Rabu, 14 Mei 2025

Soekarno (2013)

                                            Soekarno (2013)



Pemeran: Ario Bayu, Maudy Koesnaedy, Lukman Sardi, Tika Bravani, Tanta Ginting, Ferry Salim, Argo AA Jimmy, Emir Mahira, Ria Irawan, Mathias Muchus, Agus Kuncoro, Patton dll.
Sutradara: Hanung Bramantyo


Studio: Gambar MVP, Gambar Mahaka, Dapur Film

Ketika lahir dan masa anak-anak ia bernama Kusno (Emir Mahira / Ario Bayu). Akan tetapi dengan alasan sering sakit-sakitan orang tua Kusno pun mengganti nama Kusno menjadi dengan Soekarno dan menggelar syukuran kecil-kecilan. Nama Soekarno sendiri terinsiparasi dari tokoh dalam wayang yaitu Adipati Karno. Semasa kecil hingga remaja Soekarno hidup di masa pemerintahan Belanda. Soekarno mempunyai banyak kawan dari kaum Belanda hingga kaum Pribumi. Sejak masih remaja, Soekarno sudah mempunyai keinginan untuk bisa memerdekakan Indonesia dari kaum penjajah. Keinginan tersebut semakin membara tatkala melihat para kaum pribumi begitu tertindas di bawah pimpinan penjajah.

Menginjak usia dewasa, Soekarno (Ario Bayu) tampil di atas sebuah mimbar berpidato dengan lantang mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bebas dan merdeka dari para penjajah. Pidato tersebut berhasil menggugah hati masyarakat Indonesia. Akan tetapi kejadian tersebut membuat Sukarno dipenjara kemudian diasingkan ke Bengkulu bersama Inggit Garnasih (Maudy Koesnaedy) sang istri yang begitu setia menemani Sukarno disituasi apapun meskipun usia mereka terpaut cukup jauh dan anak ketiga dari Inggit.
Selama di Bengkulu, Soekarno ikut mengabdi menjadi seorang guru di Sekolah Muhammadiyah lalu kemudian ia jatuh hati dengan muridnya yang bernama Fatmawati (Tika Bravani). Fatmawati pun merasakan hal yang sama, yaitu jatuh hati kepada Soekarno. Hal tersebut rupanya membuat Inggit cemburu dan kecewa terhadap Soekarno dan Fatmawati, karena Inggit sudah menganggap Fatmawati sebagai anaknya sendiri. Hadirnya Fatmawati, membuat Inggit akhirnya memutuskan untuk berpisah dari Soekarno.
Meski kisah asmara dilanda masalah, Soekarno tetap gigih dengan mimpinya yaitu Indonesia Merdeka.
Semenjak Belanda perlahan-lahan mulai dikalahkan oleh Jepang, rupanya Indonesia semakin sengsara. Banyak kaum pribumi yang dijadikan romusha, pertumpahan darah dimana-mana. Soekarno pun mencoba berbagai macam cara untuk bisa memerdekakan Indonesia. Dengan bantuan Bung Hatta (Lukman Sardi) Soekarno memperoleh cara yang cukup cerdik dan cerdas meskipun banyak perlawanan dengan cara yang dilakukan oleh Soekarno-Hatta
Salah satu Film Indonesia bertema "Biografi" kembali hadir dipenghujung tahun 2013. Setelah sosok BJ Habibie yang diangkat kelayar lebar dengan judul "Habibie & Ainun" dan sukses luar biasa dengan perolehan mencapai 4 juta penonton pada tahun lalu, kali ini giliran sosok Presiden Pertama Indonesia, Ir. Soekarno diangkat ke layar lebar oleh sutradara Hanung Bramantyo.
Dengan durasi yang mencapai 160 menitan, Hanung Bramantyo berhasil menggambarkan perjalanan hidup sosok Soekarno dari masa remaja hingga dewasa. Tak hanya sosok Soekarno, sisi perjuangan beliau dalam meraihnya
kemerdekaan untuk Indonesia juga sangat berhasil divisualkan. Terdapat 2 plot utama dalam Film Soekarno ini, dan plot tentang perjuangan Soekarno bersama Hatta untuk memerdekakan Indonesia adalah yang paling kuat dan intens. Semua yang kita pelajari dalam buku sejarah ketika dibangku sekolah hampir semua tergambarkan dengan baik oleh Hanung Bramantyo. Plot lainnya yaitu kisah cinta antara Sukarno, Inggit dan Fatmawati cukup pas disajikan tidak terlalu berlebihan, akan tetapi menimbulkan sebuah tanda tanya akan nasib Inggit yang hilang begitu saja setelah cerai dengan Sukarno.
Visualisasi dan sinematografi yang dihadirkan Soekarno cukup bagus dimana penggunaan nuansa vintage terasa dibeberapa bagian, setting latar tempat dan properti yang dipakai juga sangat detail juga mendukung dalam Film Soekarno ini meskipun dibeberapa latar tempat terdapat kesamaan dengan latar tempat di film Habibie & Ainun (2012) ataupun Sang Kiai (2013).
Dijajaran cast, hampir semua pemain begitu total dalam memerankan tokohnya. Ario Bayu yang semula banyak diremehkan, tetapi menurut saya dia begitu menjiwai, berkharisma dan total memerankan sosok Soekarno. Maudy Koesnaedy, Tika Bravani, Lukman Sardi, Tanta Ginting hingga cast pendukung lainnya juga memberikan penampilan terbaiknya difilm ini.
Secara keseluruhan, Film Soekarno boleh disebut sebagai salah satu karya terbaik dari Hanung Bramantyo dan salah satu Film Indonesia terbaik di tahun ini!

0 komentar:

Posting Komentar