Wiro Sableng 212: The Dragon Axe Warrior (2018)
Pemeran: Vino G. Bastian, Sherina Munaf, Yayan Ruhian, Fariz Alfarizi, Aghniny Haque, Ruth Marini, Dwi Sasono, Lukman Sardi, Marcella Zalianty, Marsha Timothy, Teuku Rifnu Wikana, Yusuf Mahardika, Dian Sidik, Cecep Arif Rahman, Andy Rif, Marcell Siahaan, Happy Salma
Sutradara: Angga Dwimas Sasongko
Studio: Gambar Seperti Hidup, 20th Century Fox
Pada suatu malam, sebuah desa datangi oleh para pendekar kegelapan yang dipimpin oleh Mahesa Birawa (Yayan Ruhiyan). Para pendekar pemberontak ini merampas dan menghancurkan seisi desa. Suci (Happy Salma) dan Ranaweleng (Marcell Siahaan) berusaha melawan dan melindungi cucu Wiro (Vino G. Bastian) dari Mahesa, namun usaha tersebut gagal. Kedua orangtua Wiro tewas ditangan Mahesa. Ketika Mahesa akan menghabisi Wiro, seorang wanita tua langsung menyelamatkan Wiro. Ia adalah Sinto Gendeng (Ruth Marini) yang merupakan guru pendekar yang tinggal di Gunung Gede.

Pada suatu malam, sebuah desa datangi oleh para pendekar kegelapan yang dipimpin oleh Mahesa Birawa (Yayan Ruhiyan). Para pendekar pemberontak ini merampas dan menghancurkan seisi desa. Suci (Happy Salma) dan Ranaweleng (Marcell Siahaan) berusaha melawan dan melindungi cucu Wiro (Vino G. Bastian) dari Mahesa, namun usaha tersebut gagal. Kedua orangtua Wiro tewas ditangan Mahesa. Ketika Mahesa akan menghabisi Wiro, seorang wanita tua langsung menyelamatkan Wiro. Ia adalah Sinto Gendeng (Ruth Marini) yang merupakan guru pendekar yang tinggal di Gunung Gede.
Wiro berhasil diselamatkan oleh Sinto. Tahun demi tahun berlalu. Wiro tumbuh menjadi dewasa. Selama dibesarkan oleh Sinto, Wiro banyak sekali mendapatkan ilmu bela diri dan kekuatan untuk menumpas segala kejahatan. Ketika dirasa usia dan kemampuan Wiro sudah pas, Sinto Gendeng kemudian memberikan sebuah alat senjata pada Wiro yang bernama Kapak Maut Naga Geni 212. Sinto lalu memberitahukan pada Wiro untuk mencari tahu keberadaan Mahesa. Yang ternyata Mahesa sendiri merupakan anak angkat yang dibesarkan Sinto sama seperti Wiro namun Mahesa malah menggantikan Sinto dan pergi meninggalkannya setelah mendapat semua ilmu dari Sinto.
Mendengar hal itu, Wiro tanpa pikir panjang langsung setuju untuk mencari dan menghabisi Mahesa. Karena Mahesa adalah orang yang telah membuatnya menjadi yatim piatu. Dalam perjalanan mencari Mahesa, Wiro bertemu dengan Anggini (Sherina Munaf) murid dari Dewa Tuak (Andy Rif). Anggini sendiri sangat berambisi untuk menjadi seorang pendekar. Dewa Tuak lalu menyuruh Anggini untuk bergabung dan membantu Wiro. Jika Anggini dan Wiro berhasil mengalahkan Mahesa, Dewa Tuak berjanji akan meluluskan Anggini menjadi seorang pendekar.
Waktu terus berlalu. Pada suatu hari, Wiro tak sengaja mampir disebuah warung. Disana ia melihat sosok pangeran (Yusuf Mahardika) dan Raramurni (Agniny Putri) yang tengah menyamar. Mereka menyamar agar bisa berbaur dengan masyarakat biasa. Tapi sayang, penyamaran mereka terbongkar ketika rombongan anak buah Mahesa yang dipimpin oleh Kaligundil (Dian Sidik) berhasil mengetahuinya. Mereka ternyata mengincar pangeran yang merupakan pewaris kerajaan yang dipimpin oleh Paduka Raja Kamandaka (Dwi Sasono) dan permaisuri (Marcella Zalianty). Melihat pangeran dan Raramurni terancam bahaya, Wiro dan Anggini tidak tinggal diam. Keduanya langsung menolong keduanya dan melawan Kaligundil beserta rekan-rekannya.
Wiro berhasil menaklukan Kaligundil. Pangeran dan Raramurni sangat berterima kasih atas apa yang telah dilakukan Wiro dan Anggini. Ketika dalam perjalanan berikutnya, mereka bertemu dengan Bujang Gila Tapak Sakti (Fariz Alfarizi) yang juga siap menemani Wiro dan Anggini untuk mengalahkan Mahesa.
Akankah Wiro, Anggini dan Bujang Gila bertemu dengan Mahesa?
Lalu apakah film WIRO SABLENG 212 (2018) ini mampu memberikan kepuasan pada para penonton yang sudah lama menanti kehadirannya? Untuk segi cerita, film yang dibintangi Vino G. Bastian ini layaknya seperti film superhero kebanyakan, yakni ringan dan sederhana, tentang perjalanan seorang superhero mencari penjahat yang telah menyebabkan orangtuanya terbunuh. Dengan durasi penceritaan mencapai 120 menit, Angga Dwimas Sasongko dan penulis skenario membawakan kisah Wiro Sableng dengan unsur aksi dan komedi di hampir semua adegan. Durasi yang cukup melar ini menurutku terlalu panjang, karena cukup banyak adegan komedi (yang tidak terlalu penting banget) dihadirkan dalam film ini. Tumpahan ruahnya karakter dalam film ini juga tidak dieksplor lebih jauh lagi. Hanya beberapa karakter saja menurutku yang sukses mendapatkan karakterisasi yang kuat. Mayoritas komedi yang ditampilkan dalam film WIRO SABLENG 212 (2018) ini menurutku juga kebanyakan kangen ketimbang yang hits. Angga terlihat berusaha keras melontarkan lelucon di film ini. Hasilnya, jadi terlihat cukup kaku dan garing. Maaf. Aksi laga yang cukup intens dibeberapa bagian yang menyelipkan komedi sedikit membuat alis terangkat.

Untuk jajaran pemain, hampir semua karakter yang dimainkan oleh sederet aktor aktris papan atas ini tampil memuaskan. Terutama untuk Vino G. Bastian, Sherina Munaf dan Yayan Ruhian. Aksi pertarungan yang mereka lakukan patut diacungi jempol. Nyaris semua adegan pertarungan dalam film ini sukses membuat decak kagum para penonton. Definisi "Die Hard" lagi-lagi ditampilkan sangat memukau oleh Mahesa Birawa yang diperankan oleh Yayan Ruhian. Come-back Sherina Munaf bermain dalam film layar lebar setelah debutnya 18 tahun silam lewat PETUALANGAN SHERINA (2000) ini tampil cantik dan mempesona. Vino G. Bastian tampil prima sebagai Wiro Sableng.

Untuk segi visual dan CGI yang selama ini dipermasalahkan oleh para netizen di dunia maya, secara keseluruhan film WIRO SABLENG 212 (2018) tampil oke. Beberapa visual dan CGI bahkan mulus dan memukau. Dan yang paling membuatku merinding dalam film ini sih ada dua hal. Yakni, yang pertama, film pembuka muncul logo 20th Century Fox dan scoring film musik ini sungguh bercita rasa Hollywood. Aksi pertarungan yang menggunakan gaya silat dalam film ini kemudian ditayangkan musik intens khas film aksi Hollywood begitu mengesankan.
Lalu apakah film WIRO SABLENG 212 (2018) ini mampu memberikan kepuasan pada para penonton yang sudah lama menanti kehadirannya? Untuk segi cerita, film yang dibintangi Vino G. Bastian ini layaknya seperti film superhero kebanyakan, yakni ringan dan sederhana, tentang perjalanan seorang superhero mencari penjahat yang telah menyebabkan orangtuanya terbunuh. Dengan durasi penceritaan mencapai 120 menit, Angga Dwimas Sasongko dan penulis skenario membawakan kisah Wiro Sableng dengan unsur aksi dan komedi di hampir semua adegan. Durasi yang cukup melar ini menurutku terlalu panjang, karena cukup banyak adegan komedi (yang tidak terlalu penting banget) dihadirkan dalam film ini. Tumpahan ruahnya karakter dalam film ini juga tidak dieksplor lebih jauh lagi. Hanya beberapa karakter saja menurutku yang sukses mendapatkan karakterisasi yang kuat. Mayoritas komedi yang ditampilkan dalam film WIRO SABLENG 212 (2018) ini menurutku juga kebanyakan kangen ketimbang yang hits. Angga terlihat berusaha keras melontarkan lelucon di film ini. Hasilnya, jadi terlihat cukup kaku dan garing. Maaf. Aksi laga yang cukup intens dibeberapa bagian yang menyelipkan komedi sedikit membuat alis terangkat.
Untuk jajaran pemain, hampir semua karakter yang dimainkan oleh sederet aktor aktris papan atas ini tampil memuaskan. Terutama untuk Vino G. Bastian, Sherina Munaf dan Yayan Ruhian. Aksi pertarungan yang mereka lakukan patut diacungi jempol. Nyaris semua adegan pertarungan dalam film ini sukses membuat decak kagum para penonton. Definisi "Die Hard" lagi-lagi ditampilkan sangat memukau oleh Mahesa Birawa yang diperankan oleh Yayan Ruhian. Come-back Sherina Munaf bermain dalam film layar lebar setelah debutnya 18 tahun silam lewat PETUALANGAN SHERINA (2000) ini tampil cantik dan mempesona. Vino G. Bastian tampil prima sebagai Wiro Sableng.
Untuk segi visual dan CGI yang selama ini dipermasalahkan oleh para netizen di dunia maya, secara keseluruhan film WIRO SABLENG 212 (2018) tampil oke. Beberapa visual dan CGI bahkan mulus dan memukau. Dan yang paling membuatku merinding dalam film ini sih ada dua hal. Yakni, yang pertama, film pembuka muncul logo 20th Century Fox dan scoring film musik ini sungguh bercita rasa Hollywood. Aksi pertarungan yang menggunakan gaya silat dalam film ini kemudian ditayangkan musik intens khas film aksi Hollywood begitu mengesankan.






0 komentar:
Posting Komentar