Selasa, 23 September 2025

First Man

 First Man

Itu satu langkah bagi manusia, satu lompatan raksasa bagi umat manusia."

Film "First Man" berlatar di era perlombaan antariksa, mengisahkan kehidupan Neil Armstrong (Ryan Gosling; "Blade Runner 2049," "La La Land," "The Big Short" "The Ides of March," "Drive") dari seorang pilot uji coba sipil hingga astronot NASA dan manusia pertama yang mendarat di bulan pada 20 Juli 1969.

Film ini lebih merupakan studi karakter dan ceritanya dilihat dari sudut pandang seorang pria, Neil. Film ini juga menyoroti kehidupan keluarganya. Ketika Neil kehilangan putrinya, yang baru berusia dua tahun, karena tumor otak, sebagian dari dirinya ikut mati. Tumor itu dengan tegas mengarahkannya ke NASA dan menempatkannya di satu-satunya jalur menuju luar angkasa.

Film ini memberikan gambaran realistis tentang pelatihan para astronot yang sangat melelahkan. Ini benar-benar sebuah prestasi ketahanan fisik, serta kapasitas intelektual dan mental. Pelatihan tersebut memperkenalkan Neil kepada atasannya, Deke Slayton (Kyle Chandler, "The Wolf of Wall Street," "Zero Dark Thirty," "Argo," "Super 8") dan Robert Gilruth (Ciaran Hinds, "The Debt"), dan rekan-rekannya seperti Buzz Aldrin (Corey Stoll, "Ant-Man"), Ed White (Jason Clarke, "Everest"), David Scott (Christopher Abbott), Pete Conrad (Ethan Embry), dan Elliott See (Patrick Fugit).

Meskipun tidak semua astronaut selamat dari misi uji coba, dan Neil secara pribadi merasakan dampaknya, hal itu tidak menghalanginya untuk mendedikasikan dirinya pada pekerjaan berbahaya dan tujuan akhirnya, yaitu pergi ke bulan. Hal itu memang berdampak pada hubungannya dengan istrinya, Janet (Claire Foy), dan anak-anak mereka yang masih kecil – dari yang awalnya kohesif dan suportif menjadi penuh kekhawatiran dan dingin.

Pada satu titik, istrinya bersikeras agar Neil menjelaskan kepada putra-putra mereka bahwa ia mungkin tidak akan pernah kembali hidup-hidup dari misi ke bulan. Dengan tabah, Neil menjelaskan situasi yang sangat berisiko itu kepada mereka dengan lugas, seperti berbicara di konferensi pers. Sementara itu, di luar NASA dan keluarganya, ada urusan pers dan politik yang harus dihadapi. Tidak semua orang setuju dengan eksplorasi luar angkasa; eksplorasi tersebut menelan korban jiwa dan uang, dan hasilnya tidak diketahui.

Semua elemen ini memberikan perspektif manusia tentang perjalanan luar angkasa. Namun, tidak ada yang sebanding dengan cara "First Man" difilmkan dalam hal perjalanan ke dan berada di luar angkasa. Perjalanan luar angkasa biasanya digambarkan dalam film sebagai petualangan yang memikat, hampir dengan nuansa mistis. Difilmkan dari kejauhan, para astronaut berjalan santai, lalu sebuah roket melesat ke angkasa dan meluncur dengan anggun di angkasa. Meskipun "First Man" memiliki penggambaran ini, film ini justru menghancurkan citra di atas bulan.

Sutradara Damien Chazelle ("La La Land") mengambil pendekatan yang sangat berbeda. "First Man" adalah sensasi terdekat yang bisa Anda rasakan seperti berada di dalam pesawat ruang angkasa. Banyak adegan close-up wajah Neil yang mengenakan helm menunjukkan emosi internalnya berupa disorientasi, ketakutan, kelegaan, ketenangan, dan kekaguman yang mendalam. Gosling unggul dalam menggambarkan beragam ekspresi dengan minimalis.

Tidak ada yang glamor tentang berada di dalam kokpit roket; ruangannya sempit dan berpotensi menjadi jebakan maut. Dan tunggu sampai roket mengudara – roket berguncang, berderak, berguling, dan berputar dengan sangat dahsyat. Anda akan merasakan intensitas, kecepatan, getaran, dan suara yang mencekam. Sungguh menakjubkan bagaimana tubuh manusia bisa bertahan dalam perjalanan berbahaya seperti itu.

Di luar angkasa, pemandangan secercah cahaya dan permukaan bumi memberikan jeda dan ketenangan yang dibutuhkan. Ketika pesawat ruang angkasa akhirnya melayang di atas lanskap bulan dan Neil menginjakkan kaki di permukaannya yang berdebu, itu adalah kemenangan yang diraih dengan susah payah. Sosok manusia yang sendirian dan pemandangan bulan keperakan tampak memukau di latar belakang ruang angkasa yang luas dan gelap. Musik yang memukau yang mengiringi perjalanan berhenti, kontras dengan keheningan ruang angkasa yang dalam.


0 komentar:

Posting Komentar