Jumat, 16 Mei 2025

Ghibah (2021)

                                            Ghibah (2021)

Pemeran: Anggika Bolsterli, Verrell Bramasta, Zsa-Zsa Utari, Arafah Rianti, Josephine Firmstone, Jerry Likumahuwa, Adila Fitri, Asri Welas, Opie Kumis, Unique Priscilla, Willem Bevers, Rizky Mocil

Sutradara: Monty Tiwa

Studio: Perusahaan Dee, Blue Water Productions, MD Pictures, Disney Plus Hotstar

Firly (Anggika Bolsterli) dan Ulfa (Arafah Rianti) yang baru saja pulang dari kampus, dipanggil oleh Mang Opie (Opie Kumis) dan Umi Asri (Asri Welas) untuk membantu mereka melihat kondisi Okta (Adila Fitri) yang dari sore hari berteriak-teriak dari dalam kamar kostnya. Filly pun mencoba masuk ke kamar dan menemukan Okta yang sedang bersembunyi dan terlihat sangat ketakutan. Okta pun langsung menyerahkan semua tugas yang baru saja diselesaikan untuk segera diberikan kepada Arga (Verrell Bramasta), pimpinan redaksi organisasi warta berita di kampusnya.





Menjelang hari raya Idul Adha, tim warta berita akan mengadakan acara Pembagian hewan kurban. Arga meminta Yola (Josephine Firmstone) untuk meliput kegiatan tersebut. Namun ternyata, pada hari H, Yola tidak bisa datang untuk mendokumentasikan kegiatan Idul Adha dengan alasan demam. Ia meminta bantuan pada Yola untuk menggantikannya. Filly pun terpaksa membatalkan janji dengan kedua orangtuanya dan dipaksa pergi ke kampus untuk menggantikan Yola. Selama berada disana, Firly merasakan pusing dan mual karena melihat hewan yang disembelih. Ia tak tega melihat hewan disakiti dan akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang vegetarian.





Saat acara peliputan selesai, Firly terkejut melihat postingan Instagram Story dari Yola yang sedang selfie di toilet hotel. Hal itu membuat Fily kesal karena Yola telah berbohong. Sesampainya dirumah, Firly terkejut melihat kaki sang ibu yang terluka akibat terpeleset saat mengantarkan ayahnya ke dokter. Ia pun semakin kesal dan membenci Yola karena semua kejadian itu terjadi gara-gara dia.





Keesokan harinya, Firly langsung mendatangi Yola dan memarahinya. Filly menuduh Yola lebih memilih check-in ke hotel daripada mengerjakan tugas yang diberikan. Mendengar hal tersebut membuat Yola sakit hati karena difitnah oleh temannya. Yola bersumpah jika dia memang demam disaat hari raya Idul Adha itu.
Di sisi lain, kondisi Okta yang sudah dibawa orangtuanya ke Psikolog masih belum menunjukkan tanda-tanda membaik. Okta selalu ketakutan dan merasa ada yang mengikuti kemana pun ia pergi. Hal serupa perlahan dirasakan juga oleh Firdaus. Ia mulai sering melihat penampakan dan juga mengalami hal-hal tak masuk akal.




Semakin kacau disaat Yola pun merasakan keadaan yang sama dengan Firly dan juga Okta. Melihat yang dialami oleh Okta, Firly dan juga Yola membuat Umi Asri harus bergerak cepat menyelamatkan mereka dari sosok yang menghantui mereka. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Firly, Okta dan Yola?

Tapi ternyata, film GHIBAH (2021) tak sepenuhnya seram. Monty Tiwa dan tim penulis naskah membawakan film ini ke arah komedi horor namun tetap memberikan perkembangan cerita yang baik, terutama di saat momen investigasi untuk mengungkap penyebab yang terjadi pada ketiga tokoh perempuan. Tahap demi tahap halusinasi dan rasa takut yang dirasakan oleh Firly dieksekusi dengan sangat baik berkat sisi teknisnya yang mumpuni. Teror menyeramkan sekaligus menjijikan terus dialami Firly yang notabene ia seorang vegetarian. Efek visual yang dihadirkan terbilang efektif membuat penonton berkumpul. Momen paling berkesan dalam film ini adalah saat wajah salah satu pemain bersimbah dan terkelupas di depan cermin. Selain itu, Monty Tiwa tidak terlalu mabok jumpscared dalam film GHIBAH (2021) ini. Adegan exorcism dengan kearifan lokal yang dilakukan Umi Asri tampil cukup mencekam dan langsung teringat pada salah satu adegan exorcism ikonik di film Hollywood. Namun sayang, di film ini masih ada beberapa plothole yang tidak ditutup dengan rapi. Beberapa diantaranya yang membuat janggal seperti penjelasan ketika seseorang sedang melakukan Ghibah itu memangnya harus selalu menguap terlebih dahulu agar Jin Ifrit masuk ke dalam tubuh orang tersebut? Selain itu, adegan khutbah usai sholat Idul Adha pun terasa sedikit berlebihan dan terkesan terlalu menggurui. Elemen komedi yang ditonjolkan dalam film ini juga sangat berlebihan terutama disaat-saat krusial dan serius. Andai saja Opie Kumis dan Arafah Rianti dapat menahannya hingga tidak lucu di beberapa adegan penting mungkin akan berpengaruh cukup signifikan terhadap ketegangan ketegangan film ini.


Untuk jajaran pemain, Anggika Bolsterli untuk yang kesekian momen berhasil memerankan karakter penuh dengan usaha dalam setiap adegannya. Rasanya tidak tega melihat Anggika yang berlumuran darah berkali-kali, kesiram air toilet sampai bergerilya di kubangan lumpur. Selain Anggika, penampilan Asri Welas yang biasanya selalu memancing tawa penonton, kali ini ia bisa berakting serius dengan. Penampilan karakter pendukung yang mayoritas tidak berkontribusi banyak terhadap inti cerita juga tidak bisa disebut jelek maupun bagus, karena terbatas dan minimnya pengembangan karakter dari mereka semua.












0 komentar:

Posting Komentar