IF
Melalui If, John Krasinski yang menyutradarai sekaligus menulis naskah seolah ingin membuat film Pixar versinya (mungkin dengan tambahan inspirasi dari serial animasi Foster's Home for Imaginary Friends). Keunikan dunia serta karakter, pula kemampuan filmnya mengaduk-aduk perasaan memang mengingatkan pada judul-judul milik rumah produksi tersebut, hanya saja dengan kualitas penceritaan yang lebih inkonsisten.
Di dunia film ini teman imajiner benar-benar eksis, dan mereka dipanggil IF (Imaginary Friends). Bentuknya beragam. Ada monster, naga, hantu, astronot, dan lain-lain sesuai dengan imajinasi bocah yang menjadi teman mereka. Apabila si bocah telah tumbuh dewasa, para IF bakal tak lagi bisa dilihat, kemudian memulai proses untuk menemukan pasangan baru.
Fakta-fakta yang dipelajari Bea (Cailey Fleming), gadis 12 tahun yang untuk sementara tinggal bersama neneknya (Fiona Shaw) karena ayahnya (John Krasinski) akan menjalani operasi jantung. Di situlah Bea mulai mengalami peristiwa ajaib di mana ia bisa melihat para IF sejak pertemuannya dengan Cal (Ryan Reynolds), seorang pria yang bertugas menemukan pasangan baru bagi IF yang telah dilupakan oleh teman lamanya.
Sedikit membahas karya-karya Pixar, salah satu keunggulan mereka adalah soal bangunan dunia yang luar biasa detail. Naskah Krasinski belum berada di level serupa. Banyak lubang bertebaran terkait aturan di dunia ciptaan sang sineas. "Kenapa Bea bisa melihat semua IF termasuk yang bukan miliknya?" merupakan salah satu yang paling menonjol.
Penyelamatnya adalah kemampuan Krasinski sebagai sutradara mengolah deretan momen menyentuh yang tak asal menguras air mata, namun turut didukung keindahan estetika. Sebutlah beberapa sekuen imajinasi yang terselip di babak kedua. Kemunculannya menonton aliran cerita, berpotensi menarik perhatian penonton anak-anak yang juga merupakan target pasar film ini, namun tetap memiliki rasa berkat sensitivitas penggarapan Krasinski. Begitu pula epilognya yang tetap tampil sangat manis meskipun berada di jalur yang sama (atau lebih tepatnya "terlalu baik") aturan yang filmnya bangun sendiri.
Musik buatan Michael Giacchino turut berkontribusi besar memberi dampak emosi. Inilah salah satu karya terbaik sang kompetisi dalam beberapa tahun terakhir. setara dengan scoring ikoniknya di Inside Out (2015), musik If memiliki efek magis yang bakal dengan cepat menempel di memori tiap penonton.
Para pelakonnya tidak kalah berjasa. Cailey Fleming memancarkan kemurnian hati Bea, Ryan Reynolds kembali piawai menggabungkan kejenakaan dengan kehangatan, bahkan John Krasinski dengan screen time terbatas mampu mencuri perhatian sebagai sosok ayah yang enggan memandang dunia melalui kacamata negatif. Belum lagi jajaran pengisi suara bertabur bintang yang menghidupkan para IF dengan ragam wujud aneh mereka.
Desain karakternya yang kreatif patut mendapat pujian, meski di paruh akhir, terungkap bahwa desain yang didominasi makhluk aneh tersebut juga jadi cara curang guna mengalihkan perhatian penonton dari twist yang sebenarnya tidak terlalu mengejutkan.
Di luar berbagai kekurangan naskahnya, kemampuan memancing haru jelas pantas disebut "kelas satu". Sebuah kisah yang akan terasa dekat justru bagi orang dewasa, yang di tengah kemonotonan hari-hari mereka, terkadang memerlukan pelukan hangat dari teman lama yang tak terlupakan.






0 komentar:
Posting Komentar