September 24, 2025
Crazy Rich Asians
Komedi romantis biasanya klise. Pria bertemu wanita, menambahkan drama ringan, aksi komedi, resolusi yang mudah ditebak, dan voila, semuanya baik-baik saja. "Crazy Rich Asians," sebuah komedi romantis Hollywood arus utama yang diadaptasi dari buku terlaris karya Kevin Kwan (bagian dari trilogi) menghadirkan nuansa yang semarak dengan para pemainnya yang semuanya orang Asia (yang pertama sejak "Joy Luck Club" pada tahun 1993), latar belakang Singapura, dan kekayaan bak fantasi.
Dalam kisah 'Meet the Family' ini, Nick Young (Henry Golding) membawa kekasihnya, Rachel Chu (Constance Wu), seorang Tionghoa-Amerika dan sesama profesor di New York University, ke negara asalnya, Singapura, untuk menghadiri pernikahan sahabatnya. Di sinilah Rachel menyadari jati diri kekasihnya yang sebenarnya sebagai bujangan paling diminati di Singapura, 'Pangeran Harry dari Asia'.
Rachel terjepit ke dalam keluarga besarnya, orang-orang kaya raya dan bagian dari satu persen orang terkaya di dunia. Seperti yang diduga, kepala keluarga, Eleanor Young (Michelle Yeoh), tidak menyetujui hubungan tersebut. Ia tidak mengerti bagaimana Rachel, seorang warga Amerika yang bukan siapa-siapa, dapat menyesuaikan diri dengan budaya Asia, tradisi yang kaya, dan gaya hidup yang mewah.
Mudah terpesona dengan segala kemewahan dan gemerlapnya. Penerbangan antarbenua kelas satu, perjalanan helikopter ke pulau-pulau tropis, pantai-pantai terpencil, pesta-pesta mewah, pesta mewah, belanja eksklusif, rumah-rumah mewah, mode mewah, dan perhiasan mewah. Kisah yang tak terduga ini memiliki dimensi tambahan berupa benturan budaya dan status. Gairah pribadi, kebebasan diri, dan pengejaran kebahagiaan berbenturan dengan pengorbanan individu, nilai-nilai tradisional, dan kekayaan keluarga.
Ada juga cerita sampingan tentang sepupu Nick, ikon mode dan sosialita, Astrid Teo (Gemma Chan), yang pernikahannya sedang berantakan, dan bukan karena alasan yang mungkin dipikirkan orang. Di balik penampilannya yang sempurna, ada sisi gelap dalam dirinya dan alur cerita dalam karakternya.
Ini adalah film tentang perempuan-perempuan kuat yang membuat pilihan mereka sendiri. Eleanor tidak sepenuhnya cocok dengan sosok ibu harimau atau wanita naga yang jahat. Dia memiliki pathosnya sendiri. Rachel bukanlah Cinderella yang perlu diselamatkan. Ia memiliki kekuatan untuk menghadapi ketakutannya dan membuat keputusan yang tak terduga. Teman kuliahnya, Peik Lin Goh (Awkwafina, "Ocean 8"), yang lebih dari sekadar penghibur, memberikan dukungan tanpa syarat.
0 komentar:
Posting Komentar