Kenapa Harus Bule? (2018)

Pemeran: Putri Ayudya, Natalius Chendana, Cornelio Sunny, Michael Kho, Chicco Kurniawan, Djenar Maesa Ayu, Paul Agusta.Sutradara: Andri CungStudio: Film Kalyana Shira, Produksi Domba yang Baik
Pipin (Putri Ayudya) sejak kecil selalu diejek oleh teman-teman sepermainannya. Mereka menganggap Pipin tidak terlalu cantik bahkan ia selalu dipanggil Mimin (panggilan hewan monyet yang sering beraksi topeng monyet didekat tempat tinggal Pipin). Hal tersebut membuatnya sedih. Namun dua sahabat persahabatan, Arik dan Buyung selalu menjadi teman teman terbaik untuk Pipin.Waktu berlalu, kini Pipin sudah berusia 29 tahun. Diusianya yang bukan lagi remaja abege, mimpi Pipin sedari dulu hanya satu, yakni bisa pacaran dan menikah dengan bule. Alasannya hanya satu, ia ingin memperbaiki keturunan dan emansipasi wanita, karena Pipin beranggapan bahwa bule sangat menghargai perempuan. Namun selama ia tinggal di Jakarta dan mencari pasangan bule, nasib Pipin selalu sial. Bule-bule yang mencoba mendekatinya kebanyakan hanya untuk kepuasan seks semata. Ditambah lagi persaingan para wanita pencari bule di Jakarta sudah sangat ketat.
Pipin pun memutuskan untuk pergi ke Pulau Dewata, Bali yang konon merupakan surganya bule yang mencari penduduk asli. Ia lalu menghubungi sahabatnya, Arik (Michael Kho) yang telah lama pindah dan menetap di sana. Selama di Bali, ia sementara tinggal di tempat Arik. Kedatangan Pipin ke Bali sangat ditunggu Arik. Ia ternyata sudah mempersiapkan sesuatu untuk sahabatnya itu. Arik berencana menjodohkan Pipin dengan Buyung (Natalius Chendana) yang merupakan pemilik kafe di Bali. Buyung rupanya sudah mencintai Pipin dari dulu sebelum ia pergi ke Australia untuk mengobati kelainan pigmen kulit serta gagap yang ia alami sejak kecil.
Mengingat Pipin yang ngebet banget ingin punya pasangan bule, Arik meminta Buyung berpura-pura sebagai seorang bule blasteran bernama Ben. Tujuannya agar Pipin tertarik, karena jika dia tahu siapa Ben sebetulnya, pasti dia langsung menolak karena bukan seorang bule.Lambat laun, rencana penyamaran yang semulanya berjalan lancar, menjadi terbongkar. Buyung berkata jujur. Dan seperti yang sudah diduga, Pipin langsung menolaknya. Ia tetap kekeuh ingin punya calon suami seorang bule.Dalam kejadian itu, Pipin tak sengaja bertemu dan berkenalan dengan seorang bule Italia bernama Gianfranco (Cornelio Sunny). Kedekatan mereka kemudian berlanjut. Gianfranco bahkan selalu meminta Pipin untuk datang ke villanya. Pipin langsung jatuh cinta melihat Gianfranco beserta villanya itu. Ia langsung yakin Gianfranco bisa menjadi suaminya nanti. Seiring berjalannya waktu, hubungan Pipin dan Gianfranco terasa seperti matre dan memanfaatkan belaka. Tiap makan atau jalan bersama, selalu Pipin yang bayar. Tak hanya itu saja, Pipin selalu disuruh untuk membersihkan villa tempat tinggal Gianfranco. Meski merasa hanya dimanfaatkan semata, Pipin tetap tersenyum dan masih yakin bahwa Gianfranco adalah bule yang mau menikahinya.
Melihat kondisi sahabatnya yang semakin terasa seperti asisten rumah tangga, membuat Arik kesal. Ia berusaha menasehati dan membuka mata pintu hati Pipin bahwa selama ini ia hanya dimanfaatkan saja oleh Gianfranco. Pipin justru tidak melihat Buyung yang benar-benar mencintainya dengan tulus.Seiring berjalannya waktu, Pipin akhirnya mengetahui siapa sosok Gianfranco sebenarnya setelah tamu sepasang suami istri (Paul Agusta dan Djenar Maesa Ayu) yang selalu datang ke villa dan memergoki Gianfranco tengah bersama Pipin. Ia merasa sakit hati dan merasa kembali terjerumus ke lubang yang sama menerima kenyataan bahwa orang-orang bule yang dekat dengannya tidak pernah ada yang berkelakuan baik.
Pipin memutuskan untuk menghilang dari kehidupan Gianfranco dan fokus untuk bekerja yang ia dapatkan dari Buyung. Kesibukan Pipin yang kini bekerja, membuat ia sedikit melupakan obsesinya untuk mencari bule. Ditengah kesibukan itu, Buyung lalu memutuskan untuk mencoba lagi mengungkapkan perasaannya pada Pipin.Akankah Pipin bisa menerima pria pribumi? Atau masih saja kekeuh ingin bule

Pemeran: Putri Ayudya, Natalius Chendana, Cornelio Sunny, Michael Kho, Chicco Kurniawan, Djenar Maesa Ayu, Paul Agusta.
Sutradara: Andri Cung
Studio: Film Kalyana Shira, Produksi Domba yang Baik
Pipin (Putri Ayudya) sejak kecil selalu diejek oleh teman-teman sepermainannya. Mereka menganggap Pipin tidak terlalu cantik bahkan ia selalu dipanggil Mimin (panggilan hewan monyet yang sering beraksi topeng monyet didekat tempat tinggal Pipin). Hal tersebut membuatnya sedih. Namun dua sahabat persahabatan, Arik dan Buyung selalu menjadi teman teman terbaik untuk Pipin.
Waktu berlalu, kini Pipin sudah berusia 29 tahun. Diusianya yang bukan lagi remaja abege, mimpi Pipin sedari dulu hanya satu, yakni bisa pacaran dan menikah dengan bule. Alasannya hanya satu, ia ingin memperbaiki keturunan dan emansipasi wanita, karena Pipin beranggapan bahwa bule sangat menghargai perempuan. Namun selama ia tinggal di Jakarta dan mencari pasangan bule, nasib Pipin selalu sial. Bule-bule yang mencoba mendekatinya kebanyakan hanya untuk kepuasan seks semata. Ditambah lagi persaingan para wanita pencari bule di Jakarta sudah sangat ketat.
Pipin pun memutuskan untuk pergi ke Pulau Dewata, Bali yang konon merupakan surganya bule yang mencari penduduk asli. Ia lalu menghubungi sahabatnya, Arik (Michael Kho) yang telah lama pindah dan menetap di sana. Selama di Bali, ia sementara tinggal di tempat Arik. Kedatangan Pipin ke Bali sangat ditunggu Arik. Ia ternyata sudah mempersiapkan sesuatu untuk sahabatnya itu. Arik berencana menjodohkan Pipin dengan Buyung (Natalius Chendana) yang merupakan pemilik kafe di Bali. Buyung rupanya sudah mencintai Pipin dari dulu sebelum ia pergi ke Australia untuk mengobati kelainan pigmen kulit serta gagap yang ia alami sejak kecil.
Pipin pun memutuskan untuk pergi ke Pulau Dewata, Bali yang konon merupakan surganya bule yang mencari penduduk asli. Ia lalu menghubungi sahabatnya, Arik (Michael Kho) yang telah lama pindah dan menetap di sana. Selama di Bali, ia sementara tinggal di tempat Arik. Kedatangan Pipin ke Bali sangat ditunggu Arik. Ia ternyata sudah mempersiapkan sesuatu untuk sahabatnya itu. Arik berencana menjodohkan Pipin dengan Buyung (Natalius Chendana) yang merupakan pemilik kafe di Bali. Buyung rupanya sudah mencintai Pipin dari dulu sebelum ia pergi ke Australia untuk mengobati kelainan pigmen kulit serta gagap yang ia alami sejak kecil.
Mengingat Pipin yang ngebet banget ingin punya pasangan bule, Arik meminta Buyung berpura-pura sebagai seorang bule blasteran bernama Ben. Tujuannya agar Pipin tertarik, karena jika dia tahu siapa Ben sebetulnya, pasti dia langsung menolak karena bukan seorang bule.
Lambat laun, rencana penyamaran yang semulanya berjalan lancar, menjadi terbongkar. Buyung berkata jujur. Dan seperti yang sudah diduga, Pipin langsung menolaknya. Ia tetap kekeuh ingin punya calon suami seorang bule.
Dalam kejadian itu, Pipin tak sengaja bertemu dan berkenalan dengan seorang bule Italia bernama Gianfranco (Cornelio Sunny). Kedekatan mereka kemudian berlanjut. Gianfranco bahkan selalu meminta Pipin untuk datang ke villanya. Pipin langsung jatuh cinta melihat Gianfranco beserta villanya itu. Ia langsung yakin Gianfranco bisa menjadi suaminya nanti.
Seiring berjalannya waktu, hubungan Pipin dan Gianfranco terasa seperti matre dan memanfaatkan belaka. Tiap makan atau jalan bersama, selalu Pipin yang bayar. Tak hanya itu saja, Pipin selalu disuruh untuk membersihkan villa tempat tinggal Gianfranco. Meski merasa hanya dimanfaatkan semata, Pipin tetap tersenyum dan masih yakin bahwa Gianfranco adalah bule yang mau menikahinya.
Melihat kondisi sahabatnya yang semakin terasa seperti asisten rumah tangga, membuat Arik kesal. Ia berusaha menasehati dan membuka mata pintu hati Pipin bahwa selama ini ia hanya dimanfaatkan saja oleh Gianfranco. Pipin justru tidak melihat Buyung yang benar-benar mencintainya dengan tulus.
Seiring berjalannya waktu, Pipin akhirnya mengetahui siapa sosok Gianfranco sebenarnya setelah tamu sepasang suami istri (Paul Agusta dan Djenar Maesa Ayu) yang selalu datang ke villa dan memergoki Gianfranco tengah bersama Pipin. Ia merasa sakit hati dan merasa kembali terjerumus ke lubang yang sama menerima kenyataan bahwa orang-orang bule yang dekat dengannya tidak pernah ada yang berkelakuan baik.
Pipin memutuskan untuk menghilang dari kehidupan Gianfranco dan fokus untuk bekerja yang ia dapatkan dari Buyung. Kesibukan Pipin yang kini bekerja, membuat ia sedikit melupakan obsesinya untuk mencari bule. Ditengah kesibukan itu, Buyung lalu memutuskan untuk mencoba lagi mengungkapkan perasaannya pada Pipin.
Akankah Pipin bisa menerima pria pribumi? Atau masih saja kekeuh ingin bule






0 komentar:
Posting Komentar