September 12, 2025
AMERICAN MADE (2017)
Kali kedua untuk Tom Cruise bekerja sama dengan Doug Liman setelah Edge of Tomorrow. Kali ini bukanlah sebuah gelaran fiksi penuh marabahaya, melainkan sebuah gelaran aksi penyelundupan kokain, setumpuk senapan AK-47 yang tidak pernah dia tembakkan, serta FBI, CIA, DEA, hingga ATF yang satupun tidak ada tempatnya bekerja. Berdasarkan kisah nyata, Barry Seal (Tom Cruise) adalah sosok yang diperankannya, pilot maskapai penerbangan TWA yang terlibat skandal internasional pada masa pemerintahan Ronald Reagan. Meski bukan sebagai agen rahasia layaknya Ethan Hunt atau jagoan Handal bak Jack Reacher, Tom Cruise tetaplah se-keren biasanya.
Setelah cukup lama menyelundupkan narkoba, Seal direkrut oleh Monty Schafer (Domnhall Gleeson) untuk bekerja bagi CIA mengambil foto udara kelompok militan di Amerika Tengah. Pertahanan misi dengan baik, lama-kelamaan bertambah, dari mengumpulkan data agen komunis, sampai mengirim pasokan senjata bagi Contras, kelompok pemberontak sayap kanan di Nikaragua. Aksi Seal juga diketahui kartel kokain Medellin yang dipimpin nama-nama seperti Pablo Escobar dan Jorge Ochoa. Mereka meminta menyelundupkan kokain dari Kolombia ke Amerika. Seal pun mengerjakan misi dari banyak pihak, memberikan keuntungan finansial yang luar biasa.
Di tangan Doug Liman, kisah yang telah di torehkan saya di atas tampil begitu memukau, menyulap karakter Bary Seal dengan penuh semangat untuk mencari dan terus mencari pundi demi pundi finansial, mengetengahkan suguhan kriminilitas dengan tambahan bumbu komedi daripada menjelaskan secara gamblang salah satu sejarah puncak yang dilakukan Amerika Serikat. Dengan kehebatannya sebagai seorang pilot yang mampu menerbangkan pesawat di landasan pendek serta mampu mengecoh DEA, dari sanalah timbul sebuah rasa simpatik dari penonton, karena Bary Seal sendiri mewakili apa yang ingin mencapai serta menginginkan semua orang, mendapat kesenangan duniawi berupa banyaknya uang.
Naskah garapan Gary Spinelli awalnya hanya sebatas misi menyajikan sebuah kokain, namun durasi demi durasi bergulir ia bak bola salju yang menggelinding semakin lama semakin besar. Pun Liman mampu memanfaatkan dan mengolah dengan baik apa yang ingin di sampaikan Spinelli dengan mampu membuat kisahnya semakin kesini semakin menarik, terdapat setumpuk risiko yang tak kalah besarnya. Hingga mampu membuat "American Made" mewujudkan sebuah "American Dream" yang mana ini hanya bisa terjadi di negeri Paman Sam. Seperti apa yang dimiliki dan dirasakan oleh Bary Seal, ia mempunyai lembaran demi lembaran uang yang sampai kehabisan tempat untuk menyimpannya, memiliki istri yang cantik nan seksi (Sarah Wright) yang ia ajak berhubungan intim di atas pesawat yang tengah mengudara. Itu semua telah di raih, dan kemudian kembali kehilangan segalanya.
Pengadeganan Liman pun tak kalah memukau, ia berjalan dinamis dan menghindari film-nya dari kesan yang membosankan di tengah sejarah politik yang ia gunakan. Walau beberapa pilihan teknis layak dibahas inkonsistensi tone gambar yang terkadang memiliki unsur vintage terkadang modern, shaky cam yang sesekali mengisi tanpa dampak signifikan sang sutradara selalu punya jalan menghadirkan hiburan. Semisal rasa bersenang-senang yang di bumbui unsur komedi, serta penjelasan terhadap apa yang telah dilakukan Seal dari tahun ke tahun yang tampil secara episodik namun mampu di jelaskan begitu gamblang serta membuat penonton mengerti akan semua kisah yang menggambarkan ini.
Tentu saja dengan bantuan Tom Cruise yang meski sudah memasuki usia 54 tahun, ia mampu memberikan semangat bagi filmnya. Di temani dengan iringan lagu bernuansa rock, Tom Cruise berlagak bak rockstar yang tak perah surut rasa semangatnya, meski hadir tatkala ia menebarkan senyum. Dia adalah salah satu pria paling keren di dunia, dan film ini dengan sempurna menunjukkan alasannya kepada kita.
0 komentar:
Posting Komentar