Jumat, 12 September 2025

BAAGHI 2 (2018)

BAAGHI 2 (2018)

Baaghi 2 adalah sebuah usaha memanfaatkan peluang, film pertama yang sukses di pasaran. Meskipun demkian, saya memafhumi tujuan utama filmnya. Sebatas sarana hiburan, tak lebih. Hingga saat menyaksikan filmnya pun, saya merasa cukup puas, meski sekali lagi, logika harus dikesampingkan demi sebuah tontonan yang diinginkan.

Entah ini sebagai sebuah spin-off atau reboot, yang jelas Baaghi 2 adalah sebuah remake dari film Kshanam. Ceritanya sendiri sangatlah tipis, mengenai Ronnie (Tiger Shroff) yang diminta sang mantan kekasih, Neha (Disha Patani) untuk mencari anak Neha yang bernama Rhea (Arravya Sharma). Selain karena Ronnie adalah orang yang percaya terhadap Neha, naskahnya sendiri sengaja menampilkan kharisma seorang Tiger Shroff dengan tubuh six pack miliknya.

Neha dianggap halusinasi oleh sang suami, Shekhar (Darshan Kumar), pasalnya Shekhar mengelak bahwa mempunyai anak dari Neha. Kita diajak untuk menelusuri terkait hilangnya Rhea sekaligus bertanya siapa yang sebenarnya berbohong? Apakah ini hanya halusinasi Neha?. Sutradara Ahmed Khan memainkan tensi tersebut sedemikian apik, meski bukan sebuah suguhan yang baru. Lonjakan ketegangan yang terus dinaikan oleh sang sutradara mampu tampil mengikat, meski sejatinya terkait pola yang diterapkan tak seberapa memikat.

Pencarian Ronnie terhadap Rhea menghadirkannya pada sebuah sindikat gelap sekaligus konspirasi terselubung. Dimana pada adegan tersebut menampilkan Manoj Bajpayee sebagai Inspektur Ajay Shergill, dimana kali ini sutradara Ahmed Khan pu juga mengkritisi sebuah “topeng” dibalik kedok kepolisian. Bukan hanya itu saja, menempatkan Randeep Hooda sebagai ACP LSD, memberikan sang aktor lahan untuk bermain over-the-top lewat tampilan nyeleneh namun intimidatif.

Sebagian besar durasinya memang ditujukan untuk menyibak berbagai twist dengan selingan action sequence yang menampilkan kegaharan sang aktor. Tiger Shroff memfasilitasi hal itu, sehingga terjadilah sebuah tontonan yang diinginkan semua orang, meski sekali lagi penggunaan slow-motion kerap memberikan sebuah kesan “lebay”. Namun bukankan lebay berarti lebih? Hal itu yang dimiliki film ini.

Naskah yang dikerjakan secara keroyokan oleh Ahmed Khan, Abbas Hierapuwala dan Niraj Kumar Mishra berdasar cerita yang kembali diolah oleh Sajid Nadiadwala tak seberapa kuat, namun mampu tampil mengikat. Sinematografi hasil rekaman kamera dari Santhana Krishnan menangkap dengan begitu cepat dan tepat pada setiap adegan. Meskipun durasi 144 menit tak sebgitu intens, yang membuat saya betah duduk di layar sambil memaafkan hal tersebut adalh nomor trek musikal seperti O Saathi dan Lo Safar hasil racikan Mithoon yang begitu berkesan itu.

0 komentar:

Posting Komentar