Trap (2024)

Pemeran: Josh Hartnett, Ariel Donoghue, Saleka Shyamalan, Alison Pill, Hayley Mills, Jonathan Langdon, Marnie McPhail, Marcia Barnett, Vanessa Smythe, Lochlan Ray MillerSutradara: M. Night ShyamalanStudio: Warner Bros Pictures, Blinding Edge Pictures
Cooper Adams (Josh Hartnett) mengajak anak-anaknya, Riley (Ariel Donoghue) untuk menonton konser penyanyi idolanya, Lady Raven (Saleka Shyamalan) sebagai bentuk penghargaan karena Riley mendapatkan nilai yang bagus di sekolah. Cooper sengaja membeli tiket konser Lady Raven kategori festival agar sang anak senang bisa melihat idolanya lebih dekat.Tiba di Tanaka Arena yang menjadi tempat konser Lady Raven, Cooper melihat banyak sekali pihak kepolisian dan agen FBI yang berjaga di setiap sudut area konser. Setelah selesai scan tiket dan antri yang cukup panjang, mereka masuk ke dalam area konser. Riley pun tak lupa untuk membeli merchandise Lady Raven sebagai koleksi. Saat sedang mengantri barang dagangan, Cooper bertanya pada salah satu staf yang berada di sana tentang sistem keamanan konser. Staff tersebut menjelaskan jika keamanan super ketat tersebut merupakan rencana dari pihak kepolisian dan agen FBI untuk menangkap seorang pria psikopat yang sudah melakukan pembunuhan berantai dan mutilasi terhadap korbannya. Pihak penyelenggara dan kepolisian mendapat informasi jika pelaku akan menonton konser Lady Raven. Setelah itu, Cooper langsung membebankan ke toilet sambil memeriksa ponselnya yang terhubung dengan CCTV. Dari CCTV tersebut Cooper mengumpulkan seorang pria yang kondisinya terikat di ruang bawah tanah rumah dan berusaha meminta bantuan. Setelah itu, Cooper kembali ke tempat berdiskusi Riley dan konser Lady Raven pun dimulai.
Lady Raven muncul di tengah panggung dan membawakan lagu-lagu hitsnya. Puluhan ribu penonton termasuk Riley yang memadati venue ikut bernyanyi bersama. Ditengah euforia dan antusias para penonton konser Lady Raven, pihak kepolisian memeriksa satu demi satu penonton pria secara acak yang ada disana. Hal tersebut membuat Cooper panik. Ia mencari cara untuk bisa keluar dari acara konser tanpa pemeriksaan pihak keamanan. Cooper kemudian pergi sebentar meninggalkan Riley untuk menemukan akses jalan keluar dari venue yang hampir semuanya dijaga oleh petugas keamanan.Melihat sikap sang ayah yang aneh tersebut membuat Riley heran. Ia mengangga[ jika ayahnya tidak menikmati konser. Bahkan saat jeda konser, Cooper tak sengaja mengajak Riley untuk pulang sebelum konser selesai. Untungnya Cooper mengurungkan rencana tersebut dan kembali ke venue konser bersama dengan Riley. Saat konser sedang berlangsung, Cooper meminta izin untuk pergi dengan alasan mengambil pesanan kaos merchandise. Saat di booth, Cooper berhasil mengambil kartu akses dari staf penjual merchandise. Setelah itu, Cooper lebih leluasa untuk mencari jalan keluar sebelum diketahui oleh pihak kepolisian dan juga FBI. Saat menelusuri setiap lorong dan ruangan, Cooper tak sengaja mendengar percapakan antara pasukan agen FBI dengan pimpinannya. Instruksi yang diberikan yaitu tetap waspada dan terus memantau pergerakan para penonton laki-laki yang ada di seluruh area konser. Agen FBI pun berencana saat konser selesai, akses keluar khusus laki-laki akan dipisah dan dilakukan pemeriksaan berlapis.
Cooper kemudian kembali menemui Riley dan sebentar lagi konser Lady Raven akan masuk ke segmen yang dimana sang penyanyi membawakan lagu 'Dreamer Girl'. Pada segmen tersebut, Lady Raven akan mengajak satu penonton yang beruntung untuk ikut bernyanyi sambil berdansa di atas panggung. Cooper kemudian mendekati staf manajemen konser sambil berbohong tentang kondisi kesehatan Riley agar bisa naik ke atas panggung. Rencana Cooper berhasil. Cerita kebohongannya tentang penyakit Leukemia yang diderita Riley membuat manajemen dan staf konser simpati. Tak lama setelah itu, Cooper dan Riley diizinkan masuk ke belakang panggung sambil menunggu segmen 'Dreamer Girl' tiba. Selama berada di belakang panggung, Cooper terus mempertimbangkan cara agar bisa keluar dari Tanaka Arena tanpa ketahuan pihak kepolisian dan juga agen FBI. Hingga akhirnya, Cooper menemukan ide brilian agar bisa lolos dari pemeriksaan saat keluar venue konser, rencana meskipun tersebut memiliki risiko yang sangat besar bagi dirinya, Riley hingga Lady Raven itu sendiri.

Pemeran: Josh Hartnett, Ariel Donoghue, Saleka Shyamalan, Alison Pill, Hayley Mills, Jonathan Langdon, Marnie McPhail, Marcia Barnett, Vanessa Smythe, Lochlan Ray Miller
Sutradara: M. Night Shyamalan
Studio: Warner Bros Pictures, Blinding Edge Pictures
Cooper Adams (Josh Hartnett) mengajak anak-anaknya, Riley (Ariel Donoghue) untuk menonton konser penyanyi idolanya, Lady Raven (Saleka Shyamalan) sebagai bentuk penghargaan karena Riley mendapatkan nilai yang bagus di sekolah. Cooper sengaja membeli tiket konser Lady Raven kategori festival agar sang anak senang bisa melihat idolanya lebih dekat.
Tiba di Tanaka Arena yang menjadi tempat konser Lady Raven, Cooper melihat banyak sekali pihak kepolisian dan agen FBI yang berjaga di setiap sudut area konser. Setelah selesai scan tiket dan antri yang cukup panjang, mereka masuk ke dalam area konser. Riley pun tak lupa untuk membeli merchandise Lady Raven sebagai koleksi. Saat sedang mengantri barang dagangan, Cooper bertanya pada salah satu staf yang berada di sana tentang sistem keamanan konser. Staff tersebut menjelaskan jika keamanan super ketat tersebut merupakan rencana dari pihak kepolisian dan agen FBI untuk menangkap seorang pria psikopat yang sudah melakukan pembunuhan berantai dan mutilasi terhadap korbannya. Pihak penyelenggara dan kepolisian mendapat informasi jika pelaku akan menonton konser Lady Raven. Setelah itu, Cooper langsung membebankan ke toilet sambil memeriksa ponselnya yang terhubung dengan CCTV. Dari CCTV tersebut Cooper mengumpulkan seorang pria yang kondisinya terikat di ruang bawah tanah rumah dan berusaha meminta bantuan. Setelah itu, Cooper kembali ke tempat berdiskusi Riley dan konser Lady Raven pun dimulai.
Lady Raven muncul di tengah panggung dan membawakan lagu-lagu hitsnya. Puluhan ribu penonton termasuk Riley yang memadati venue ikut bernyanyi bersama. Ditengah euforia dan antusias para penonton konser Lady Raven, pihak kepolisian memeriksa satu demi satu penonton pria secara acak yang ada disana. Hal tersebut membuat Cooper panik. Ia mencari cara untuk bisa keluar dari acara konser tanpa pemeriksaan pihak keamanan. Cooper kemudian pergi sebentar meninggalkan Riley untuk menemukan akses jalan keluar dari venue yang hampir semuanya dijaga oleh petugas keamanan.
Melihat sikap sang ayah yang aneh tersebut membuat Riley heran. Ia mengangga[ jika ayahnya tidak menikmati konser. Bahkan saat jeda konser, Cooper tak sengaja mengajak Riley untuk pulang sebelum konser selesai. Untungnya Cooper mengurungkan rencana tersebut dan kembali ke venue konser bersama dengan Riley. Saat konser sedang berlangsung, Cooper meminta izin untuk pergi dengan alasan mengambil pesanan kaos merchandise. Saat di booth, Cooper berhasil mengambil kartu akses dari staf penjual merchandise. Setelah itu, Cooper lebih leluasa untuk mencari jalan keluar sebelum diketahui oleh pihak kepolisian dan juga FBI. Saat menelusuri setiap lorong dan ruangan, Cooper tak sengaja mendengar percapakan antara pasukan agen FBI dengan pimpinannya. Instruksi yang diberikan yaitu tetap waspada dan terus memantau pergerakan para penonton laki-laki yang ada di seluruh area konser. Agen FBI pun berencana saat konser selesai, akses keluar khusus laki-laki akan dipisah dan dilakukan pemeriksaan berlapis.
Cooper kemudian kembali menemui Riley dan sebentar lagi konser Lady Raven akan masuk ke segmen yang dimana sang penyanyi membawakan lagu 'Dreamer Girl'. Pada segmen tersebut, Lady Raven akan mengajak satu penonton yang beruntung untuk ikut bernyanyi sambil berdansa di atas panggung. Cooper kemudian mendekati staf manajemen konser sambil berbohong tentang kondisi kesehatan Riley agar bisa naik ke atas panggung. Rencana Cooper berhasil. Cerita kebohongannya tentang penyakit Leukemia yang diderita Riley membuat manajemen dan staf konser simpati. Tak lama setelah itu, Cooper dan Riley diizinkan masuk ke belakang panggung sambil menunggu segmen 'Dreamer Girl' tiba. Selama berada di belakang panggung, Cooper terus mempertimbangkan cara agar bisa keluar dari Tanaka Arena tanpa ketahuan pihak kepolisian dan juga agen FBI. Hingga akhirnya, Cooper menemukan ide brilian agar bisa lolos dari pemeriksaan saat keluar venue konser, rencana meskipun tersebut memiliki risiko yang sangat besar bagi dirinya, Riley hingga Lady Raven itu sendiri.
Cooper kemudian kembali menemui Riley dan sebentar lagi konser Lady Raven akan masuk ke segmen yang dimana sang penyanyi membawakan lagu 'Dreamer Girl'. Pada segmen tersebut, Lady Raven akan mengajak satu penonton yang beruntung untuk ikut bernyanyi sambil berdansa di atas panggung. Cooper kemudian mendekati staf manajemen konser sambil berbohong tentang kondisi kesehatan Riley agar bisa naik ke atas panggung. Rencana Cooper berhasil. Cerita kebohongannya tentang penyakit Leukemia yang diderita Riley membuat manajemen dan staf konser simpati. Tak lama setelah itu, Cooper dan Riley diizinkan masuk ke belakang panggung sambil menunggu segmen 'Dreamer Girl' tiba. Selama berada di belakang panggung, Cooper terus mempertimbangkan cara agar bisa keluar dari Tanaka Arena tanpa ketahuan pihak kepolisian dan juga agen FBI. Hingga akhirnya, Cooper menemukan ide brilian agar bisa lolos dari pemeriksaan saat keluar venue konser, rencana meskipun tersebut memiliki risiko yang sangat besar bagi dirinya, Riley hingga Lady Raven itu sendiri.






0 komentar:
Posting Komentar