September 07, 2025
BABA YAGA: TERROR OF THE DARK FOREST (2020)
Dalam legenda Rusia, Baba Yaga adalah entitas seperti Kuntilanak atau Kolong Wewe jika di Indonesia, sosok yang gemar menculik anak kecil dan kemudian melintang. Berjalan di ranah modern, tentu bukan hal lumrah lagi modernisasi pula relevansi yang perlu dilakukan, yang lewat naskah buatan Natalya Dubovaya, Ivan Kapitonov dan sang sutradara, Svyatoslav Podgaevskiy (The Widow, The Mermaid: Lake of the Dead) disalurkan dalam bentuk kehilangan sosok tercinta pula ketakutan seseorang untuk dilupakan.
Setidaknya dua poin penting itu menjadi latar belakang pula dampak yang terjadi dari kejadian yang menimpa Egor (Oleg Chugunov). Pasca kepindahannya di sebuah apartemen kota dekat hutan bersama sang ayah, Alexei (Aleksey Rozin) pula ibu tirinya, Yuliya (Maryana Spivak). Semenjak kehadiran adik tirinya yang diberi nama Varya, Egor merasa bahwa sang ayah telah melupakannya, begitu pula dengan kecelakaan yang menimpa ibunya dahulu.
Alexei berasumsi bahwa hidup haruslah berjalan. Tetapi tidak dengan Egor yang terus memimpikan ibunya, belum lagi dengan masalah perundungan yang menimpanya di sekolah. Beruntung ia baru saja mengenal Dasha (Glafira Golubeva), rekan sekaligus tetangganya yang baru. Seolah belum cukup, masalah baru datang menimpa Egor, ketika ia pulang dari sekolahnya, ternyata Varya telah hilang. Pun, reaksi kedua orang lain seolah hilang ingatan, berjalan seperti mereka tak pernah memiliki bayi.
Dari sini, Baba Yaga: Terror of the Dark Forest berubah haluan dengan menambahkan unsur petualangan berupa pencarian Varya, yang diduga diculik oleh iblis Slavia kuno, yang kita sebut dengan nama Baba Yaga. Bersama Dasha pula Anton (Artyom Zhigulin) si penindas, mereka membuka asal-usul sang iblis dengan memasuki sebuah terowongan yang terlebih dahulu merupakan tempat pembakaran mayat.
Terkait legendanya sendiri, Baba Yaga: Terror of the Dark Forest mungkin kurang cakap dalam narasinya, sebatas kehidupannya lewat karakter Tatyana (Svetlana Ustinova), pengasuh yang diangkat Alexei dan Yuliya untuk mengurus Varya. Terdengar seperti sebuah simplifikasi memang, tapi beberapa karakter yang hidup di lingkungan karakternya tampil mewakili, sebutlah ibu Dasha (Olga Makeeva) yang selalu berpura-pura posesif bahkan tak segan bertindak kasar.
Baba Yaga: Terror of the Dark Forest tampil cepat dalam keseluruhan durasi 97 menit yang bisa tampil padat dan beberapa aspek lebih ditekankan kembali. Selain hal di atas, konklusi yang seharusnya menjadi puncak utama nihil sebuah urgensi dan berlalu begitu saja. Meski di kesempatan lain, tangkapan gambarnya terbilang cantik dengan sentuhan dark fantasy. Ini adalah sebuah pergerakan signifikan, dibandingkan dua filmnya yang terdahulu.
Deretan pemain tampil baik, meski naturalisasi sejatinya urung terasa perihal filmnya yang sudah disulih suara. Afeksinya mungkin berkurang, namun tidak dengan karakterisasinya, yang tak sebatas menampilkan dua dimensi. Terdapat sebuah konflik tersendiri yang menyertai beragam motivasi, yang nantinya terjadi.
Sebagai hiburan, Baba Yaga: Terror of the Dark Forest mungkin masih memadai, pun ini berkat ketelatenan Podgaevskiy yang mampu menciptakan beragam kesenangan, selain ketegangan yang tetap terjaga. Lebih dari itu, filmnya mengurung potensi utama yang dimilikinya, meski pencapaian ini sebenarnya tak terlalu berlebihan, namun tak layak juga dianggap diabaikan.
0 komentar:
Posting Komentar