Kamis, 15 Mei 2025

Bila Esok Ibu Tiada (2024)

                                 Bila Esok Ibu Tiada (2024)




Pemeran: Christine Hakim, Adinia Wirasti, Fedi Nuril, Amanda Manopo, Yasmin Napper, Hana Saraswati, Immanuel Caesar Hito, Baim Wong, Nunu Datau, Slamet Rahardjo
Sutradara: Rudi Soedjarwo
Studio: Gambar Leo, Gambar Warisan, Film A&Z, Gambar Layana

Ibu Rahmi (Christine Hakim) dan Pak Haryo (Slamet Rahardjo) adalah pasangan suami istri yang sudah berusia senja namun saling mencintai satu sama lain. Rumah tangga mereka berjalan harmonis dan penuh kebahagiaan bersama keempat anak mereka yaitu Ranika (Adinia Wirasti), Rangga (Fedi Nuril), Rania (Amanda Manopo) dan Hening (Yasmin Napper). Hampir setiap akhir pekan mereka selalu berkumpul dan menghabiskan waktu bersama.
Namun ditengah kebahagiaan tersebut, Pak Haryo pergi untuk selama-lamanya meninggalkan sang istri dan keempat anaknya. Ibu Rahmi sangat terpukul dengan kematian sang suami yang begitu mendadak. Hingga tiga tahun berlalu, ia masih dalam tahap berusaha untuk bangkit dari keterpurukan. Seiring berjalannya waktu tersebut, anak keempat Ibu Rahmi tumbuh menjadi orang dewasa dengan kesibukan mereka masing-masing. Ranika fokus mengejar karirnya di bidang periklanan. Rangga memutuskan menikah dengan Thea (Hana Saraswati) dan berusaha mewujudkan impiannya sebagai seorang musisi. Rania berprofesi sebagai bintang iklan yang berambisi ingin menjadi aktris terkenal. Sementara itu, Hening yang masih kuliah berusaha mewujudkan impiannya menggelar pentas seni musik rock bersama kekasihnya, Dito (Immanuel Caesar Hito).

Ibu Rahmi selalu merindukan kehangatan dan kebersamaan dengan keempat anaknya yang kini semakin susah untuk berkumpul. Disatu sisi, ia memaklumi dengan kesibukan Ranika, Rangga, Rania dan Hening. Namun disatu sisi lainnya, rasa rindu itu selalu menghantuinya. Alhasil, Ibu Rahmi hanya bisa menangis sambil memeluk foto keluarganya saja di kamar. Namun kesedihan Ibu Rahmi tak selalu berlarut-larut, karena masih ada Hening yang masih tinggal satu rumah di dekatnya.
Waktu terus berlalu. Tak terasa Ibu Rahmi berulang tahun ke-65. Di momen pertambahan usia sang ibu, keempat anaknya malah disibukkan dengan urusan mereka masing-masing. Adik dari Ibu Rahmi yaitu Hesti (Nunu Datau) senang masih menyempatkan datang ke rumah untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada kakaknya sambil membawa banyak hidangan makanan. Karena kesal keempat keponakannya lupa dengan ulang tahun sang kakak, Hesti langsung menelepon Ranika dan adiknya yang ketiga untuk pulang dan menemui Ibu Rahmi. Ranika, Rangga, Rania dan Hening pun langsung meninggalkan semua pekerjaan mereka lalu pergi ke rumah merayakan ulang tahun ibu mereka.
Setibanya di rumah, Ranika kesal karena ketiga adik dan iparnya sama sekali tidak ada yang mengingat tahun ulang tahun ibu. Rangga, Rania dan Hening pun membela diri karena mereka juga sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Rania yang tak terima disalahkan, ia juga menyalahkan Ranika karena tak pernah mau disalahkan. Ranika semakin terpancing emosi hingga akhirnya Rangga memutuskan pulang duluan dari rumah sambil mengajak istrinya karena dibuat jelek dengan apa yang diungkapkan Ranika.

Sejak penandatanganan tersebut, Ibu Rahmi semakin merasa sedih dan menyalahkan dirinya sendiri karena tak bisa lagi membuat keempat anaknya akur. Ia pun terus memikirkan bagaimana caranya agar Ranika, Rangga, Rania dan Hening tidak sering bertengkar yang berhubungan dengan dirinya sendiri. Karena hal ini juga, kondisi kesehatan Ibu Rahmi perlahan mulai menurun. Penyakit vertigo yang selama ini diderita Ibu Rahmi pun semakin parah dan membuatnya harus banyak istirahat. Dokter menyarankan agar Ibu Rahmi lebih diperhatikan lagi oleh keluarganya, namun ia memutuskan untuk sementara tidak memberi tahu keempat anaknya karena khawatir akan mengganggu semua kegiatan mereka. Ibu Rahmi menyampaikan pesan kepada Hesti agar merahasiakan tentang kondisi kesehatannya hingga keempat anaknya. Selain itu, Ibu Rahmi juga ingin pergi ke Pekalongan untuk ziarah ke Makam sang suami sendirian tanpa merepotkan Ranika, Rangga, Rania dan Hening.
Keesokan harinya, Ibu Rahmi akhirnya pergi ke Pekalongan seorang diri dan menggunakan kereta tanpa sepengetahuan keempat anaknya. Saat Ranika pulang ke rumah, ia terkejut karena rumah kosong. Ia langsung menelpon Hening menanyakan perihal ibu mereka, namun Hening juga tidak tahu karena sedang sibuk tugas kuliah serta persiapan acara pentas musik dengan Dito. Ranika semakin emosi pada Hening karena masih tinggal satu rumah dengan ibu namun ia tidak tahun pergi kemana. Semakin panik setelah Ranika menemukan surat Keadaan berobat dari rumah sakit yang ada di kamar ibu. Ranika tak mengira ibunya mengidap vertigo parah namun tak pernah menceritakannya kepada ia dan ketiga adiknya. Rania bersama Rangga dan Thea pun meninggalkan pekerjaan mereka untuk segera pulang ke rumah secepatnya. Pertengkaran keempat kakak beradik ini kembali terjadi. Mereka saling menyalahkan satu sama lain atas ketidaktahuan penyakit dari ibu mereka. Tak lama kemudian, Hesti datang ke rumah dan meminta keempat keponakannya itu untuk memenuhi semua keinginan Ibu Rahmi yang ingin pergi ke Pekalongan sendirian.
Seiring berjalannya waktu, hubungan kakak beradik ini kembali diuji setelah Rania dan asistennya ditangkap oleh pihak kepolisian atas dugaan mengkonsumsi narkoba. Rania ditahan di kantor polisi selama proses pemeriksaan. Semua barang dan alat komunikasi miliknya ditahan sementara untuk melacak pengedar narkoba tersebut. Di tengah malam, pihak kepolisian akhirnya mengabarkan penangkapan Rania kepada keluarganya yaitu Ranika dan Hening yang berada di rumah. Mendengar adiknya ditangkap polisi, Ranika langsung berangkat untuk menjemput adiknya itu. Namun sayang, dalam perjalanan menuju kantor polisi, Ranika mendapat kabar buruk bagi dirinya dan juga adiknya yang ketiga.

Rumah produksi Leo Pictures semakin produktif dalam dua tahun terakhir. Pasca kesuksesan film SOSOK KETIGA (2023) lalu disusul film THAGHUT (2024) dan serial viral JANGAN SALAHKAN AKU SELINGKUH (2024) yang tayang di WeTV, kini babak film layar lebar terbaru berjudul BILA ESOK IBU TIADA (2024) tayang di bioskop mulai Kamis, 14 November kemarin. Setelah mengalami peningkatan kualitas yang cukup signifikan di film horor THAGHUT (2024), Leo Pictures terlihat semakin ingin membuktikan konsistensi dalam merilis film-film dengan menampilkan banyak aktor-aktris yang sudah memiliki jam terbang tinggi di industri perfilman tanah air.



Untuk segi cerita, sesuai dengan judulnya, film ini sudah pasti akan menjadi drama yang menguras air mata bagi penonton di bioskop. Kisah seorang ibu yang sudah berusia senja yang merindukan kebersamaan dengan keempat anaknya ini sudah pasti akan sangat berhubungan dengan semua kalangan penonton. Kolaborasi antara Rudi Soedjarwo dan Oka Aurora disini ternyata tak sepenuhnya menampilkan cerita pilu seorang ibu yang diperankan Christine Hakim saja. Dinamika hubungan empat kakak beradik yang selalu panas saat mereka berkumpul juga menjadi daya tarik dari film ini. Empat karakter ini memiliki kekuatan serta kekurangannya masing-masing dalam sebuah keluarga. Anak pertama yaitu Ranika yang diperankan dengan sangat luar biasa oleh Adinia Wirasti menyampaikan secara maksimal bagaimana ia berjuang mencapai puncak karir demi membahagiakan orang tua dan ketiga adiknya. Sikap tegas dari Ranika ini memang bisa kita temukan pada anak pertama dalam sebuah keluarga gak sih? Perkembangan karakter menarik selanjutnya datang dari anak kedua yaitu Rangga yang diperankan Fedi Nuril. Yang mengejutkan, subplot tentang Rangga yang idealisme dalam bermusik dan selalu mendapat dukungan penuh dari istrinya juga tidak berlebihan. Scene stealer dari keempat bersaudara datang dari karakter

Rania yang diperankan Amanda Manopo, subplot cerita perjalanan kariernya dan menjadi salah satu kunci dalam dinamika konflik keluarga Ibu Rahmi disini juga baguus! Karakter anak bungsu yaitu Hening yang diperankan Yasmin Napper juga memiliki daya tarik tersendiri karena selalu menjadi sasaran empuk yang disalahkan oleh kakak-kakaknya. Kompleksitas drama keempat kakak beradik serta pergulatan batin sang ibu dalam film ini memang sudah berada di level yang memukau. Ditambah lagi, Rudi Soedjarwo menggunakan teknik one take setiap keempat anak ini kumpul. Emosi dan ketegangan dalam satu kali pengambilan gambar di sini sukses membuat takjub dengan berbagai akting semua aktor yang terlibat. Namun yang sedikit mengganjal yaitu saat fokus cerita jadi terlalu lebar saat menceritakan drama asmara dalam kehidupan Ranika dan Rania. Untungnya, saat momen klimaks dan mengungkap kebenaran, kehadiran karakter pendukung yang diperankan Baim Wong, Caesar Hito dan Hana Saraswati jadi melengkapi dengan indahnya keseluruhan cerita film BILA ESOK IBU TIADA (2024) ini.
Untuk jajaran pemain, penampilan Ibu Christine Hakim memang menjadi nyawa terbesar dalam film ini. Bahkan film baru dimulai saja, meletus dan isyarat dari beliau sudah membuat air mata ambyarrrrr! Adinia Wirasti juga semakin membuktikan dirinya sebagai salah satu aktris terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Momen kepedihan, sakit hati dan melihatnya bisa dengan mudah dirasakan penonton. Sempurna sekali! Fedi Nuril, Amanda Manopo dan Yasmin Napper juga hadir semakin melengkapi kualitas performa ensemble cast film BILA ESOK IBU TIADA (2024).
Untuk urusan visual, film ini sesuai dengan porsinya tanpa menggunakan filter atau sinematografi berlebihan. Mungkin yang sedikit mengganggu yaitu penempatan scoring musik indah karya Andi Rianto dalam beberapa adegan yang terlalu repetitif sehinga membuatku terasa seperti dipaksa untuk menangis gara-gara scoring indah tersebut.
Secara keseluruhan, film BILA ESOK IBU TIADA (2024) berhasil menjadi sajian drama teajerker yang bukan sekedar bikin nangis semata tapi punya kualitas akting terbaik dari para pemainnya. Salam! Makin bersemangat dengan produksi-produksi selanjutnya dari Leo Pictures!


0 komentar:

Posting Komentar