenakkan terhadap kopi yang disajikan di Kedai Filosofi Kopi. Ben meyakini hal itu bisa terjadi gara-gara kinerja kerja Barista baru rekrutan Jody yakni Brie (Nadine Alexandra.
Kehadiran Tarra dan Brie memberikan warna baru bagi Kedai Filosofi Kopi sekaligus menguji sisi persahabatan antara Ben dan Jody yang telah terjalin bertahun-tahun lamanya.
Film jilid pertama yang diangkat dari Novel Cerpen karya Dee Lestari itu sukses panen dianugerahi diberbagai penghargaan penghargaan tingkat nasional. Mendengar cerita Ben & Jody akan dibuatkan kelanjutannya, membuat sebagian orang mungkin akan berkata "ngapain sih dibikin sekuelnya? satu aja udah cukup". Rasa kekhawatiran akan kualitas sekuelnya ini perlahan sedikit memudar ketika Angga Dwimas Sasongko & Jenny Jusuf kembali duduk dibangku sutradara dan penulis skenario. Dibantu oleh ratusan orang yang ikut berpartisipasi dalam membuat ide cerita, Angga Dwimas Sasongko akhirnya memilih cerita sekuel Ben dan Jody penuh dengan kisah persahabatan dan percintaan yang semakin kompleks dan berpotensi merenggangkan kedekatan antara Ben dan Jody.
Angga Dwimas Sasongko sukses menjawab bahwa sekuel untuk Ben dan Jody ini harus ada. Beliau sukses menghadirkan suasana hangat persahabatan lewat Ben dan Jody beserta karyawan-karyawannya. Cerita kemudian berlanjut ketika karakter Tarra dan Brie muncul. Konflik serta intrik mulai ditebar sang sutradara & penulis skenario dengan apik dan terasa natural. Skenario yang dibuat oleh Jenny Jusuf, Angga Dwimas Sasongko dan Irfan Ramli ini terasa sangat enjoy dan tidak berlebihan ketika ditonton. Plot-twist yang disajikan juga sebetulnya berpotensi menjadi lebay, tapi untungnya lagi-lagi ketiga penulis skenario mengambil cara yang sederhana dan natural untuk mengakhiri seluruh perjalanan Ben dan Jody. Pengedukasi-an tentang kopi yang diselipkan disekuelnya ini pun semakin menghangatkan keseluruhan cerita.
Chemistry Bromance antara Ben dan Jody yang diperankan Chicco Jerikho dan Rio Dewanto terasa semakin kuat dan mengesankan. Dibalik ego serta perbedaan sudut pandang yang dimiliki masing-masing, tersimpan rasa peduli yang sangat kuat di antara mereka. Melihat keduanya memerankan Ben dan Jody, gue jadi yakin bahwa sifat dan kelakuan mereka memang ada dalam kehidupan nyata. Yang membuat gue kagum berikutnya adalah Luna Maya. Gue begitu pling ngeliat penampilan akting Luna Maya disini yang penuh emosional. Angga Dwimas Sasongko sukses membuat sosok Tarra dan Brie yang dimainkan Nadine Alexandra tak kalah bersinarnya seperti Ben dan Jody.



Silam (2018)

                                            Silam (2018)

Pemeran: Zidane Khalid, Nova Eliza, Wulan Guritno, Surya Saputra, Richelle Snornicki, Dania Michelle, Anna Tarias

Sutradara: Jose Poernomo

Studio: Gambar MD, Film PicHouse

Baskara (Zidane Khalid) merasa sangat sedih dengan sikap ibunya (Nova Eliza) yang selalu memarahinya. Rasa sedih itu kemudian ia curahkan didepan batu nisan ayahnya, Alex (Surya Saputra). Setiap hari Baskara selalu menyempatkan diri untuk ziarah ke makam ayahnya.

Disekolah, Baskara juga tak disukai oleh teman-temannya. Mereka kesal karena Baskara begitu berani dan tidak mempercayai keberadaan mahluk halus yang ada di sekitar mereka. 

Suatu hari, Kelas Baskara mengadakan study tour ke Museum Maritim. Teman-teman yang tak suka berikutnya menantang Baskara untuk masuk ke sebuah ruangan di museum yang konon tempat ditemukannya seorang wanita yang mati gantung diri. Aksi perlawanan yang dilakukan Baskara ternyata tidak berhasil dan mengakibatkan ia jatuh pingsan setelah kepalanya terbentur ke lantai kayu di ruangan tersebut.

Ketika Baskara tersadar, ia mulai merasakan ada yang tak beres dengan pengelihatannya. Baskara bisa melihat hantu. Karena kaget dan ketakutan, ia lalu pergi dari museum. Ditengah malam itu, Baskara kebingungan. Ia lalu memutuskan untuk kabur dari rumahnya untuk mencari keluarga dari ayahnya yaitu Anton (Surya Saputra). Anton sendiri adalah adik kembar identik dari Alex yang menikah dengan Ami (Wulan Guritno) dan dikaruniai dua anak kembar perempuan bernama Amel dan Lia (Richelle Snornicki). 

Dengan menaiki bus, Baskara akhirnya tiba di rumah Om Anton. Kedatangan Baskara disambut hangat oleh keluarga Om Anton. Melihat keluarga pamannya yang harmonis dan bahagia membuat Baskara iri. Baskara rindu mendapat kasih sayang dari kedua orangtuanya yang sudah lama ia tak merasakan semenjak kepergian sang ayah. Kerinduan itu terobati dengan sikap Tante Ami dan Om Anton yang sangat baik pada Baskara. Mereka bahkan mempersilakan Baskara untuk tinggal disana sesuka hati.
Kebahagiaan Baskara ternyata harus sedikit terganggu karena ia sekarang memiliki kemampuan melihat mahluk halus. Disetiap malam, Baskara merasakan ada kejadian-kejadian ganjil yang terjadi dirumah Om Anton. Tak hanya itu saja, setiap malam ia selalu melihat seorang nenek tua (Anna Tarias) yang selalu lewat didepan rumahnya. Hal yang semakin aneh terus dirasakan oleh Baskara. Sikap Om Anton, Tante Ami, Amel dan Lia pun mengundang rasa curiga Baskara. Setiap hari, aktivitas yang mereka lakukan sama dengan hari sebelumnya. Hal-hal misterius lainnya pun semakin menghantui Baskara.

Mendapat gangguan itu, Baskara lalu menceritakan kejadian yang ia alami pada Irina (Dania Michelle), gadis bersepeda yang tinggal tak jauh dari rumah Om Anton. Irina mencoba menenangkan Baskara dan menyuruhnya beradaptasi dengan kemampuannya, karena tak semua mahluk halus yang mereka lihat mengganggu. Tapi apa yang dialami Baskara ini berbeda. Mahluk misterius itu tidak hanya mengganggu namun berusaha menyerang Baskara. Irina pun meminta bantuan pada sang nenek untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.

Fakta-fakta mengejutkan tiba-tiba mulai terkuak. Mengapa sosok mahluk misterius itu selalu menghantui Baskara?


Minggu, 01 Juni 2025

Alien: Covenant (2017)

                                      Alien: Covenant (2017)



Pemeran: Michael Fassbender, Katherine Waterston, Billy Crudup, Danny McBride, Demien Bichir, Carmin Egojo, Jussie Smollett, Callie Hernandez, Amy Seimetz, Benjamin Rigby, Noomi Rapace, James Franco
Sutradara: Ridley Scott
Studio: 20th Century Fox, TSG Entertainment, Scott Free Production

10 Tahun usai kegagalan pesawat angkasa Prometheus mencari asal-usul pencipta manusia, Wayland Corp memutuskan kembali mencari planet di ujung galaksi untuk mengembangbiakkan ras manusia di planet yang baru dan masih tetap mencari asal usul mereka.
Misi kali ini menggunakan pesawat luar angkasa bernama Covenant. Ketika 7 Tahun 6 Bulan lagi tiba ke planet di ujung galaksi yang bernama Origae-6, Pesawat Covenant mengalami guncangan akibat gelombang yang dihasilkan dari suatu ledakan bintang. Hal itu membuat beberapa tim eksplorasi Origae-6 terbangun dari hyper-sleepnya. Mereka adalah Daniels (Katherine Waterston), Oram (Billy Crudup), Tennesee (Danny McBride), Demien Bichir (LopĂ©), Karine (Carmin Egojo), Ricks (Jussie Smollett), Upworth (Callie Hernandez), Fariz (Amy Seimetz) dan Ledward (Benjamin Rigby). Namun sayang, sang kapten tim eksplore Origae-6 bernama Branson (James Franco) tidak terselamatkan akibat gangguan itu. 
Setelah memperbaiki panel pesawat Covenant, Oram yang kini menjadi pemimpin pengganti Branson mendapat sinyal samar-samar dari sebuah planet yang jaraknya lebih dekat dengan pesawat Covenant.
Ia memutuskan untuk menyelidiki asal usul sinyal itu dan merencanakan pendaratan di planet misterius itu. Ia yakin bahwa planet yang mengirimkan sinyal itu adalah planet yang layak untuk dihuni dan cocok untuk mengembangbiakkan ras manusia. Dibantu dengan Walter (Michael Fassbender) humanoid versi terbaru dan beberapa rekan lainnya, Oram akhirnya berhasil mendarat di planet itu. Mereka kemudian mengeksplor tiap sudut daratan di planet itu.
Tak disangka, rupanya mereka menemukan bangkai pesawat Prometheus. Di saat yang sama pula keadaan dua pesawat Covenant terbunuh diserang oleh sosok Neomorph di planet itu. Ditengah kondisi yang semakin mencekam, beruntung tim pesawat Covenant yang tersisa diselamatkan oleh David (Michael Fassbender), Humanoid yang sukses selamat dan bertahan hidup di planet tersebut berkat bantuan Elizabeth Shaw (Noomi Rapace) sebelum Elizabeth Shaw akhirnya meninggal pada saat pesawat Prometheus tiba di planet ini.
Kontroversi Makna Filosofis Film PROMETHEUS (2012) sukses menjadi bahan perbincangan dikalangan pecinta film kala itu. Banyak yang menganggap Ridley Scott berimajinasi terlalu pembohong menggambarkan sosok pencipta manusia dan alam semesta adalah seorang mahluk hidup. Sekuel dari Film PROMETHEUS (2012) juga menjadi salah satu film yang dinantikan oleh pecinta film Hollywood. Ending dari Film PROMETHEUS (2012) sendiri menurut pengalaman gue ketika nonton menjadi semacam benang merah untuk menggabungkan Film PROMETHEUS (2012) dan Saga Film ALIEN (1979) karya Ridley Scott. Ketika rumor bahwa Ridley Scott akan membuat film tentang Alien, banyak yang berspekulasi bahwa film tersebut adalah sekuel dari PROMETHEUS (2012).

Title: Finding Dory a.k.a Mencari Dory (2016)

                Title: Finding Dory a.k.a Mencari Dory (2016)



Pemeran: Ellen Degeneres, Albert Brooks, Ed O’Neill, Kaitlin Olson, Hayden Rolence, Ty Burrell, Diane Keaton, Eugene Levy, Sloane Murray, Sigourney Waver, Bob Peterson, Siska Tola, Syahrini, Raffi Ahmad, Maria Oentoe
Sutradara: Andrew Stanton
Studio: Disney, Pixar Animation Studios

Kini Dory (Ellen Degeneres, Siska Tola) tinggal bersama Marlin (Albert Brooks) bersama dengan anaknya Nemo (Hayden Rolence) di Great Barrier Rief. Mereka merupakan teman sekaligus keluarga satu-satunya untuk Dory. Dory sebetulnya mempunyai orangtua bernama Jenny (Diane Keaton) dan Charlie (Eugene Levy), namun semasa kecil, ketika Dory bermain ia terbawa arus dan pergi meninggalkan ayah dan ibunya. Namun sayang, Dory adalah seekor ikan yang pelupa dan mempunyai masalah dengan Ingatan. Ia mudah sekali melupakan hal-hal yang telah dialaminya meskipun itu terjadi selang beberapa detik.
Suatu hari, Dory diminta oleh Mr. Ray (Bob Peterson) seekor ikan pari yang merupakan guru di Great Barrier Rief untuk menjadi asisten guru menemani anak-anak murid melakukan Safari Lautan. Tiba-tiba disepanjang perjalanan, Dory mengingat hal di masa lalunya, termasuk ketika Pak Ray mengingatkan anak-anaknya untuk menjauhi arus, Dory langsung teringat dengan pesan ayahnya. Tak hanya itu saja, Dory melihat pasir dan beberapa kerang pun langsung teringat kedua orangnya. Merasa dia karena dia bisa mengingat itu semua, Dory kemudian jatuh pingsan.

Dengan kondisi yang belum pulih, Dory menempati “Jewel of Morro Bay, California”. Dan ketika ia sudah sadar, Dory merasa di tempat itu terdapat kedua orangtuanya dan ia memutuskan untuk pergi kesana. Awalnya Marlin menolak untuk menemani Dory untuk pergi ke California karena ia sudah kapok untuk berpetualang melintasi lautan, tapi tak lama kemudian Marlin kemudian setuju menemani sahabatnya itu menemukan keluarganya di sana. Alasannya karena ia pernah merasakan Dory saat Nemo hilang pada waktu itu.
Dengan bantuan kawanan kura-kura yang dipimpin oleh Crush (Andrew Stanton), mereka tiba di California. Namun, sesampainya disana, tiba-tiba Dory terjaring oleh pegawai Marine Life Institute yang bertugas mengkarantina berbagai spesies hewan laut. Di tempat karantina itu, Dory bertemu dengan Hank (Ed O’Neill), gurita oranye yang bisa menyamar seperti bunglon. Selama terpisah dengan Marlin dan Nemo, Hank lah yang membantu Dory dalam mencari keluarganya.
Sampai akhirnya Dory dan Hank bertemu dengan teman lamanya yaitu Destiny (Kaitlin Olson / Syahrini) seekor paus yang mengalami rabun jauh dan Bailey (Ty Burrell / Raffi Ahmad) seekor paus beluga yang tidak mempercayai kekuatan gelombang ultrasonik yang dimilikinya. Dengan dibantu ketiga temannya akhirnya Dory berhasil mencapai wahana laut lepas di Marine Life Institute yang konon itu adalah tempat kelahirannya dan rumah dimaan keluarganya tinggal.
Namun setibanya di sana, rupanya keluarga Dory tidak ada. Dua kepiting kecil yang melihat Dory kebingungan juga memberi Jenny dan Charlie telah lama pergi mencarinya dan tidak pernah kembali. Mendengar hal itu, Dory langsung sedih karena bertahun-tahun lamanya sejak ia kecil hingga sekarang tidak bertemu dengan keluarganya dan sekarang keberadaan orangtuanya pun tidak diketahui. Lalu akankah Dory menyerah dalam menemukan kedua orangtuanya? Lalu bagaimana nasib Marlin dan Nemo yang telah berpisah dengan Dory?
Menyajikan petualangan ikan Blue-Tang bernama Dory yang mempunyai penyakit mudah pikun bersama si ikan badut Marlin dan Nemo untuk mencari keluarganya. Cerita yang dihadirkan FINDING NEMO (2016) sangat mudah untuk diikuti. Sepanjang film disuguhi animasi yang enak dilihat mata dan diikuti oleh adegan-adegan yang membuat bahagia. Kelebihan Disney Pixar tak hanya visual yang memukau, sisi cerita pun seperti biasanya selalu memberikan bagian yang menyentuh hati. Edan. Film animasi tentang seekor laut bisa membuat yang menyaksikannya terharu. Tak hanya itu saja, sebelum menyaksikan perjalanan Dory, Disney Pixar seperti biasanya lagi memberikan short movie sebelum film dimulai. Kali ini berjudul PIPER. Yang bercerita tentang seekor anak burung dipinggir pantai yang ketakutan untuk mencari makanan. Dengan durasi singkat, PIPER sangat sukses memberikan isi film pesan yang menyentuh tentang pola asuh orang tua. Terbaik!
terasa makin Indonesia. Jajaran para dubbing pun yang awalnya gue ragukan ternyata tampil memuaskan. Pengisi suara Dory versi Bahasa Indonesia tak kalah apiknya dengan Ellen Degeneres dalam Dory versi Bahasa Inggris. Suara Dory ketika kecil dan Nemo dalam versi Bahasa Indonesia tak kalah lucu dan menggemaskan dengan versi Bahasa Inggris. Dua nama artis Indonesia yaitu SYAHRINI dan RAFFI AHMAD yang dugaan gue sebelum nonton sangat ragu ketika mereka ditunjuk ngisi suara film animasi sekelas Disney Pixar langsung terbukti tidak benar. Keduanya justru menjadi salah satu dubbing yang memukau. SYAHRINI yang terkenal sebagai penyanyi dengan suara manja dan desah terpampang nyata sangat pas memerankan Pausn Jauh bernama Destiny. Syahrini begitu baik dalam mengontrol suaranya sehingga tidak tampil manja lebay seperti biasanya. RAFFI AHMAD juga tampil cukup memuaskan men-dubbing Paus Beluga. Satu lagi yang cukup mencuri perhatian adalah suara dari Ibu Maria Oentoe yang terkenal suaranya lewat "PINTU TEATER 1 TELAH DIBUKA.." disalah satu jaringan bioskop ini beliau juga hadir memberikan suara ikoniknya dalam Film FINDING DORY (2016) versi Bahasa Indonesia.



Pompeii (2014)

                                           Pompeii (2014)

Pemeran: Kit Harington, Emily Browning, Carrie Anne Moss, Adewale Akinnuoye-Agbaje, Jessica Lucas, Jared Harris, Kiefer Sutherland, Sasha Roiz, dll.

Sutradara: Paul W.S. Anderson

Studio: Constantin Films, Impact Pictures, Sony & TriStar Pictures

Pada abad 62 SM, Suku Celtic yang terkenal akan keahliannya dalam berkuda dibantai dan dihapuskan oleh Bangsa Romawi yang dipimpin oleh Kolonel Corvus (Kiefer Shuterland). Satu-satunya Suku Celtic yang selamat adalah seorang anak kecil bernama Milo (Kit Harington) yang kedua orangtuanya terbunuh dibunuh oleh Corvus, kemudian ia ditawan menjadi budak oleh Bangsa Romawi.

17 tahun kemudian, Milo tumbuh menjadi sosok yang kuat dan dijuluki "The Celt". Seorang bangsawan dari Pompeii tertarik menampilkan Milo diarena gladiator di Pompeii untuk "adu" dengan para gladiator lainnya. Ditengah perjalanan dari Roma menuju Pompeii bersama ratusan budak lainnya ia bertemu dengan Putri Cassia (Emily Browning) putri kerajaan Pompeii, Sang Ayah Raja Severus (Jarred Harris) dan Sang Ibu Ratu Aurelia (Carrie Anne Moss) yang mengalami masalah dengan kereta kudanya.

Suatu hari, Kolonel Corvus dan anak buahnya datang ke Pompeii untuk investor membangun kembali Kota Pompeii. King Corvus pun menyambut gembira akan kabar tersebut. Akan tetapi, Cassia mengingatkan kepada kedua orang tuanya untuk membatalkan perjanjian tersebut, karena Kolonel Corvus korup terkenal di Roma dan mempunyai rencana jahat lainnya salah satunya meminang Cassia.

Diarena gladiator, Milo digambarkan dengan sosok Atticus (Adewale Akinnuoye-Agbaje) gladiator yang dikenal tak terkalahkan. Ia akan diberi kebebasan kemerdekaan jika berhasil mengalahkan Milo.

Kelicikan Kolonel Corvus pun terbongkar ketika ia menjadi senator dalam pertandingan gladiator. Ia berencana menghabisi seluruh gladiator dengan pasukan yang ia bawa dari Roma.

King Severus tidak bisa berbuat apa-apa karena diancam akan membatalkan seluruh perjanjian kerjasama dan akan memaksa Cassia untuk menjadi istrinya oleh Kolonel Corvus. 

Sayangnya, pada saat yang sama, Gunung Vesuvius yang berada di samping Pompeii sedang bergejolak. Gunung tersebut lalu meletus mengeluarkan bola-bola api. Saat seluruh rakyat berada di arena gladiator panik dan berhamburan menyelamatkan diri menuju pelabuhan terdekat. Amukan Gunung Vesuvius ternyata semakin membesar, magma pun turun dari mulut Gunung. Seluruh Kota Pompeii luluh lantak oleh amukan Vesuvius. Ketika seluruh rakyat Pompeii mencoba menyelamatkan diri ke pelabuhan, bencana dahsyat juga terjadi di sekitar pelabuhan.

Diangkat dari kisah nyata pada masa lalu tentang dahsyatnya letusan Gunung Vesuvius yang berhasil melenyapkan sebagian besar Kota Pompeii. Tidak lengkap rasanya jika sebuah film hanya menampilkan Bencana saja. Sang Sutradara, Paul W.S. Anderson menambahkan unsur drama romantis, drama bertengkar, pemberontakan dan gladiator. Akan tetapi unsur drama percintaan dan unsur lainnya yang muncul diawal menuju pertengahan film ini begitu datar dan membosankan. Chemistry yang ditampilkan Kit & Emily juga kurang mencuri perhatian. Tidak ada gladiator dalam film ini cukup berhasil disajikan dengan brutal dan sadis. Chemistry yang ditampilkan Kit & Adewale sbg seorang lawan kemudian menjadi kawan cukup kuat disepanjang film.

Beruntung menjelang pertengahan menuju akhir film, yang ditunggu tunggu yaitu Gunung Vesuvius akhirnya tiba juga! Paulus W.S. Anderson sukses menyuguhkan efek bencana yang memukau. Visualisasi Gunung Vesuvius yang meletus, mengeluarkan magma, abu hitam dan magma begitu terlihat nyata. Luluh lantaknya Kota Pompeii juga berhasil disajikan dengan baik.

Secara keseluruhan, Pompeii merupakan salah satu Disaster Movie yang sangat berhasil dalam segi visual bencana nya akan tetapi cukup lemah dibagian chemistry antar cast dan ceritanya. Andaikan saja efek bencana yang disajikan dari awal hingga akhir film pasti jauh lebih dahsyat.