BEETLEJUICE BEETLEJUICE
Sedangkan di dua dekade berikutnya, entah karena pendewasaan atau status "sutradara ternama" yang membuatnya tak lagi terpinggirkan di lingkaran sosial, sentuhan magis Burton mulai memudar. Keanehan bukan lagi wujud ekspresi, melainkan sebatas komoditi yang wajib dipenuhi.
Sebagai sekuel yang hadir 36 tahun setelah film pertamanya, Beetlejuice Beetlejuice pun terkesan seperti satu lagi upaya mengikuti tren dengan membuat sisa-sisa potensi komersil dari waralaba lama di mana nostalgia jadi senjata. Tapi (untungnya) kenyataannya berbeda. Film ini justru ibarat medium bagi Burton untuk mengingat jati dirinya lagi, serta kembali pada performa terbaik sebagai sutradara.
Lydia Deetz (Winona Ryder) pun mengalami proses serupa. Si remaja gotik pembangkang di film pertama telah bertransformasi menjadi perempuan paruh baya yang mengakrabi kecemasan. Terkenal sebagai pembawa acara penelusuran rumah hantu di televisi berkat kemampuan melihat hantu justru membuatnya tersiksa. Si ibu tiri, Delia (Catherine O'Hara), menghilangkan hilangnya jati diri asli Lydia, sedangkan sang puteri, Astrid (Jenna Ortega), kurang menyukainya.
Kematian sang suami, Richard (Santiago Cabrera), akibat kecelakaan kapal yang membuat dimangsa piranha merenggangkan hubungan Lydia dengan Astrid. Ironisnya, kematian dengan cara serupa yang menyatukan mereka lagi, saat ayah Lydia, Charles (aktor tanpa nama mengisi suaranya menggantikan Jeffrey Jones), tewas dimakan hiu di tengah laut
Burton menggunakan animasi stop-motion guna menampilkan proses kematian Charles yang dipenuhi nuansa komedi gelap. Sebuah adegan unik nan menggelitik, yang senada dengan bagaimana naskah buatan Alfred Gough dan Miles Millar mengamati kematian. Daripada memotret kematian sebagai peristiwa mengerikan dan mengerikan, Beetlejuice Beetlejuice dijadikan alat untuk melempar candaan.
Begitu pula para hantu. Bersama para protagonis, penonton diajak berpetualang mengarungi (semacam) akhirat, bertemu kembali dengan Betelgeuse (Michael Keaton) yang masih ingin menikahi Lydia, sekaligus berusaha kabur dari kejaran Delores LaVerge (Monica Bellucci), mantan istri yang kini menjadi hantu dengan kemampuan menyedot jiwa hantu lain.
Petualangan tersebut Burton pakai untuk menuangkan segala imajinasi pembohong khasnya yang seperti kuburan dalam beberapa waktu belakangan. Ditemani musik ikonis gubahan Danny Elfman, Burton membanjiri 104 menit durasi filmnya dengan beragam makhluk berdesain aneh, yang dihidupkan oleh kombinasi mumpuni antara efek praktikal dan komputer. Semuanya memuncak di adegan musikal eksentrik berhiaskan lagu MacArthur Park milik Richard Harris pada babak ketiga, yang tampil bak modifikasi kreatif bagi klimaks film pertama.






0 komentar:
Posting Komentar