Oktober 20, 2025
RELAY
Relay tidak bergantung pada kecanggihan absurd seperti teknologi pengenalan wajah yang bisa mendeteksi gambar dengan resolusi luar biasa rendah, atau aksi peretasan sarat kemustahilan. Sebaliknya, dia memanfaatkan peralatan analog, layanan konvensional, serta celah dalam sistem untuk menggambarkan kepintaran si protagonis.
Ash (Riz Ahmed) memiliki pekerjaan unik sebagai penengah netral dalam mediasi antara perusahaan korup dan whistleblower yang memegang rahasia kejahatan mereka. Tidak seorang pun mengetahui identitasnya, karena seluruh kontak dilakukan melalui layanan relai, di mana Ash mengetik pesannya memakai alat telekomunikasi untuk orang tuli. Mustahil mengungkap aksi laki-laki jenius super teliti ini, kecuali dengan memaksanya melakukan kesalahan.
Klien terbarunya bernama Sarah (Lily James), yang awalnya bermaksud membocorkan praktik ilegal perusahaannya, namun memilih berdamai setelah menerima intimidasi dari Dawson (Sam Worthington) dan anak buahnya. Naskah buatan Justin Piasecki memilih fokus pada prosedur rangkaian yang Sarah jalani atas instruksi Ash, termasuk beberapa taktik cerdik guna mengecoh Dawson, daripada aksi murahan atau aksi medioker.
Sayangnya selepas rangkaian kecerdikan yang filmnya tawarkan, seolah diwajibkan memenuhi obligasi, Relay beralih ke format lebih umum di babak ketiganya lewat parade baku tembak dan kejar-kejaran. Belum lagi eksistensi twist-nya, yang meski berjasa menjelaskan beberapa keputusan bodoh karakternya, juga keintiman instan antara Ash dan Sarah yang dipaksakan hadir, lebih terkesan bermain curang daripada pintar. Yah, mungkin Relay tidak sepintar protagonisnya.
0 komentar:
Posting Komentar