Juli 08, 2025
Autobiography (2023)
Pemeran: Arswendy Beningswara, Kevin Ardilova. Haru Sandra, Rukman Rosadi, Yusuf Mahardika, Lukman Sardi, Yudi Ahmad Tajudin, Mardiko Agus, Achmad Agus Budi, Gondo Lifenya, Ibnu Widodo
Sutradara: Makbul Mubarak
Studio: KawanKawan Media, Kaninga Pictures
Disaat Rakib (Kevin Ardilova) sedang bersantai menikmati cemilan sambil menonton pertandingan catur di televisi, ia dikejutkan dengan suara klakson mobil dari luar rumah. Kondisi sang pemilik rumah yaitu Jenderal Purnawinata (Arswendy Beningswara) pulang tanpa memberi kabar terlebih dahulu padanya. Pak Purna pun merasa kaget saat melihat Rakib yang kini sudah beranjak remaja, karena terakhir ia melihat Rakib saat masih anak-anak dengan ayahnya, Pak Amir (Rukman Rosadi).
Kepulangan Pak Purna ke kampung halamannya di Bojonegoro itu bertujuan untuk mencalonkan diri sebagai Bupati. Berbagai persiapan telah dilakukan Pak Purna termasuk pemasangan spanduk, baliho dan kampanye di hadapan warga desa. Selama di kampung halamannya, Rakib siap mengabdi sebagai asisten pribadi dari Pak Purna. Hal tersebut sudah menjadi sebuah kewajiban bagi dirinya karena keluarga Rakib sendiri sudah mengabdi pada keluarga besar Pak Purna secara turun-temurun. Selama tinggal bersama, Pak Purna berusaha membangun kedekatan dengan Rakib agar situasi lebih cair. Pak Purna bahkan menganggap Rakib sudah seperti anak kandungnya sendiri. Ia mengajak Rakib untuk belajar menggunakan senapan angin dan serta ikut dalam kampanye untuk mendampinginya.
Suatu hari, dalam perjalanan pulang usai mengadakan pertemuan dengan warga desa, Pak Purna terkejut saat melihat dua kampanye baliho nya rusak. Ia pun turun dari mobil untuk mencari bukti barang dan menemukan beberapa botol alkohol yang tak jauh dari lokasi terpasangnya spanduk. Pak Purna pun langsung menghubungi rekannya di kepolisian yaitu Pak Suwito (Lukman Sardi) untuk menyelidiki hal tersebut. Melihat Pak Purna yang terlihat memendam amarah membuat Rakib bersedia untuk ikut menyelidiki pelaku perusakan baliho kampanye Pak Purna.
Rakib kemudian mendatangi pasar dan bertemu dengan temannya yaitu Andri (Haru Sandra) untuk menanyakan tentang siapa saja yang membeli botol alkohol di toko milik kerabatnya itu. Rakib pun memberikan ketidakseimbangan pada Andri agar bisa membantu dengan cepat. Setelah ditelusuri, pembeli botol alkohol adalah siswa SMA bernama Agus (Mahardika Yusuf) dengan teman-temannya. Rakib langsung mencari tahu keberadaan Agus dengan cara mengikuti dari sekolah hingga ke rumahnya. Melihat ada orang yang terus membuntutinya membuat Agus ketakutan. Rakib hanya meminta Agus untuk segera menemui Pak Purna dan meminta maaf atas perilakunya yang telah merusak kampanye baliho. Rakib berjanji akan mengantarkan Agus pulang jika urusannya dengan Pak Purna sudah selesai.
Kejadian tak terduga harus dialami Rakib dan Agus saat berada di rumah Pak Purna. Rakib sangat terkejut dan tak tahu harus berbuat apa saat mengalami kejadian tersebut. Apa yang sebenarnya terjadi di rumah Pak Purna?
September tahun lalu, film Indonesia AUTOBIOGRAPHY (2023) karya sutradara Makbul Mubarak menggemparkan dunia perfilman tanah air gara-gara memenangkan penghargaan Orizzonti & Parallel Section dari Venezia International Film Festival. Euforia film ini semakin meningkat lagi setelah kembali tayang dan mendapat apresiasi luar biasa dari Adelaide Australia, Tokyo Jepang, Stockholm Swedia, Bangkok Thailand, Marrakech, Quenzon City Filipina, Hainan China, Singapura hingga puncaknya memenangkan Best Asian Film di NETPAC, Golden Hanoman Awards di JAFF Jogja dan Best Original Screenplay di Festival Film Indonesia 2022. Prestasi luar biasa biasa dari debut film Makbum Mubarak ini langsung menyita perhatian penonton dan sangat menunggunya tayang di bioskop Indonesia.
tayang secara reguler dan terbatas di bioskop mulai 19 Januari 2023. Meskipun di Jakarta saja hanya tayang di Blok M Square, Plaza Senayan dan Kelapa Gading saja, aku harus segera menonton film ini karena pasti akan cepat hilang dari bioskop karena saingan film di bulan Januari ini sangatlah banyak.
Dari segi cerita, film AUTOBIOGRAPHY (2023) sebenarnya memiliki plot yang sangat sederhana tentang pengabdian seorang pemuda terhadap majikannya. Namun tak disangka premis tersebut dieksekusi dengan matang, apik sekaligus menyeramkan! Makbul Mubarak menyajikan potret tentang sikap perlindungan kekuasaan yang dikemas sangat terpampang nyata dan bisa ditemukan disekitar kita.
Tak perlu hadir dalam skala besar dan bombastis, kelakuan semena-mena, otoriter, meremehkan orang lain, rasa canggung terhadap penguasa hingga bermuka dua saat berada di situasi duka yang tersaji disepanjang durasi film AUTOBIOGRAPHY (2023) sukses menonton penonton. Perilaku Jenderal Purnawinata berasa seperti berkaca pada kasus-kasus yang sering kita jumpai di berbagai berita belakangan ini. Eksekusi cerita yang ditulis Makbul Mubarak ini juga berjalan dengan tempo yang cukup lambat terutama saat Jenderal Purnawinata melakukan bonding dengan Rakib. Rasa misteri dan ketegangan langsung menyeruak bikin bulukuduk merinding saat sang Jenderal pertama kali muncul dengan gaya bicaranya yang tegas. Sosok Kengerian Jenderal semakin komplit berkat atmosfer rumahnya yang terasa suram. Film ini benar-benar berhasil mendefinisikan kata seram tanpa harus menghadirkan sosok setan di dalamnya. Bahkan adegan pamungkas dari film ini jauh lebih menyeramkan dan mencekam dibandingkan film-film horor Indonesia yang dirilis belakangan ini.
Untuk jajaran pemain, penampilan duo Arswendy Beningswara dan Kevin Ardilova memberikan kualitas akting yang paripurna. Sosok Jenderal Purnawinata berhasil disajikan dengan gemilang oleh Pak Arswendy. Pokoknya saat melihat beliau kini tak lagi sama! Penampilan Kevin Ardilova yang memerankan Rakib pun berhasil membuat penonton langsung berempati terhadapnya. Perubahan karakter yang ia lalui sangat halus dan meyakinkan. Tak heran jika mereka berdua berhasil masuk memenangkan FFI dan menang piala Festival Film Tempo untuk kategori aktor utama dan aktor pendukung.
Secara keseluruhan, film AUTOBIOGRAPHY (2023) sudah pasti auto jadi salah satu film Indonesia terbaik di tahun ini. Sebuah pengalaman film bergenre unik dan mencekam padahal ini DRAMA bukanlah HORROR. Gila!
0 komentar:
Posting Komentar