Kamis, 05 Juni 2025

Sri Asih (2022)

                                           Sri Asih (2022)

Pemeran: Pevita Pearce, Reza Rahadian, Christine Hakim, Jefri Nichol, Dimas Anggara, Surya Saputra, Jenny Zhang, Dian Sastrowardoyo, Maudy Koesnaedi, Randy Pangalila, Revaldo, Faradina Mufti, Fadly Faisal, Ario Bayu, Aqi Singgih, Jourdy Pranata, Canti Tachril, Mian Tiara, Sita Nursanti, Najwa Shihab

Sutradara: Upi

Studio: Skenario Bumilangit, SK Global, Legacy Pictures, Adhya Group, DMMX Media,

Sejak kecil, Alana (Pevita Pearce) dikenal sebagai anak perempuan yang sulit mengontrol amarah dan emosinya. Anak-anak nakal di panti asuhan pun selalu kalah disaat melawan Alana. Ia tidak suka terhadap orang-orang yang selalu menindas orang lain dan langsung membalasnya dengan cara kekerasan. Hal tersebut membuat para penjaga panti asuhan cukup kesulitan untuk mencari orang tua yang mau mengadopsi Alana.

Suatu ketika, seorang perempuan bernama Sarita (Jenny Zhang) datang ke panti asuhan dan bersedia untuk mengadopsi Alana. Selama tinggal bersama Sarita, Alana tumbuh besar dan mempelajari latihan bela diri secara intens di tempat latihan profesional milik ibunya. Usahanya tersebut menghasilkan hasil. Alana dikenal sebagai seorang Street Fighter perempuan yang kuat dan tak terkalahkan. Setiap pertandingan yang dilakukan Alana selalu berhasil ia menangkan. Profesinya sebagai Street Fighter secara tidak langsung ikut melatih Alana dalam mengendalikan emosi dan kemarahannya. 

Kabar Street Fighter perempuan yang tak terpecahkan tersebut sampai ke telinga Mateo Adinegara (Randy Pangalila) yang merupakan salah satu Street Fighter kaya raya dan anak dari pengusaha kaya raya yaitu Prayogo Adinegara (Surya Saputra). Mateo mahir untuk melawan sekaligus mengalahkan Alana, agar reputasinya sebagai Street Fighter pria tidak tercoreng.

Melihat ambisi Mateo yang ingin mengalahkan Alana membuat asisten dari Prayogo yaitu Jagau (Revaldo) mencoba bernegosiasi pada Sarita dan juga Alana untuk bersedia kalah saat melawan bosnya itu. Hal tersebut ia tawarkan agar Sarita dan Alana tidak terlibat masalah lebih besar dengan keluarga Adinegara. Namun sayang, Sarita dengan tegas menolak tawaran dari Jagau. Ia tidak ingin anaknya itu harus mengalah begitu saja demi kepentingan sepihak.

Melihat ibunya yang diancam oleh anak buah Adinegara membuat Alana kesal. Ia dan kedua sahabatnya, yaitu Gilang (Faldy Faisal) dan Jimin (Aldo Sapulete) diam-diam mendatangi Mateo untuk tetap menerima tawaran pertandingan Street Fighter itu. Alana pun sudah berjanji pada Jagau akan bersedia kalah di ronde ketiga dengan syarat mereka tak lagi mengganggu dirinya dan juga sang ibu.

Pertandingan antara Mateo dan Alana pun dimulai. Tanpa basa-basi, Alana langsung menguasai dengan mudah dua ronde awal. Mateo dibuat saat melawan Alana. Sementara itu Gilang dan Jimin yang ada di pinggir arena terus berteriak dan mengingatkan Alana tentang kesepakatan yang telah dibuat. Saat ronde ketiga berjalan, Alana menurunkan staminanya dan mempersilahkan Mateo untuk menang. Selain berusaha menyerang, ternyata Mateo pun ikut menghina dan juga mencaci maki Alana. Hal tersebut membuat amarah Alana tersulut. Ia menangkis serangan Mateo dan langsung membalasnya hingga Mateo tak sadarkan diri. Setelah kejadian itu, Mateo yang mengalami luka-luka dan lebam, tak terima mengalahkan Alana. Ia pun meminta Jagau dan seorang polisi bernama Jatmiko (Reza Rahadian) untuk menyelidiki tentang Alana.
Selama menjelaskan hal itu, Jatmiko terpaksa terjebak dalam situasi untuk membela keluarga Adinegara, meskipun Prayogo dan perusahaannya telah melakukan aksigusuran wilayah-wilayah kumuh demi kepentingan bisnis pembangunan kota baru yang modern dan maju. Tak hanya itu saja, Jatmiko pun selalu diminta oleh Prayogo untuk menghilangkan jejak pembunuhan para wartawan yang berusaha menurunkan kredibilitas dirinya di media massa. Permasalahan baru muncul disaat Mateo ditemukan terbunuh di club malam. Prayogo sangat sedih sekaligus kesal terhadap Jagau dan para pengikutnya yang gagal melindungi anaknya. Berdasarkan saksi mata, konon pelaku pembunuhan Mateo adalah Alana. Prayogo pun meminta Jagau untuk segera menangkap Alana secepatnya.

Melihat kekacauan yang sedang terjadi pada keluarga Adinegara, Jatmiko pun langsung memperingatkan Alana untuk lebih berhati-hati karena kini ia menjadi buronan karena dipercaya sebagai pelaku pembunuhan Mateo. Mendengar hal tersebut membuat Alana terkejut karena dia sama sekali tidak membunuh Mateo. Untungnya seorang pria bernama Kala (Dimas Anggara) berhasil menyelamatkan Alana dan juga Sarita yang hampir menjadi korban pengeboman oleh komplotan Adinegara.

Untuk sementara waktu, Alana dan Sarita tinggal di kediaman Kala. Selama berada disana, Alana bertemu dengan nenek dari Kala yaitu Eyang Mariani (Christine Hakim). Alana terkejut saat mendengar cerita tentang silsilah keluarganya yang merupakan prajurit titisan Sri Asih dari Dewi Asih (Maudy Koesnaedi). Alana yang kini sudah dewasa harus menjadi Sri Asih selanjutnya untuk menghentikan rencana salah satu prajurit Dewi Api (Dian Sastrowardoyo) yaitu Roh Setan. Kini, Alana mengetahui jawaban tentang mimpi buruknya yang selalu dihantui oleh kobaran api besar karena Dewi Api berusaha mengendalikan tubuh Alana agar bersedia menjadi bagian dari prajurit Dewi Api.


0 komentar:

Posting Komentar