Juli 23, 2025
Temen Kondangan (2020)
Pemeran: Prisia Nasution, Gading Marten, Samuel Rizal, Olivia Jensen, Reza Nangin, Kevin Julio, Diah Permatasari, Pierre Gruno, Feby Febiola, Iszur Muchtar, Chika Waode, Sahira Anjani, Ovi Dian, Yeslin Wang, Oline Mendeng, Imelda Therinne, Melissa Karim
Sutradara: Iip Sariful Hanan
Studio: MNC Pictures
Ditengah-tengah rutinitasnya sebagai pekerja kantoran sekaligus seleb Instagram populer, Putri (Prisia Nasution) mendapatkan sebuah undangan pernikahan dari Dheni (Samuel Rizal), mantan kekasihnya yang kini akan segera menikah dengan pacarnya, Fitri (Olivia Jensen), anak bos perusahaan media terkenal di Jakarta. Pernikahan Dheni dan Fitri ini menjadi pusat perhatian karena Dheni merupakan anak dari keluarga sukses di Jakarta.
Gara-gara didesak oleh para netizen, Putri yang sebenarnya sudah move-on, terpaksa harus menerima tantangan untuk hadir ke pesta pernikahan Dheni dan Fitri. Dengan dibantu oleh asistennya yaitu Sari (Chika Waode), Putri lalu mencari calon pendamping untuk menghadiri undangan itu. Kandidat pertama, Sari memberi referensi sepupunya yaitu Juna (Kevin Julio) yang sudah berpengalaman melayani jasa pendamping ke acara pernikahan. Namun Juna tidak pernah merespon saat Putri menjerit. Pilihan kedua, Putri langsung teringat pada bossnya yaitu Pak Galih (Gading Marten). Namun Putri tak yakin juga bisa mengajak bossnya itu untuk menemaninya ke undangan pernikahan. Kebingungan pun melanda Putri. Ia tak mungkin datang ke undangan pernikahan mantannya seorang diri. Putri mempunyai prinsif pantang untuk datang sendirian ke acara mantan, ditambah lagi ia tak ingin menjadi bahan gosip dari sesama seleb Instagram yang selalu memberikan gosip-gosip tak jelas yaitu Mawar (Oline Mendeng).
Keesokan harinya, Putri tak sengaja bertemu dengan Yusuf (Reza Nangin), teman semasa SMA di Bandung yang kini berprofesi sebagai vokalis band. Pertemuan itu membuat Yusuf senang karena pujaan hatinya selama masa sekolah itu meminta dirinya untuk menemani ke pesta pernikahan. Hari pernikahan pun tiba. Putri akhirnya datang ke pesta pernikahan Dheni dan Fitri bersama dengan Yusuf. Reaksi dari para teman-temannya yaitu Lulu (Ovi Dian), Olive (Sahira Anjani) dan Gaby (Yeslin Wang) bahagia akhirnya Putri bisa move-on dari sang mantan.
Hal tak terduga pun terjadi. Pak Galih tiba-tiba menghubungi Putri bahwa ia telah tiba di lokasi undangan. Tak hanya itu saja, Juna pun hadir di acara pernikahan dan menganggap dirinya sebagai pasangan undangannya Putri. Melihat pria ketiga yang tak diharapkan menjadi partner undangannya membuat Putri panik dan kebingungan. Semakin kacau disaat Pak Galih mempunyai misi tersendiri saat datang ke pesta pernikahan Dheni dan Fitri. Begitu juga dengan Juna yang rupanya adalah seorang Wedding Crasher yang telah diawasi oleh para Wedding Organizer, termasuk Supervisor Wedding Organizer yang menghandle acara pernikahan Dheni dan Fitri yaitu Bu Angel (Imelda Therinne). Kepanikan juga ikut menghampiri Juna. Tak disangka, band yang mengisi acara pernikahan itu ternyata grup band dirinya sendiri. Juna pun akhirnya harus menerima jika ia didepak dari grup band karena sang vokalis utamanya kini sudah pulang dari Eropa.
Kekacauan demi kekacauan terus terjadi. Kedua mempelai pernikahan ribut. Begitu juga dengan kedua orang tua mereka yang mengalami adu mulut hingga konflik yang terus melebar kemana-mana. Momen pernikahan Dheni dan Fitri menjadi kacau balau. Fitri kecewa karena Dheni masih saja mengundang Putri, padahal sudah dilarang oleh Fitri.
Dijumpai pada saat sesi Media Screening hari Sabtu, 25 Januari 2020 lalu di CGV Grand Indonesia, Lukman Sardi selaku Creative & Associate Producer MNC Picture mengungkapkan, ide awal film ini bermula dari apa yang dirasakan dan kegelisahan para netizen di luar sana seputar mendapat undangan pernikahan dari mantan. Ide menggelitik ini kemudian dikembangkan menjadi sebuah naskah film yang ditulis oleh Priesnanda Dwisatria dan Fauzan Indra. MNC Pictures kemudian mengarahkan sutradara Iip Sariful Hanan untuk menahkodai
ini banyak sekali kejadian-kejadian lucu. Tak cuma itu saja, karena seringnya bertemu di lokasi selama berminggu-minggu membuat seluruh pemeran yang mayoritas aktor-aktris papan atas Indonesia ini cukup mudah dalam membangun chemistry dan keseruan dalam film. Reza Nangin pun menambahkan, kegilaan yang diciptakan di lokasi syuting selalu berhasil memancing tawa seluruh tim produksi film.
Ada hal menarik yang diungkapkan oleh Lukman Sardi dan Kang Iip. Plot cerita film ini berkisah dalam satu hari saja pada saat acara pernikahan. Namun kenyataannya, proses pengambilan gambar untuk adegan di acara pernikahan itu saja memakan waktu hingga 12 hari. Mereka menyewa gedung dan menyewanya menjadi set pernikahan untuk keperluan proses syuting film. Alhasil, tim produksi dan editing film ini harus jeli dan konsisten dalam melakukan pengeditan agar terlihat meyakinkan bahwa kekacauan acara pernikahan itu terjadi pada suatu hari
Untuk segi cerita, film ini memang cukup berhasil menghadirkan tawa penonton di saat terjadi kekacauan di pesta pernikahan. Konflik yang dihadirkan pun bagaikan bola salju yang terus menggelinding, melebar dan membesar hingga ke akhir cerita. Paruh awal film menurutku cukup sukses menampilkan latar belakang karakter Putri yang berprofesi sebagai wanita karier sekaligus selebgram. Logat sunda yang dibawakan Prisia Nasution ternyata sangat bagus dan memancing tawa penonton. Konflik pun dimulai disaat karakter Putri tiba di lokasi acara pernikahan. Kegilaan para penulis naskah dalam menghadirkan hal-hal komedi dalam film ini awalnya sangat menghibur, namun lama kelamaan membuat kami lelah. Alhasil beberapa subplot konflik lewat karakter selain Putri, Dheni, Fitri dan Galih terasa sangat dipaksakan untuk ada.
0 komentar:
Posting Komentar