Selasa, 20 Mei 2025

Filosofi Kopi (2015)

                                        Filosofi Kopi (2015)

 
Pemeran: Chicco Jerikho, Rio Dewanto, Julie Estelle, Slamet Rahardjo, Jajang C. Noer, Ronny P. Tjandra, Tara Basro, Westny DJ, Aufa Dien Assegaf, Muhammad Aga, Joko Anwar

Sutradara: Angga Dwimas Sasongko
Studio: Gambar Visinema

Ben (Chicco Jerikho) dan Jody (Rio Dewanto) mereka bersahabat sejak kecil. Kini diusianya yang sudah dewasa, mereka mempunyai bisnis kedai kopi bernama FILOSOFI KOPI dibantu dengan karyawan ketiga lainnya. Di FILOSOFI KOPI, Ben merupakan seorang Barista sedangkan Jody adalah owner coffee shop tersebut. Berkat kemampuan Ben dalam meracik kopi yang begitu profesional dan penuh gairah, kopi kopi yang disajikan di FILOSOFI KOPI begitu laris dan disukai banyak penikmat kopi di jakarta. Hingga suatu hari, seorang pebisnis properti datang berdiskusi dan memberikan tantangan pada Ben membuat sebuah kopi eksklusif untuk diberikan kepada bos dari pebisnis tersebut. Tak tanggung jawab, ketidakseimbangannya pun mencapai angka satu miliar rupiah. Tawaran tersebut langsung diterima oleh Jody, karena Jody berpikir dengan uang sebanyak itu ia bisa melunasi semua hutang kedai kopi yang ia kelola. Jody dan Ben pun semakin optimis menang setelah berhasil meracik kopi premium bernama PERFECTO yang banyak disukai oleh para pecinta kopi. Namun suatu hari,
datang Eliana (Julie Estelle) seorang foodblogger bersertifikat Internasional yang tengah menulis sebuah buku tentang berbagai macam kopi di dunia ke FILOSOFI KOPI. Ia kemudian mewawancarai Ben dan Jody soal kepopuleran PERFECTO. Namun sayang, Eliana mengatakan masih ada kopi yang jauh lebih enak dari PERFECTO yaitu TIWUS. Mendengar komentar tersebut, Jody langsung drop dan ketakutan kalau ia dan Ben akan kalah dari tantangan memenangkan satu miliar jika benar ada kopi yang jauh lebih enak dari PERFECTO karena jika mereka kalah, merekalah yang harus membayar 1 miliar tersebut. Jody kemudian meminta bantuan pada Eliana untuk menemukan kebun kopi TIWUS dan menemui sang petani yang meraciknya. Ide Jody yang ingin mengetahui asal muasal TIWUS mendapat tanggapan berbeda dari Ben. Konflik antar dua sahabat sekaligus rekan kerja ini semakin intens setelah mengetahui asal mula kopi TIWUS buatan keluarga Seno (Slamet Rahardjo & Jajang C. Noor). Dan berkat kopi TIWUS lah Ben menjadi menemukan dirinya yang sesungguhnya. Bisakah Ben dan Jody memenangkan uang satu miliar itu?
Sebuah film terbaru dari rumah produksi, produser dan sutradara Film Terbaik FFI2014 yaitu CAHAYA DARI TIMUR telah dirilis 9 April 2015 ini. Film yang merupakan adaptasi dari Novel karya Dewi Dee Lestari ini sukses divisualkan dengan indah dan menyenangkan. Konflik-konflik yang hadir antar pemain dan ceritanya pun berhasil digali dengan begitu ringan khas dalam kehidupan sehari-hari dan enjoy untuk diikuti. Angkat topi untuk penulis naskah FILOSOFI KOPI ini yaitu Jenny Jusuf. Jajaran castsnya pun tampil memberikan penampilan yang (selalu) terbaik. Sebut saja Chicco Jerikho, Rio Dewanto, Julie Estelle, Slamet Rahardjo dan Jajang C. Noer. Kelimanya memberikan chemistry yang gokil abis. Harus diakui Chemistry antara Ben dan Jody memang paling JUARA difilm ini. Chicco berhasil tampil sebagai seorang Barista yang lebih mementingkan passion terhadap kopi. Hal itu berbanding terbalik dg Jody yg diperankan oleh Rio Dewanto yang lebih mementingkan pendapatan untuk coffee shop nya. Perbedaan pemikiran itulah yang membuat konflik konflik ada dan tampil begitu ringan namun penuh dg keceriaan. Jajaran cameo seperti kehadiran Salembe (Cahaya Dari Timur: Beta Maluku) dan yang lainnya tampil mempelengkap manisnya FILOSOFI KOPI. Untuk segi visual pun, FILOSOFI KOPI mempunyai poin plus. Pemandangan serta angle-angle-nya pun begitu tajam dan eyecatching banget. Secara keseluruhan, FILOSOFI KOPI adalah salah satu Film Drama Indonesia favorit saya sejauh ini di tahun 2015 dan FILOSOFI KOPI adalah film favorit saya dari Novel Dee setelah SUPERNOVA: KSATRIA, PUTRI dan BINTANG JATUH (2014)

0 komentar:

Posting Komentar