September 09, 2025
THE POWER (2021)
Di luar kekurangan publisitas filmnya, The Power sekali lagi menerapkan apa yang sebelumnya telah Ram Gopal Verma terlebih dahulu telah melakukan perihal menciptakan dunia penuh kejahatan dalam rangka memperebutkan sebuah kekuasaan. Disutradarai oleh Mahesh Manjrekar (De Dhakka 2, Panghrun, Antim: The Final Truth) The Power tampil sebagaimana film gangster dibuat, di mana konflik yang sebenarnya terjadi berasal dari dalam keluarga itu sendiri.
Keluarga yang dimaksud adalah keluarga Thakur, sang kepala rumah sekaligus tangga pria yang dihormati bernama Kalidas Thakur (juga diperankan oleh Mahesh Manjrekar) yang memegang pula menguasai segala tatanan bisnis legal maupun ilegal. Suatu ketika, tawaran permintaan sekaligus perizinan datang dari Francis D'Costa (Sameer Dharmadikari) dan Fakira (Chetan Hansraj) yang mengizinkan bisnis perdagangan narkoba. Tiba-tiba perintah tersebut ditolak secara mentah-mentah oleh Kalidas, yang menurutnya tak akan pernah menyetuji mendistribusikan dagangan haram tersebut.
Tak terima atas apa yang dilakukan Kalidas, Thakur dan Fakira melakukan balas dendam dan berjanji akan menghabisi seluruh turunan Thakur. Sementara itu, putra tengah Kalidas, Devidas (Vidyut Jammwal) datang dari Singapura untuk mengunjungi sang ayah, yang pada saat yang sama menjadi korban dari balas dendam musuh-musuhnya yang ingin merebut dan menjatuhkan kekuasaannya.
Berlangsung selama 154 menit yang terbilang panjang, The Power tersusun atas konflik demi konflik yang tak berkesudahan. Di mana setelah peristiwa penyerangan Kalidas, masalah semakin rumit dan juga melibatkan pihak luar yang masing-masing terkait. Hasilnya tampil cepat, meski banyak yang terdiri atas penguluran durasi hanya untuk menampilkan deretan aksi dari seorang Vidyut Jammwal, yang sekali lagi, tampil perkasa dan menawan dalam mempraktikan gerakan akrobatik yang variatif.
Sayang, ketidaknyamanan hadir tatakala ragam aksinya kerap menggunakan teknik slow-motion yang menambahkan urgensi, terlebih itu dilakukan sepanjang durasi. Elemen romansa sempat mengisi paruh awal, yang seketika dieliminasi dan dipaksa masuk ke ranah kelam saat kekasih Devi, Pari (Shruti Haasan) harus menelan pil pahit tatkala mengetahui sang ayah, Anwar (Zakir Hussain), yang juga merupakan kaki tangan kepercayaan Kalidas, mati mengenaskan oleh salah satu anggota keluarganya.
Bisa ditebak bagimana The Power mengisi deretan konflik yang dipaksakan saling terkoneksi. Meski hasilnya mampu menggaet atensi yang paruh kedua, menumpahkan menuju segala kebrutalan pula kesadisan sebagaimana kejamnya dunia para gangster. Intensitas seketika naik, meski sangat mengerikan, keengaan menampilkan cerminan secara eksplisit Dihindari hanya untuk menghindari guntingan sensor atau bahkan pembuatan film pembuatan bujet produksi. Kita tidak pernah tahu.
The Power adalah tipikal film lugas yang bakal disenangi dengan catatan tanpa perlu memikirkan apa yang terjadi. Pun, ketika saya menonton filmnya, tak berharap akan tampil luar biasa selain karena murni mencari hiburan belaka. Hasilnya tidak begitu mengecewakan, beberapa di antaranya tampil terlalu diregangkan bahkan dilebarkan, sebutlah momen pertemuan perdamaian yang setelahnya hanya memenuhi kuota durasi tanpa adanya keputusan yang pasti.
Sebagai pelakon, Mahesh Manjrekar tampil penuh wibawa pula kharisma dalam memerankan sosok Kalidas Thakur yang dalam diamnya menyimpan banyak rencana. Namun, sebagai sutradara, Mahesh Manjrekar rupanya perlu membenahi lagi banyak elemen yang seharusnya bisa tampil lebih baik lagi. Sebutlah terlihat penggunaan pacing maupun pemanfaatan karakter yang begitu banyak, yang masing-masing menyimpan banyak intensitas yang keselurahannya sebatas datang dan pergi.
Konklusinya dipenuhi bumbu opera sabun di mana momen dramatik tersebut rasanya tak perlu selain hanya menciptakan sebuah hasil yang problematis. Setidaknya aksi sebelumnya tampil mengasyikkan, di mana Shruti Haasan juga mengambil bagian sebagai sosok wanita badass. Selanjutnya disusul oleh sebuah momen sederhana, namun berarti di tataran rasa. Ini terjadi ketika Ratna (Mrunmayi Deshpande), putri bungsu keluarga Thakur yang banya diam dan pasrah menumpahkan seluruh keluh kesah serta amarah yang dipendamnya. Sebuah momen sederhana, yang murni menggambarkan sebuah pemberdayaan wanita.
0 komentar:
Posting Komentar