Minggu, 18 Mei 2025

Love, Simon (2018)

                                        Love, Simon (2018)

Pemeran: Nick Robinson, Katherine Langford, Alexandra Shipp, Jorge Londeborg, Josh Duhamel, Jennifer Garner, Keiynan Lonsdale, Logan Miller, Talitha Bateman, Tony Hale, Miles Heizer, Joey Pollari

Sutradara: Greg Berlanti

Studio: 20th Century Fox, Temple Hill Production

Simon Spier (Nick Robinson) adalah seorang siswa SMA yang mempunyai kehidupan seperti remaja pria pada umumnya. Ia mempunyai orang tua (Josh Duhamel dan Jennifer Garner) serta adik perempuan Nora (Talitha Bateman) yang begitu perhatian. Di lingkungan sekolahnya, Simon mempunyai teman baik sejak anak-anak, dia adalah Leah (Katherine Langford) lalu ada juga Abby (Alexandra Shipp) dan Nick (Jorge Londeborg) teman satu sekolah yang sudah dekat satu sama lain. Namun, ada satu hal yang Simon sembunyikan dari semua orang yang ada di kehidupannya. Hal tersebut mengenai orientasi seksualnya. Ya, Simon gay. Tapi, hal tersebut tak membuat ia menjadi takut, Simon tetap menjalani hidup seperti biasanya.

Suatu hari, media sosial di kalangan siswa SMA sekolah Simon digegerkan dengan sebuah postingan tentang orientasi seksual namun menggunakan akun samaran bernama Blue. Ketika membaca postingan tersebut, Simon dibuat penasaran dan tertarik ingin mencari tahu siapa yang menulis postingan tersebut. Simon pun lalu nekad untuk mencoba mengirim email pada penulis postingan tersebut dengan menggunakan nama samaran juga yakni Jaqcues.

Gayung bersambut, setelah beberapa hari menunggu, email Simon akhirnya dibalas oleh Blue. Semenjak saat itu Simon dan Blue menyampaikan komunikasi yang cukup intens melalui pengiriman email. Mereka saling bertukar cerita satu sama lain tentang diri masing-masing. Simon semakin terpesona dengan rangkaian kata-kata yang ditulis oleh Blue. Ia merasa sangat nyaman bisa berbagi banyak hal dengan Blue meskipun hanya sebatas berkabar lewat email saja.

Di kehidupan nyata, Simon mencoba menebak-nebak siapa Blue sebenarnya. Ia lalu berimajinasi bahwa sosok Blue itu adalah Bram (Keiynan Lonsdale) siswa yang mengadakan pesta Halloween dirumahnya, namun hal itu langsung terpatahkan karena tak sengaja Simon memergoki Bram tengah bermesraan dengan seorang wanita di dalam ruangan. Ia kemudian menerka Lyle (Joey Pollari), temannya yang bekerja sebagai pelayan di Waffle House. Tapi hal tersebut kembali terpatahkan karena Lyle mencoba mendekati Simon untuk mengenal lebih jauh tentang Abby, sahabatnya.

Karena dugaannya yang selalu meleset, Simon akhirnya sedikit menyerah. Ia lalu mengungkapkan isi hatinya pada Biru. Simon mencoba untuk saling membuka identitas satu sama lain di antara mereka, namun sayang, Blue menolaknya. Suatu hari, Simon membuka email kiriman dari Blue lewat PC di perpustakaan. Celakanya, saya lupa logout. Email yang masih terbuka itu, dibaca oleh siswa lain yakni Martin (Logan Miller). Tak tinggal diam, Martin langsung mendatangi Simon. Ia memohon pada Simon untuk bisa mendekatkan dirinya pada Abby. Jika Simon menolak, Martin tak segan untuk mengirimkan screen capture seluruh percakapan email antara Simon dengan Blue di media sosial sekolah mereka. Mendengar ancaman itu, Simon jelas merasa ketakutan. Ia tak ingin semua orang tentang mengetahui orientasi seksualnya. Ia terpaksa membantu Martin untuk bisa dekat dengan Abby.

Disatu sisi, apa yang telah dilakukan Simon persahabatan persahabatan dengan Abby, Nick dan Leah. Simon berusaha sekuat tenaga untuk mendekati Martin dengan Abby, menjauhi Nick yang ternyata diam-diam menyukai Abby juga dan memaksanya untuk lebih mendekati Leah yang menurut Simon, ia menyukai Nick. Semua rencana yang telah dirancang Simon berantakan. Abby tetap tidak bisa menerima Martin. Begitu juga dengan Leah dan Nick. 

Apa yang diungkapkan oleh Simon pun terjadi. Martin melakukannya. Social media sekolah menjadi gempar tentang postingan email antara Simon dan Blue. Seisi sekolah kini orientasi mengetahui seksualitas Simon. Adiknya pun ikut mengetahuinya. Hal itu semakin diperparah ketika Abby, Nick dan Leah mengetahui semua rencana yang dilakukan Simon bersama Martin. Hubungan pertemanan mereka akhirnya renggang. Blue pun kini ikut menghilang usai mengetahui siapa sosok Jacques sebenarnya. Simon larut dalam kesedihan, ia merasa dikucilkan dan tak mempunyai teman. 

Karena semuanya sudah terlanjur. Simon memutuskan dengan terbuka dan jujur ​​mengakui tentang orientasi seksualnya pada kedua orangtuanya.
Film-film bertema LGBT memang masih menjadi tema yang sangat sensitif untuk dikomersilkan. Pro dan kontra pasti akan mengikuti ketika film bertema LGBT dirilis. Meskipun tidak semua film bertema LGBT ini tentang seks atau bersenang-senang semata, beberapa di antaranya bahkan tampil sangat memuaskan. Contohnya film CALL ME BY YOUR NAME (2017) yang sukses tembus ke ajang Oscar 2018 lalu dan mendapat banyak penghargaan serta penghargaan sana-sini. Tak heran jika film-film seperti ini mayoritas diproduksi oleh rumah produksi spesialis film-film festival.
Langkah yang cukup mengejutkan datang dari rumah produksi 20th Century Fox. Rumah produksi yang menghadirkan block-buster ini mencoba memproduksi sebuah film bertema LGBT yang dikemas ringan khas film-film kisah cinta remaja pada umumnya. Awalnya aku sempat berspekulasi bahwa film ini akan terasa begitu cheesy disepanjang film. Namun hal tersebut harus ku klarifikasi sekarang. Film LOVE, SIMON (2018) ternyata tampil memuaskan! Aku suka cara menyanyikan sutradara dan penulis skenario menghadirkan cerita Simon Spier yang dibuat seringan mungkin. Dari pembukaan film saja, saya pribadi langsung tertarik untuk mengikuti kehidupan Simon. Film ini tak melulu soal orientasi seksual semata. Semua orang didunia pasti mempunyai sebuah rahasia besar dalam hidupnya. Entah itu apa tak harus tentang orientasi seksual saja. Aku suka cara Greg Berlanti menghadirkan konflik dalam film ini yang terasa menyenangkan dan membosankan sama sekali. Lingkungan sekitar Simon sangat mendukung untuk mengembangkan cerita dalam film ini. Chemistry antar para pemain juga terasa begitu kuat. Yang paling mengesankan adalah chemistry di antara keluarga Simon. Gila sih, itu adalah salah satu momen terbaik dalam film ini. Yang sedikit aku kurang suka film LOVE, SIMON (2018) ini hanya satu, pemilihan akhir cerita Simon dengan si Blue nya yang terasa over-sweet. Padahal disepanjang cerita sebelum menuju akhir, kadar manis dan hangat film ini sudah sangat pas. Terus lagi, sosok Blue nya tidak terlalu dibuat misterius di suhu dingin, karena dari awal film aku sudah bisa menebak dan ternyata BENAR.
sudah jelas menjadi film terbaiknya Nick Robinson. Disini ia sangat sukses menghadirkan sosok Simon Spier dengan segala permasalahan yang ia rasakan. Aku sama sekali tak menemukan hal berlebihan dalam diri Simon. Semuanya begitu terkendali dan wajar. Pemain lain pun tampil tidak mengecewakan. Sosok kedua orangtua dan para teman-teman dekat Simon tampil memuaskan.

0 komentar:

Posting Komentar