Sabtu, 13 September 2025

OO NINA BOBO (2014)

OO NINA BOBO (2014)

Ya, siapa sih yang belum tahu dengan lagu fenomenal berjudul 'Nina Bobo' yang biasa digunakan sebagai penghantar tidur bagi para anak-anak? Saya yakin semuanya mengenalkan lagu ini dan bahan hafal. Mendengar kabar bahwa lagu bertajuk "Nina Bobo" itu ternyata menyimpan sebuah misteri tersendiri yang sangat erat kaitannya dengan seorang bocah Belanda bernama Nina yang sering mengalami insomnia, dan sang ibu sering mendengarkan lagu itu sebelum tidur dan hingga lagu itu yang menemaninya hingga meninggal, merinding memang mendengarkan. Hal itu menjadi dasar bagi kolega Rizal Mantovani, Jose Poernomo untuk dibawa ke ranah layar lebar, dengan perombakan cerita yang mungkin sedikit berbeda. Oo Nina Bobo akankah menjadi sebuah film yang membuat kamu betah di layar ataukah menjadikan kamu justru tertidur lelap di depan layar?
Demi menyelesaikan studi psikologinya, dr. Karina (Revalina S. Temat) berencana melakukan terapi pada seorang bocah bernama Ryan (Firman Ferdiansyah) yang menderita gangguan stres pasca trauma selama lima tahun lamanya akibat ditinggal orang tua serta adiknya yang meninggal secara tak wajar. Langkah pertama Karina adalah dengan membawa Ryan kembali ke rumah lamanya dan menempatkannya di kamar lamanya, Karina diberi waktu dua minggu untuk melakukan penelitian pada Ryan, awalnya Ryan memang menunjukkan hasil yang baik, hingga pada saat Karina melihat doumen dari seorang dokter yang terakhir memeriksa Ryan yang tertulis di dalamnya "dilarang menyanyikan lagu nina bobo" sebelum tidur kepada Ryan. Suatu malam, Karina dengan sengaja menyanyikan lagu Nina Bobo kepada Ryan, hingga terjadilah sesuatu yang mengerikan yang disebut "dia" yang sering datang mengganggu Ryan.

Memang dalam kamus film horor jika ada sebuah tulisan atau kata untuk "tidak dilakukan maupun dilarang" pasti dijadikan ajang untuk "dilanggar" entah itu atas dasar keinginan tahu maupun aksi nekat sudah hal yang lumrah dari dunia film horor sering terjadi (jika tidak terjadi cerita tidak akan berkembang ataupun berdiskusi) dan seperti yang tertera di sinopsis diatas ini pun menjadi dasar utama sebuah pembangunan bagi oo Nina Bobo. Jose Poernomo memang sudah ahli dalam genre horor, memang ada beberapa yang berhasil seperti "Jelangkung" namun tak sedkit pula yang mengalami kegagalan, dan disini ia bermodalkan sebuah "pelanggaran" mencoba membawa penonton untuk menyimak sebuah horor dengan balutan psikologis dengan ranah bermain dengan penonton untuk membaca sebuah pertanyaan terkait apa, siapa, dan kenapa.
Cara berkomunikasi Poernomo memang berjalan umum, bermain dengan penuh misteri lalu mencoba mengungkap misteri. Itu adalah dua hal yang paling mendasar disini, memang di paruh awal ia mampu menggiring rasa penasaran penonton akan semua misteri, namun perlahan ia membawa kamu menyeruak masuk terkait apa yang sebenarnya terjadi mungkin terasa sedikit kecewa dengan jawaban dari Poernomo tadi, rasa penasaran yang kamu bangun sejak awal harus hancur seketika tatkala melihat sosok hantunya yang bisa dibilang lebih ke imajinatif hantu scream atau angel death, ya sedikit kurang memuaskan mungkin. Tapi jika ditilik lebih lagi, ini pada dasarnya adalah sebuah trauma bukan? perlahan saya memaafkan, namun setelah kamu melihat apa yang terjadi cerita cenderung berulang dan meremehkan, apa yang kamu bayangkan mungkin tak sesuai ekspetasi. Begitupun dengan eksekusi yang dilakukan Jose disini, perlahan naik pula atensi penonton terhadapnya berkurang, hal ini disebabkan karena terjaminnya cara mengikat penonton terhadap karakter, bukannya tampil memikat melainkan terasa menjemukan.
Revalina S. Temat mampu memberikan performa yang memukau, cara ia memainkan bahasa rasa serta bagaimana ia berinteraksi dengan rasa yang diduga patut diacungi jempol, Firman Ferdiansyah memang bermain oke, tapi beberapa adegan terasa dipaksakan menurut saya, lalu ada Daniel Topan sebagai aktor pendukung yang menurut saya berperan menemani karakter saja. oo Nina Bobo memang berpotensi menjadi sebuah film horor yang mampu mengikat dan memikat, namun apa yang dilakukan oleh Jose disini kurang mengikat dan memikat.

0 komentar:

Posting Komentar