Sabtu, 22 November 2025

BANGSAL ISOLASI

 BANGSAL ISOLASI


Di luar durasi yang hanya 76 menit, Bangsal Isolasi memang film yang bergerak cepat. Begitu cepat, alih-alih seru ia lebih terasa buru-buru. Intensitas dan misteri pun jadi tumbal. Padahal karya penyutradaraan Adhe Dharmastriya (#Modus, Nikah Yuk, Iblis dalam Konten) ini punya potensi mengeksplorasi subgenre wanita di penjara yang masih sangat jarang di sinema Indonesia modern. 

Weni (Kimberly Ryder) baru saja dijebloskan ke dalam penjara akibat kasus narkoba. Bukan penjara biasa, melainkan kurungan bak neraka dunia di mana Herman (Piet Pagau) si kepala sipir memimpin dengan tangan besi, sedangkan Bella (Wulan Guritno) jadi tahanan yang paling ditakuti karena tak ragu menghabisi siapa pun yang melawannya.

Padahal Bangsal Isolasi memiliki modal yang mumpuni untuk melahirkan film Women in Prison yang memperkaya variasi sinema tanah air. Tata artistik miliknya cukup apik dalam menciptakan sebuah penjara kumuh (walau sebagian besar telah disediakan oleh interior Benteng Van der Wijck yang jadi lokasi pengambilan gambar), sedangkan isian musik Ganden Bramanto yang membentang dari rock blues hingga heavy metal mampu membangun suasana unik ala film era 60-an dan 70-an. 

Di jajaran cast, nama-nama seperti Kimberly Ryder dan Wulan Guritno menghadirkan penampilan "aman" sesuai kebutuhan. Niniek Arum sebagai Imah, seorang tahanan dengan gangguan jiwa malah menjadi pelakon yang paling menonjol. Sementara Ibrahim Risyad sebagai Adit sipir berada di kutub berlawanan, tatkala tiba-tiba mengeluarkan teriakan luar biasa kaku yang mampu memecah keheningan studio lewat tawa penonton.

Tentu sulit mengharapkan kadar eksploitasi setingkat film-film wanita di penjara pada umumnya, baik dalam bentuk kekerasan atau seksualitas, mengingat ketatnya sensor di Indonesia, namun setidaknya Bangsal Isolasi masih berusaha menyelipkan beberapa baku hantam berdarah. Andai saja ia tahu kalau pedal gas tidak harus selalu dipacu.

0 komentar:

Posting Komentar