This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 30 Mei 2025

The Shallows (2016)

                                        The Shallows (2016)



Pemeran: Blake Lively, Oscar Jaenada, Angelo Jose, Lozano Corzo, Jose Manual, Brett Cullen, Sedonna Legge, Janelle Bailey
Sutradara: Jaume Collet-Serra
Studio: Sony Pictures, Columbia Pictures

Berniat untuk melepas duka pasca kematiannya sang ibu, siswa kedokteran bernama Nancy Adams (Blake Lively) melakukan perjalanan ke sebuah pantai terpencil di Meksiko. Pantai tersebut merupakan tempat mendiang ibu berselancar ketika sedang mengandung Nancy. Namun ketika melakukan putaran terakhir sebelum pulang ke hotel Nancy kemudian sadar bahwa kini dia masih tidak sendirian, ada seekor hiu yang sedang mencari makan malam. Dengan jarak yang tidak jauh dari tepi pantai, bisakah Nancy selamat dari incaran hiu ganas itu?
Setelah Film JAWS (1975) karya Stephen Spielberg yang melegenda itu, tahun demi tahun (bahkan hingga 30-40 tahun kemudian) banyak film serupa tapi tak sama yang digarap serius hingga yang super konyol. Bahkan sekuel dari JAWS sendiri performanya semakin menurun dan menurun. Summer 2016 kali ini sutradara NON-STOP (2015) menghadirkan sebuah film serangan hiu berjudul THE SHALLOWS yang dibintangi oleh aktris Gossip Girl sekaligus istri Ryan Reynolds, Blake Lively.
Premis yang dihadirkan THE SHALLOWS (2016) sebagai film serangan hiu sebenarnya tidaklah ada yang baru. Survival melawan ganasnya hiu. Ceritanya pun pasti mudah ditebak. Namun dengan penggunaan lokasi yang berada diperairan dangkal serta tidak jauh dari tepi pantai serta penggunaan alat-alat gadget menjadi sesuatu yang baru dan poin plus untuk THE SHALLOWS (2016). Efek CGI dibeberapa bagian pun berhasil menampilkan efek thriller dalam film ini. Perjalanan bertahan hidup Nancy Adams yang diperankan dengan baik oleh Blake Lively tampil begitu cerdik dan masuk akal.
Blake Lively cukup berhasil mengambil simpati penonton ketika ia berjuang bertahan melawan serangan hiu diperairan bawah itu. Meskipun menurut gue, Blake Lively paling sempurna ketika ia memerankan Adaline dalam film

Ghost Writer 2 (2022)

                                      Ghost Writer 2 (2022)



Pemeran: Tatjana Saphira, Deva Mahenra, Endy Arfian, Moh Iqbal Sulaiman, Widyawati, Annisa Hertami, Ernest Prakasa, Asri Welas, Arie Kriting, Muhadkly Acho, Keira Vanaya, Kiki Narendra, Arief Didu, Minati Atmanagara, Sahila Hisyam, Ardit Erwandha, Djenar Maesa Ayu
Sutradara: Muhadkly Acho
Studio: Starvision Plus

Kesuksesan novel horor Ghost Writer membuat Naya (Tatjana Saphira) semakin populer. Tak hanya itu saja, sebagian besar penggemar bukunya kini menganggap Naya sebagai seorang cenayang karena bisa melihat dan berkomunikasi dengan hantu. Namun hal tersebut malah membuat Naya tidak nyaman. Naya ingin terkenal sebagai penulis berkualitas dan tidak mengandalkan cerita hantu-hantuan. Ia pun mulai meminta pada atasannya yaitu Alvin (Ernest Prakasa) dan Bu Broto (Asri Welas) agar memberi kesempatan untuk menulis novel di luar tema horor.
Sementara itu, kekasih dari Naya yaitu Vino kini semakin disibukkan dengan proses shooting film layar lebar. Hubungan antara mereka berdua pun sedang menuju ke tahap yang lebih serius. Tapi baik Naya maupun Vino, mereka memiliki keinginan yang berbeda saat membahas urusan pernikahan. Naya ingin mengadakan acara pernikahan yang sederhana dan mengundang kerabat terdekat saja. Namun Vino ingin lebih meriah karena tuntutan sang ibu yaitu Ibu Anna (Widyawati) yang berprofesi sebagai Dokter. Hal tersebut membuat Naya sedikit kecewa pada Vino dan berpikir lebih baik dalam pernikahannya.
Seiring berjalannya waktu, hubungan Naya dan Vino semakin renggang. Naya disibukkan dengan rencana kolaborasi menulis novel Anthology bersama penulis idolanya agar bisa menghapus gambar cenayang dan horor yang sudah melekat pada diri Naya. Berbanding terbalik dengan Vino yang merasa sedih dan menjadi tidak fokus saat melakukan shooting. Ditengah kesibukannya itu, secara mengejutkan Naya kembali melihat penampakan hantu wanita berambut panjang. Naya berusaha untuk tidak peduli lagi dan memilih fokus untuk menulis novel.
Disaat hubungan Naya dengan Vino sedang merenggang. Naya harus menerima kenyataan pahit jika Vino meninggal karena mengalami kecelakaan saat berada di lokasi syuting. Hal itu membuat Naya sangat sedih dan berkabung selama beberapa hari. Setelah melewati masa suram, adik dari Naya yaitu Darto (Endy Arfian) dikejutkan bisa melihat arwah Vino yang masih ada di rumah mereka. Naya dan adiknya itu heran kenapa Vino malah gentayangan. Selain itu, mereka bertiga juga harus melemparkan hantu wanita yang selama mengikuti Naya. Setelah ditelusuri, ternyata sesosok hantu itu mempunyai kaitan dengan karier Vino saat dirinya berada di Lampung untuk keperluan pengambilan gambar. Vino, Naya, Darto dan teman-temannya Billy (Moh Iqbal Sulaiman) kemudian bekerja sama membantu hantu wanita bernama Siti (Annisa Hertami) itu untuk menemukan anak berusia sebelas tahun, Murni (Keira Vanaya) yang ia tinggalkan demi merantau ke Ibukota. Vino sangat yakin setelah membantu Siti, ia bisa pergi dengan tenang selamanya.



Karakter Naya harus menghadapi dilema tentang kariernya yang sukses dengan jalur yang tidak sesuai dengan karakteristik. Naya terjebak pada popularitas sebagai penulis novel sekaligus cenayang. Ia berusaha untuk keluar dari gambaran tersebut namun permasalahan lain muncul. Pendalaman karakter Naya disini harus dianggap bagus. Tahapan demi tahapan yang Naya rasakan tervisualkan dengan masuk akal dan tidak berlebihan. Plot soal hubungan asmara antara Naya dengan Vino pun semakin menarik perhatian terutama saat Vino sudah meninggal lalu muncul sebagai hantu. Ditangan Muhadkly Acho, elemen horor dalam film ini tidak sepenuhnya menyeramkan. GHOST WRITER 2 (2022) malah lebih cocok disebut sebagai film drama komedi dengan sedikit sentuhan horor. Plot menarik lainnya datang dari kisah hubungan antara ibu anak lewat karakter Vino - Ibu Anna dan Murni - Ibu Siti. Dari dua plot tersebut aku lebih suka hubungan Vino dengan ibunya. Andai saja Acho lebih mengeksplor cerita pada mereka berdua pasti akan jauh lebih dahsyat dibandingkan kisah Murni dan Ibu Siti yang terasa terpisah dari ruang lingkup Vino maupun Naya. Untuk urusan komedi, sebetulnya film ini masih terbilang menarik. Kekuatan utama film komedi ini berasal dari reaksi alami para karakternya dengan dialog dan kelakuan yang tidak template khas film-film horor. Duo Darto dan Billy kembali berhasil mencuri perhatian dengan segala tingkah lakunya yang ngebet ingin viral namun penakut.


Kamis, 29 Mei 2025

Eiffel.. I'm In Love 2 (2018)

                                Eiffel.. I'm In Love 2 (2018)

Pemeran: Shandy Aulia, Samuel Rizal, Shafira Indah, Marthino Lio, Tommy Kurniawan, Helmy Yahya, Hilda Arifin, Shakira Alatas

Sutradara: Rizal Mantovani

Studio: Film Soraya Intercine

Saat menghadiri pesta pernikahan temannya, Tita (Shandy Aulia) duduk manis sendiri sambil melamun melihat teman-temannya kini sudah menikah. Dalam hati, ia merasa sedih, karena sering mendapatkan pertanyaan "kapan nikah?" dari orang-orang disekitarnya. Tita begitu setia menunggu pacarnya, Adit (Samuel Rizal) yang tinggal di Paris. Mereka berdua sudah berpacaran 12 tahun lamanya namun Adit tak kunjung mengajak Tita ke pelaminan.

Suatu hari, Tita mendapat kabar bahagia. Ayahnya (Helmy Yahya) mengajak seluruh keluarganya untuk pindah sementara ke Paris. Tita begitu senang akhirnya bisa satu negara dengan Adit setelah 12 tahun hubungan mereka terpisah oleh jarak.

Di Paris, Tita beserta kedua orangtuanya dan Uni (Saphira Indah) sahabatnya yang kini telah menikah dengan kakaknya yaitu Alan (Tommy Kurniawan) tinggal sementara di rumah Adit sebelum menyewa apartemen sendiri. Semua hal-hal manis dan romantis bersama Adit muncul dalam bayang-bayang Tita. Tapi, semuanya selalu berakhir dengan konflik dan konflik di antara mereka. Hadirnya Adam (Marthino Lio), teman Tita di Jakarta serta Celine, teman bulenya Adit juga membuat konflik semakin memanas. Akankah impian Tita menikah dengan Adit terwujud?

Nostalgia pun terasa ketika menit pertama film dimulai dengan menampilkan slide-slide foto film pertamanya yang cukup sukses bikin kumerinding nostalgia. Tak hanya itu saja, contoh lainnya yakni momen makan makanan favorit Tita di McDonalds, beberapa pemain yang masih tetap sama hingga gaya rumah serta kamar Tita masih menyerupai jilid pertamanya. 

Konfliknya pun tidak jauh berbeda dengan yang dulu. Namun konflik tersebut tetap dikemas dengan lucu dan menggemaskan khas Tita dan Adit. Disini sang penulis skenario juga menghadirkan beberapa konflik yang tak sekadar lucu saja namun tetap memberikan pesan yang cukup mendalam untuk para pejuang hubungan jarak jauh. Dan segala kelakuan Tita pun terasa sangat wajar ia lakukan disepanjang film ini.

Jarak pemainnya pun secara ajaib masih terasa seperti 15 tahun lalu, tidak mengalami perubahan yang drastis. Shandy Aulia dan Samuel Rizal menjadi nyawa utama dalam film ini. Chemistry serta gestur keduanya tak ada bedanya dengan Tita dan Adit pada tahun 2003 lalu. Saphira Indah yang memerankan Uni juga walaupun disini diceritakan sudah menikah, tapi masih terasa bocah dan selalu menjadi sahabat yang lucu bagi Tita. Cukup mencuri perhatian nih Indah!

Untuk urusan sinematografi, Soraya Intercine Films memang sudah tidak perlu diragukan lagi dan seperti sudah mempunyai merek dagang sendiri yakni mewah, megah dan indah. Sisi music scoring serta soundtrack yang digarap oleh Melly Goeslaw dan Anto Hoed juga terasa sangat Paris. Alunan lagu yang awalnya terasa biasa saja, namun ketika diputar berbarengan dengan cerita dalam filmnya, lirik serta musiknya terasa pas dan bagus banget!

Hello Ghost (2023)

                                         Hello Ghost (2023)

Pemeran: Onadio Leonardo, Enzy Storia, Indro Warkop, Tora Sudiro, Hesti Purwadinata, Ciara Nadine Brosnan, Egy Fedly, Tarzan, Jaja Miharja, Yurike Prastika, Barry Prima, Uli Herdinansyah

Sutradara: Indra Gunawan

Studio: Gambar Falcon


Hidup sebatang kara dengan kondisi ekonomi yang serba sulit membuat Kresna (Onadio Leonardo) semakin putus asa. Berbagai cara sudah ia lakukan untuk mencoba mengakhiri hidup, namun hasilnya selalu sia-sia. Terakhir, Kresna mencoba menenggelamkan diri di kolam renang rusun tapi berhasil diselamatkan oleh tetangganya, Linda (Enzy Storia) dan segera dibawa ke rumah sakit.

Ketika Kresna tersadar, Linda yang merupakan suster di rumah sakit menyarankan Kresna untuk berkonsultasi ke Psikolog agar supaya mengurangi beban hidup yang selama ini ia tanggung. Namun hal aneh justru dirasakan oleh Kresna gara-gara ia bisa melihat empat hantu sekaligus yang selalu mengikuti kemanapun. Hal tersebut membuat orang-orang disekitar Kresna khawatir karena sering melihat dirinya berbicara sendirian. Kresna kemudian memaksa empat hantu tersebut untuk pergi dari hidupnya agar tidak dianggap gila, namun usahanya selalu gagal.

Karena terpaksa, Kresna pun memperkenalkannya dengan keempat hantu itu. Mereka adalah Kuatno (Indro Warkop), Bima (Tora Sudiro), Lita (Hesti Purwadinata) dan Chika (Ciara Nadine Brosnan). Keempat hantu ini sepakat akan pergi dari hidup Kresna jika Kresna membantu mewujudkan cita-cita mereka. Kuatno ingin mendapatkan radio kesayangannya yang kini ada di tangan seorang dukun. Bima ingin naik angkot tua dan pergi ke pantai untuk berenang. Chika ingin bermain sepatu roda bersama Kresna, dan Lita ingin belanja ke pasar lalu memasak yang banyak di rumah. Selama mewujudkan cita-cita empat hantu itu, Kresna juga semakin dekat dengan Linda berkat bantuan Chika dan juga Lita. Namun tak sedikit juga masalah datang mendekati Kresna gara-gara kelakuan Kuatno dan juga Bima.

Masalah muncul disaat Kresna mempunyai rencana untuk mengajak Linda ke pelaminan. Banyak hal yang tidak sejalan di antara mereka. Linda tak menyangka jika Kresna masih sering berbicara sendiri dan menganggap dirinya bisa berbicara dengan hantu. Sementara itu, Kresna berusaha mewujudkan keinginan terakhir dari ayahnya Linda yang baru saja meninggal. Akankah keduanya bisa bersatu? Lalu bagaimana akhir cerita keempat hantu setelah impian mereka terwujud berkat Kresna?

Pada paruh awal film, kegelisahan seorang pemuda paruh baya yang hidup sebatang kara lalu berusaha untuk mengakhiri hidup ditampilkan lewat karakter Kresna. Pada bagian ini, Indra Gunawan dan Alim Sudio seharusnya masih bisa untuk mengeksplor kehidupan sehari-hari Kresna dengan menampilkan adegan misalnya ia sulit mendapat pekerjaan, diremehkan orang lain, dikejar-kejar penagih hutang dan lain-lain. Namun sayang, keduanya malah bermain aman dengan menonjolkan komedi-komedi yang menurutku garing banget, karena tidak ada korelasinya dengan Kresna sendiri. Sejujurnya, paruh awal film HELLO GHOST (2023) versi Indonesia ini terasa hambar dan melelahkan. Untungnya, setelah keluar dari suasana komedi serba garing itu, Indra Gunawan dan Alim Sudio langsung tancap gas menghadirkan drama tentang keluarga yang menjadi kejutan tak terduga di babak akhir film ini. Tanpa basa-basi plot twist tersebut berhasil membuat menangis brutal dan banjir air mata. Saya sangat beruntung karena belum menonton versi Korea Selatan nya, jadi bisa lebih maksimal merasakan kejutan tersebut.

Di Ambang Kematian (2023)

                               Di Ambang Kematian (2023)

Pemeran: Teuku Rifnu Wikana, Taskya Namya, Wafda Saifan, Kinaryosih, Giulio Parengkuan, Farras Fatik, Raya Adena Syah, Elly D. Lutan

Sutradara: Azhar Kinoi Lubis

Studio: Gambar MVP

Tahun 2001, kondisi kesehatan Ibu Suyatno (Kinaryosih) semakin menurun. Sekujur tubuhnya dipenuhi benjolan serta sering mengalami demam tinggi. Yoga (Farras Fatik) dan Nadia (Raya Adena) selalu mengawasi sang ibu disaat sang ayah, Pak Suyatno (Teuku Rifnu Wikana) sedang sibuk bekerja. Suatu sakit, Ibu tiba-tiba muntah darah hingga tak sadarkan diri. Yoga sangat kesal dengan sikap ayahnya yang pergi begitu saja usai memberi ibu obat.

Menjelang malam pergantian tahun baru, Ibu terlihat sehat dan menyiapkan makan malam bersama di dapur. Yoga dan Nadia sangat senang akhirnya bisa menikmati lagi masakan sang ibu sambil merayakan tahun baru di rumah. Kehangatan keluarga Pak Suyatno seketika berubah menjadi petaka mengerikan setelah sang ibu tiba-tiba mencelakai dirinya sendiri di dapur. Mereka pun langsung pergi ke rumah sakit. Namun sayang, dalam perjalanan, sang ibu mengakhiri nafas terakhirnya.

Sepuluh tahun berlalu, Yoga (Wafda Saifan) dan Nadia (Taskya Namya) sudah beranjak dewasa. Pak Suyanto kini disibukkan dengan toko sembakonya yang semakin laris. Rumah yang tempat mereka pun kini sedang dalam kondisi baik. Pak Suyatno akhirnya merasa lega apa yang ia impikan selama ini untuk memberikan kehidupan yang layak bagi keluarga sudah bisa terpenuhi. Namun dibalik kehidupan yang serba berkecukupan itu, Yoga tidak bisa hidup dengan tenang. Hampir setiap hari ia selalu bermimpi buruk dan sering melihat hal-hal gaib yang hanya terlihat oleh dirinya sendiri. Pak Suyanto selalu berusaha untuk membawa Yoga ke dokter namun ditolak. Yoga sangat yakin jika apa yang terjadi pada dirinya itu disebabkan oleh aktivitas tak wajar sang ayah di belakang rumah. Yoga pun akhirnya menceritakan semuanya pada Nadia dan mengajaknya untuk melihat apa yang dilakukan ayah mereka saat malam hari di belakang rumah.

Melihat ayahnya yang melakukan ritual sesat Kandang Bubrah dengan kambing hitam, membuat Nadia sangat marah. Ia dan Yoga pun berusaha menghentikan ayah namun semua usaha mereka sia-sia. Yoga semakin sering mendapat gangguan misterius. Pak Suyatno pun mau tak mau tetap menjalankan ritual Kandang Bubrah demi melindungi keluarganya.

Waktu terus bergulir, dampak dari ritual Kandang Bubrah semakin menghantui keluarga Pak Suyatno hingga mengancam nyawa mereka masing-masing. Mampukah Pak Suyatno mengakhiri semua yang telah terjadi?
Dua tahun terakhir, industri perfilman Indonesia hampir didominasi oleh film bergenre horor. Bahkan untuk tahun ini saja, film Indonesia terlaris masih dipegang oleh horor. Rumah produksi MVP Pictures kembali menghadirkan film horor terbaru yang kali ini bukan dari Kuntilanak Universe. Film terbarunya ini diadaptasi dari Thread Viral milik akun @JeroPoint yang pertama kali diposting pada April 2022 lalu. Thread tersebut sudah dibaca jutaan kali dan kini sudah tersedia versi novelnya dengan alur cerita yang luas karena mengambil sudut pandang dari pemilik cerita dan juga sang penulis yaitu, Jeropoint itu sendiri.
Dua tahun terakhir, industri perfilman Indonesia hampir didominasi oleh film bergenre horor. Bahkan untuk tahun ini saja, film Indonesia terlaris masih dipegang oleh horor. Rumah produksi MVP Pictures kembali menghadirkan film horor terbaru yang kali ini bukan dari Kuntilanak Universe. Film terbarunya ini diadaptasi dari Thread Viral milik akun  yang pertama kali diposting pada April 2022 lalu. Thread tersebut sudah dibaca jutaan kali dan kini sudah tersedia versi novelnya dengan alur cerita yang luas karena mengambil sudut pandang dari pemilik cerita dan juga sang penulis yaitu, Jeropoint itu sendiri.



Namun yang menarik disini, tema pesugihan tersebut dipadukan dengan drama keluarga yang begitu kuat. Film langsung dibuka dengan kedekatan kakak beradik dari Yoga dan Nadia saat mereka khawatir akan kondisi kesehatan ibu yang terus memburuk. Saat rahasia dan ritual pesugihan yang selama ini dilakukan oleh karakter Pak Suyatno terkuak, plot tetap fokus terhadap inti keluarga saja dan tidak melebar kemana-mana. Alhasil, terciptalah rasa empati penonton terhadap keluarga Pak Suyatno meskipun mereka harus turun temurun mengalami kesialan akibat pesugihan Kandang Bubrah. Film ini juga terasa semakin realistis saat keluarga Suyatno berusaha melepaskan diri dari jeratan pesugihan dengan tidak melakukan tobat dan berakhir bahagia seperti film-film kebanyakan. Pemilihan akhir cerita seperti ini menurutku terasa lebih realistis karena orang-orang yang sudah terjerumus pada suatu dosa besar pasti semakin jauh dari agama. Momen saat keluarga Pak Suyatno yang tersisa kemudian memilih untuk pasrah, sukses membangkitkan rasa sedih para penonton. Visualisasi dari iblis kambing yang disembah oleh Pak Suyatno tampil sangat menyeramkan. Momen membayangkan keluarga Pak Suyatno bikin ngilu! Adegan makan malam terakhir dieksekusi dengan sangat luar biasa mengerikan sekaligus mengharukan! Gila.
Untuk jajaran pemain, penampilan Teuku Rifnu Wikana, Taskya Namya, Wafda Saifan, Kinaryosih, Farras Fatik dan Raya Adena berhasil menjadi sebuah keluarga yang meyakinkan. Bahkan visual dari Yoga Nadia versi kecil dan dewasa terlihat sangat mirip. Kehadiran Giulio Parengkuan juga porsinya tidak berlebihan dan tidak dipaksakan sebagai karakter heroik untuk menyelamatkan keluarga Nadia. Karakter Bastala bisa saja menjadi sudut pandang dari sosok JeroPoint atau bisa juga kedepannya dilanjutkan pada cerita-cerita lain yang ditulis oleh JeroPoint itu sendiri.

Arwah Tumbal Nyai 2: Part Nyai (2018)

                       Arwah Tumbal Nyai 2: Part Nyai (2018)

Pemeran: Ayu Tingting, Aqila Herby, Raffi Ahmad, Ayu Dyah Pasha, Otig Pakis, Dewi Perssik, Zaskia Gotik

Sutradara: Arie Azis

Studio: Gambar RA

Usai teror arwah penari jaipong dan Nyai yang dialami oleh Surkiani (Zaskia Gotik), kini giliran Rosmalina (Ayu Tingting) seorang ibu single parent dari Nayla (Aqila Herby) yang mengalaminya. Rosmalina sendiri bekerja sebagai seorang staf di bioskop dan sering pulang malam hari. Suatu hari, ia harus pulang lebih cepat karena sang nenek (Jajang C. Noor) yang telah lama sakit, keadaannya semakin melemah hingga tak lama kemudian ia meninggal. Rosma dan anaknya merasa sedih atas kepergian sang nenek.

Usai kematian neneknya, Nayla mempunyai teman baru dirumahnya yang bernama Nyai. Serentetan kejadian aneh perlahan menimpa keluarga Rosma. Sosok Nyai bahkan menghantui Rosma hingga ke tempat kerjanya. Dengan bantuan Reno (Raffi Ahmad) pacarnya, ia mulai menelusuri rumah nenek dan mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi. Disana, mereka menemukan sebuah surat yang berisikan, siapa saja yang akan menghalangi rencana Nyai, akan mati. 

Ada sebuah perjanjian rahasia yang berujung meminta nyawa yang dilakukan oleh nenek Rosma dengan Nyai. Perjanjian itu harus terus dilanjutkan kepada Rosma hingga Nayla. Dilanda ketakutan dan khawatir dengan keselamatan anaknya, mampukah Rosma menghindari perjanjian rahasia itu?

Namun ternyata harapanku itu hanya sebatas harapan saja, tidak menjadi kenyataan. Kualitas cerita film Part Nyai ini masih sama saja seperti film-film horor buatan RA Pictures lainnya yang jauh dari kata memuaskan. Skenario serta atmosfer horor yang dihadirkan begitu tidak jelas mau dibawa kemana. Sang sutradara sepertinya ingin menghadirkan sebuah teka-teki namun eksekusinya gagal. Jumpscared horror yang diberikan juga terasa biasa banget. Banyak sekali kesalahan yang dilakukan oleh film ini. Hal-hal kurang masuk akal juga masih aja ada dalam film produksi Raffi Ahmad ini.

Yang sedikit mengejutkan mengejutkan pada film ini bukanlah jumpscared atau ceritanya, melainkan penggunaan set lokasi bioskop Epicentrum XXI serta lobi dan ruang loker karyawan bioskop XXI. Andai saja sang penulis film mengeksplor lebih jauh sisi jumpscared dan atmosfer horor di set lokasi ini pasti akan jauh lebih mengesankan, pasalnya mungkin baru kali ini dalam sejarah film horor Indonesia, lokasi set bioskop betulan yang besar, masih beroperasi dan komersil dijadikan set lokasi film horor.

Usai debut perdananya pada film DIMSUM MARTABAK (2018), Ayu Tingting sebetulnya bisa menjadi seorang aktris di industri film. Gesture serta sisi emosionalnya mampu dilakukan dengan baik oleh Ayu, namun sayangnya ia masih berada di "tempat" yang tidak (atau belum) memberikan ruang eksplorasi akting yang lebih jauh dan mendalam. Semoga kedepannya Ayu Tingting bisa ditangani oleh sutradara, produser dan rumah produksi yang mampu mengolahnya dengan baik sebagai seorang aktris di industri film Indonesia.

The Devil on Trial (2023)

                                   The Devil on Trial (2023)

Pemeran: Foster Lawrence Hamilton, Raine Van Elsacker, Kathy Rupcic, Hannah Mae Beatty, Adam Caleb Hunt, Beckett Stortini, Robert Woodcock, Victor Serfaty, Susannah Spearin, Kristopher Koehler, David Glatzel, Alan Glatzel, Carl Glatzel, Judy Glatzel, Arne Johnson, Ed Warren, Lorraine Warren, Alan Bono

Sutradara: Christopher Holt

Studio: Gambar Dorothy St, Netflix

Agustus tahun 1980, Amerika Serikat digemparkan dengan kasus pembunuhan yang konon si pelaku kerasukan setan. Kejadian tersebut menimpa seorang pemuda bernama Arne Johnson yang sudah menjadi tersangka kasus penyerangan dan pembunuhan rekan kerjanya, Alan Bono dengan ancaman kurungan penjara selama 25 tahun.

Kejadian tersebut bermula saat keluarga Glatzel tinggal di rumah baru mereka di wilayah Connecticut. Sejak hari pertama pindah ke rumah tersebut, anak ketiga mereka yaitu David Glatzel mengalami gangguan misterius yang menyebabkan ia sangat ketakutan. Orang tuanya berasumsi jika anaknya hanya mengalami mimpi buruk saja. Seiring berjalannya waktu, David semakin sering diganggu oleh hal-hal gaib. Puncaknya, ia mengalami kerasukan dan hampir mencelakai orang-orang disekitarnya.

Atas saran dari orang-orang disekitar, kedua orang tua David kemudian meminta bantuan pada pasangan suami istri yang dikenal sebagai cenayang yaitu Ed dan Lorraine Warren.

Setelah berkonsultasi pada Ed dan Lorraine Warren, akhirnya terungkap jika ada entitas berbahaya yang berusaha menguasai David. Ritual pengusiran roh jahat atau Exorcism harus segera dilakukan sebelum semuanya terlambat. Dengan dibantu pendeta dari gereja, Ed dan Lorraine Warren berusaha menyelamatkan David yang sedang dirasuki oleh roh jahat. Melihat adik dari kekasihnya yang kesulitan melepaskan diri dari roh jahat tersebut membuat Arne langsung mendekati David dan meminta roh jahat tersebut untuk berhenti menyakiti David. Arne menawarkan diri untuk dirasuki agar semua ketakutan keluarga Glatzel berakhir.

Apa yang dilakukan Arne itu membuat Ed dan Lorraine Warren terkejut. Mereka jadi khawatir dengan apa yang diucapkan oleh Arne akan berdampak di kemudian hari. Setelah kejadian tersebut, keluarga Glatzel dan juga David kini bisa hidup dengan tenang dan tak lagi diganggu oleh hal-hal gaib.

Seiring berjalannya waktu, apa yang menimpa Lorraine Warren akhirnya terbukti. Arne ditangkap oleh pihak kepolisian karena telah membunuh pemilik rumah perawatan anjing tempat ia bekerja yaitu Alan Bono. Kejadian tersebut membuat Arne terkejut karena dia sama sekali tidak melakukan aksi pembunuhan itu. Ed dan Lorraine Warren berusaha membebaskan Arne dengan meminta bantuan pada pendeta untuk mengumpulkan semua bukti tentang kerasukan yang sempat dialami David kemudian pindah ke Arne. Namun sayang, pasar di Amerika Serikat tidak menerima bukti-bukti yang berasal dari kejadian mistis. Arne pun terancam hukuman penjara 25 tahun dan maksimal seumur hidup.

Disisi lain, kakak dari David yaitu Carl Glatzel mengungkap sebuah cerita yang sebelumnya tak pernah terungkap dari kasus kerasukan David dan juga Arne. Carl sangat yakin jika adiknya tidak benar-benar mengalami kerasukan. Sikap Ed dan Lorraine Warren ketika mengunjungi rumah mereka pun terasa mencurigakan karena lebih sering memotret dan merekam semua kejadian kerasukan yang dialami oleh David. Puncak rasa kesal keluarga Glatzel terhadap Ed dan Lorraine Warren semakin besar saat mengetahui David tiba-tiba sadar setelah dimarahi oleh Carl dan ayahnya.

Sementara itu, ibu dari Arne tetap yakin jika Arne memang mengalami kerasukan dan tidak bersalah atas kasus pembunuhan Alan Bono. Ed dan Lorraine Warren kemudian mengajak ibu Arne terbang ke Hollywood menemui agensi buku untuk menceritakan cerita yang dialami oleh Arne Johsnon. Ed dan Lorraine Warren menjanjikan jika keluarga Glatzel dan Arne akan mendapatkan keuntungan jika bersedia cerita mereka dipublikasikan menjadi sebuah buku. Enam bulan berlalu, buku yang diterbitkan oleh Ed dan Lorraine Warren menjadi populer dan terjual banyak. Tapi apa yang dijanjikan oleh mereka kepada keluarga Glatzel dan Arne tidak sesuai dengan yang didapat.
Tanpa diduga, David dan Carl Glatzel menemukan banyak catatan milik ibunya yang sudah meninggal. Terdapat salah satu catatan yang tertulis jika sang ibu sudah lama memberikan obat medis Sominex kepada keluarganya secara diam-diam. Setelah dikonsumsi lebih jauh, penggunaan obat Sominex dalam jangka panjang dapat menyebabkan perubahan suasana hati, penambahan berat badan dan juga halusinasi. Carl sangat yakin jika adiknya itu tidaklah kerasukan melainkan halusinasi dan dibuat seperti kerasukan karena dikendalikan oleh Ed dan Lorraine Warren.

Apakah mereka juga berhasil mengelabui para pendeta gereja serta bagaimana caranya juga suara David saat kerasukan jadi terdenga berbeda seperti itu.

Klaim tentang keluarga David dan Arne yang merasa dirugikan dengan kesuksesan Ed dan Lorraine Warren setelah cerita mereka dipublikasikan pun menurutku terasa berlebihan. Disatu sisi, Ed dan Lorraine Warren versi asli mengangkat cerita keluarga Glatzel dan Arne itu sudah mendapat persetujuan. Untuk kebutuhan dijadikan sebuah buku, tentunya harus ada penambahan unsur drama dan horor yang lebih besar lagi. Sementara itu, cerita asli yang dialami oleh keluarga Glatzel dan Arne memang terasa jauh dari kata seram jika benar semua yang terjadi itu hanyalah efek samping dari obat Sominex. Setiap cerita asli yang diadaptasi ke media lain seperti buku, cerpen, sinetron, serial hingga film layar lebar pasti akan ada yang namanya proses kreatif.