Jumat, 26 September 2025

Hypnotic

Hypnotic

Apa yang kamu lihat tidaklah nyata.”

Sungguh. Ingatlah ini ketika Anda menyaksikan adegan-adegan terungkap.

Detektif polisi Danny Rourke (Ben Affleck; "Air," "Argo," "Gone Girl") tetap fokus mencari putrinya yang hilang, bahkan setelah empat tahun, karena jasadnya tak pernah ditemukan. Setelah serangkaian perampokan bank, ia mendapat petunjuk kapan perampokan berikutnya akan terjadi.

Jejak itu mengarah pada seorang dalang kriminal, Dellrayne yang licik (William Fitchner, "Elysium"), yang memiliki kemampuan hipnotis yang begitu kuat sehingga ia dapat mengubah realitas dalam pikiran orang-orang untuk melakukan perintahnya hanya dengan mengucapkan kata-kata tertentu. Mereka akan bertindak berlawanan dengan realitas sebenarnya dari situasi tersebut karena mereka menganggap perilaku mereka normal.

Orang-orang ini merasa terdorong secara misterius untuk melakukan apa pun yang diminta dari mereka dan tidak akan berhenti sampai selesai. Bayangkan orang-orang asing yang menciptakan pengalihan perhatian, berjalan ke lalu lintas, membawa barang rampasan, dan berubah menjadi satu sama lain. Yang lebih membingungkan bagi Danny, ia menemukan petunjuk selama perampokan yang tampak seperti tautan ke putrinya yang diculik. Cara perampokan itu dilakukan dan efek kejutannya dieksekusi dengan menegangkan. Ada satu insiden tertentu yang sangat meresahkan.

Danny akhirnya mengetahui bahwa petunjuk itu berasal dari seorang peramal toko serba ada, Diana Cruz (Alice Braga), yang jelas-jelas lebih dari sekadar kemampuan cenayang. Danny mengetahui bahwa ada program rahasia pemerintah yang melatih orang-orang untuk mampu menciptakan "konstruksi hipnotis", jenis kekuatan yang dimiliki Dellrayne, meskipun tidak selemah dirinya sebagai pemimpin alami. Dellrayne tanpa henti memburu mereka karena Danny, tanpa sepengetahuannya, mengetahui informasi penting tentang sebuah proyek misterius.

Dari sini, ceritanya semakin rumit. Tepat ketika Anda mengira Danny dan Diana berhasil lepas dari genggaman Dellrayne, semuanya kembali ke titik awal. Kritik terhadap film-film tersebut tampaknya berpusat pada eksposisi yang konstan, efek visual inversi yang kurang mengesankan, elemen-elemen turunan dari film fiksi ilmiah yang lebih unggul, dan berulang kali menipu penonton.

Meskipun ada beberapa validitas, hal itu tidak mengurangi orisinalitas dan tipu daya cerita yang begitu memikat. Dan proyek misterius ini bukan sekadar MacGuffin. Identitas rahasia dikupas, dicabik-cabik, dan dilucuti. Sekuens-sekuens sebelumnya dimainkan ulang dan direkonstruksi dengan cerdik, dengan realitasnya dibentuk ulang, dan imbalannya dihamburkan.

Jika Anda umumnya tertarik dengan premis realitas versus ilusi ("Inception," "Shutter Island," "Don't Worry Darling"), Anda akan disuguhi pengalaman menegangkan yang menegangkan.

0 komentar:

Posting Komentar