Juni 10, 2025
Gendut Siapa Takut?! (2022)
Pemeran: Marshanda, Marthino Lio, Wafda Saifan, Cut Mini, Tora Sudiro, Dea Panendra, Omara Esteghlal, Jihane Almira, Siti Fauziah, Putri Manjo, Hanung Bramantyo, Yati Pesek
Sutradara: Pritagita Arianegara
Studio: Film Spektrum
Di usianya yang segera menginjak usia 30 tahun, Moza (Marshanda) masih betah hidup menjomblo. Alasannya sederhana. Ia memilih fokus untuk menjadi penulis novel bersama dengan editor sekaligus sahabatnya yaitu Eno (Dea Panendra). Selain itu, Moza pun sangat pesimis bisa mendapatkan pasangan karena ia memiliki tubuh yang gendut. Mama (Cut Mini) dan Papa (Tora Sudiro) sangat berharap anak pertamanya bisa segera menikah karena sudah tidak sabar untuk menimang cucu.
Suatu hari, novel yang ia tulis mendapat kesempatan untuk diangkat ke film layar lebar. Project tersebut akan diproduksi oleh aktor peraih Piala Festivalnya Film Indonesia yaitu Dafian Jatmiko (Marthino Lio). Moza sangat senang novelnya itu akan dibuat film layar lebarnya dan diproduseri langsung oleh aktor kesukannya. Moza bahkan berharap bisa cinlok dengan Dafi karena dia sudah naksir Dafi sejak lama.
Setelah kesepakatan dengan produser, tim produksi film kemudian mengadakan casting untuk mendapatkan pemeran utama wanita. Dafi kemudian merekomendasikan seorang perempuan cantik bernama Anggun Hamilton (Jihane Almira). Namun sayang, Moza dan Eno merasa tidak cocok dengan pilihan Dafi karena terlalu cantik dan belum memiliki skill akting yang mumpuni. Melihat dirinya yang dianggap tidak bisa berakting, Anggun pun sangat kesal dan meminta Dafi untuk tetap menjadi pemain utama dalam proyek film tersebut.
Moza pun harus mendapatkan masalah baru disaat teman semasa kecilnya yaitu Nares (Wafda Saifan) kembali muncul dihidupnya. Moza sangat membenci Nares karena sering mengejek postur tubuhnya. Bahkan sampai sekarang, Nares selalu saja bikin kesal Moza. Ia juga tak bisa berkutik saat Nares selalu bermain di rumahnya karena berteman dengan adiknya yaitu Nobel (Omara Esteghlal).
Seiring berjalannya waktu, rupanya Nares berusaha mendekati Moza. Selain untuk meminta maaf atas perlakuan masa kecilnya, Nares diam-diam menyimpan perasaan pada Moza. Hal itu membuat Moza bingung karena disatu sisi ia masih sangat membenci Nares, namun disatu sisi lain ia bahagia karena ada lelaki yang mau dekat dengan dirinya.
Disaat Nares berusaha mendapatkan hati sahabatnya itu, Moza harus berhadapan dengan isu perebut pacar yang mendekatinya. Moza menduduki Dafi dari Anggun yang ternyata pacar mereka secara backstreet. Netizen dan fans dari Dafi maupun Anggun langsung menghujat dan memberikan cibiran terhadap Moza di akun sosial medianya. Apakah Moza bisa menyelesaikan semua permasalahan yang terus menghantui hidupnya?
api hal tersebut tak membuat dirinya minder. Moza masih bisa melakukan banyak hal termasuk menjadi penulis novel populer dan disukai banyak orang. Pritagita Arianegara selaku sutradara film ini ingin memberikan pesan tak perlu insecure ataupun takut jika memiliki tubuh yang gendut, asalkan sehat. Karakter Moza dibuat tahan banting saat mendapatkan perundungan dari orang-orang sekitar. Hal tersebut malah dibuat happy-happy saja olehnya. Meski begitu, ada beberapa part di film ini yang menampilkan kekesalan dan sakit hati Moza saat dijadikan bahan berinteraksi dari Nares dan Eno. Plot kemudian terbagi dua menjadi bagian disaat Moza berhadapan dengan adaptasi film proyek dari novelnya dan juga drama bersama dengan Nares. Drama proses produksi novel menjadi film yang disajikan film ini lucu dan menghibur banget sih..
Penonton bisa mendapat gambaran tentang visi penulis novel dengan produser film yang terkadang selalu berbeda. Yang mengejutkan, hal tersebut dibuat seru-seruan dan gila-gilaan oleh seluruh pemain dengan kombinasi masing-masing. Sumpah sih kapan lagi melihat Cut Mini, Tor Sudiro, Marthino Lio, Dea Panendra, Jihane Almira, hingga Hanung Bramantyo berakting gila-gilaan dan lepas kendali hahaha. Drama percintaan antara Moza dan Nares juga eksekusinya lucu dan menggemaskan. Nares yang berusaha mengejar cintanya tampil meyakinkan sekaligus nyebelin terutama saat ia menonton Moza. Yang bikin gemes tentunya satu-satunya Marshanda. Dia sempurna sebagai Moza. Meskipun penampilan gendutnya jelek dan keliatan sangat palsu, tapi tertolong oleh berbagai emosi, ekspresi serta gerak tubuh nya itu sangatlah hidup. Marshanda begitu percaya diri sebagai Moza. Inimah udah kayak gak akting sih bagi Marshanda. Yang kangen dengan akting Marshanda sambil seru-seruan mungkin bisa terobati jika menonton film ini.
0 komentar:
Posting Komentar