Juli 14, 2025
Siksa Neraka (2023)
Pemeran: Rizky Fachrel, Kiesha Alvaro, Ratu Sofya, Nayla D. Purnama, Ariyo Wahab, Astri Nurdin, Slamet Rahardjo, Inggrid Widjanarko, Joseph Kara
Sutradara: Anggy Umbara
Studio: Perusahaan Dee
Setelah lama merantau di Ibukota, Saleh (Rizky Fachrel) akhirnya pulang ke kampung halaman dan bertemu dengan keluarganya. Sang ayah yaitu Syakir (Ariyo Wahab) merupakan seorang ustadz sekaligus guru mengaji di masjid bersama dengan istrinya, Ibu Rika (Astri Nurdin). Pulangnya Saleh ke rumah membuat adiknya yang ketiga yaitu Fajar (Keisha Alvaro), Tyas (Ratu Sofya) dan Azizah (Nayla D. Purnama) sangat senang karena sang kakak membawa hadiah untuk mereka bertiga.
Keesokan harinya, Ustad Syakir dan Ibu Rika mendapat panggilan dari desa tetangga untuk membantu proses pemakaman seorang remaja bernama Dini yang merupakan teman sekelas dari Azizah. Berdasarkan kabar yang beredar, Dini meninggal karena bunuh diri karena sudah tidak kuat mengalami bullying di sekolahnya. Saat kedua orang tua mereka pergi, Saleh mengajak Fajar dan Tyas untuk membantu mewujudkan cita-cita Azizah yang ingin mengikuti kompetisi menyanyi di desa tetangga. Saleh yakin jika adiknya bisa lolos dan nantinya masuk ke tahap selanjutnya di Ibukota.
Untuk mempercepat menuju desa tetangga, Saleh bersama dengan adiknya yang ketiga mengambil jalan pintas dengan menyebrangi sungai. Dalam perjalanan menuju sungai di malam hari itu, cuaca tidak bersahabat. Mereka juga bertemu dengan Pak Haji (Joseph Kara) dan Pak Hardjo (Slamet Rahardjo) yang sedang buru-buru pulang ke rumah. Pak Hardjo mewanti-wanti kepada Saleh dan adiknya yang ketiga untuk segera pulang ke rumah dan tidak melintasi sungai karena akan segera turun hujan. Namun Saleh mengabaikan peringatan dari Pak Hardjo. Mereka pun tetap pergi secepat mungkin agar Azizah tidak terlambat datang ke kompetisi menyanyi itu.
Saleh, Fajar, Tyas dan Azizah perlahan melintasi sungai secara bergandengan. Hujan pun turun dan semakin deras. Tak lama kemudian, debit udara semakin meluap. Azizah pun terpeleset dan seketika langsung menyeret ikut ketiga kakaknya. Setelah hujan reda, Ustadz Syakir dan Ibu Rika pulang ke rumah. Perasaan khawatir langsung mendekati keduanya setelah keempat anak mereka tidak ada di rumah. Keesokan harinya, warga desa memberitahukan jika mereka menemukan jasad Saleh dan Fajar mengambang di tepi sungai. Ustadz Syakir dan Ibu Rika sangat terpukul dengan kematian dua anaknya itu. Mereka pun berharap Tyas dan Azizah bisa segera ditemukan serta masih hidup.
Kematian Saleh dan Fajar ternyata membuka rahasia dan dosa yang selama ini disembunyikan dari kedua orang tua mereka. Selama tinggal di Ibukota, Saleh sering berjudi dan pernah melakukan penipuan kepada Pak Hardjo dengan berkedok investasi asuransi. Sementara itu, Fajar diam-diam berpacaran di sekolah, sering berbohong kepada orang tuanya dan diminta oleh Saleh untuk mencoba jasa pijat sensual ketika berliburan ke Ibukota. Hal tersebut membuat kedua orang tua mereka terkejut dengan dosa dan aib yang diperbuat oleh Saleh dan juga Fajar. Dosa-dosa mereka berdua selama hidup akhirnya mendapatkan balasan di neraka.
Beberapa hari kemudian, jasad Azizah ditemukan tersangkut di antara bebatuan di sungai. Azizah pun masuk ke neraka karena telah mencuri barang-barang temannya di sekolah dan juga berbohong kepada kedua orang tuanya. Tak lama kemudian, Tyas akhirnya ditemukan dalam kondisi pingsan. Warga pun langsung membawanya ke rumah sakit dan mengalami koma. Selama tak sadarkan diri itu, Tyas masuk ke neraka dan melihat ketiga saudaranya mendapat kejutan akibat dosa-dosa yang diperbuat. Setelah ia sadar, Tyas berusaha untuk menjadi anak yang lebih baik lagi dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Namun disisi lain, Ustadz Syakir dan Ibu Rika selalu menyalahkan diri mereka karena telah gagal memberikan bekal amal dan ibadah kepada ketiga anaknya yang kini sudah meninggal dunia.
Generasi yang lahir di tahun 80-90an mungkin sudah sangat familiar dengan komik SIKSA NERAKA. Komik tersebut menampilkan gambar-gambar animasi orang-orang berdosa yang mendapatkan pedihnya siksa neraka. Kala itu, komik tersebut menjadi mimpi buruk sekaligus pengingat bagi para pembacanya untuk tidak lagi berbuat dosa selama hidup di dunia ini. Untuk komiknya sendiri tidak memiliki cerita, hanya menampilkan gambar-gambar yang dicontohkan beserta penjelasan yang berdasarkan kitab suci Al-Qur'an. Penulis Lele Laila kali ini mempunyai tugas yang cukup berat karena harus mengadaptasi skenario dari komik yang tidak memiliki cerita di dalamnya. Lalu bagaimana dengan cerita SIKSA NERAKA (2023) yang hadir dalam versi layar lebarnya ini?
menghadirkan drama sebuah keluarga yang orangtuanya sangat ketat dalam mendidik keempat anaknya agar kelak bisa menjadi orang yang berguna di masa depan. Selain itu, mereka juga selalu mendapat tuntutan agar berakhlak mulia agar jauh dari siksa neraka. Sebetulnya, cerita keluarga Ustadz Syakir disini akan mudah berhubungan dengan mayoritas keluarga yang ada di Indonesia, tentang bagaimana orang tua yang selalu berusaha membuat anak mereka sempurna dan berakhlak baik. Namun sayang, eksekusi Lele Laila dalam menghidupkan karakter keluarga Ustadz Syakir disini sangat monoton. Rasa bosan semakin meningkat karena setiap dialog yang dilontarkan oleh para pemain begitu hambar dan tidak ada chemistry yang sama sekali. Motivasi keempat anak Ustadz Syakir yang ingin mengantarkan Azizah ke lomba nyanyi pun sangat lemah dan jauh dari realistis. Unsur horor dan jumpfear yang dihadirkan dalam film ini juga terasa sekali dipaksakan pada ada. Kemunculan aktor Slamet Rahardjo disini sangat tidak berguna dan tidak berdampak besar terhadap keseluruhan cerita. Sayang sekali.
0 komentar:
Posting Komentar