Rabu, 05 November 2025

A BUSINESS PROPOSAL

 A BUSINESS PROPOSAL


Sungguh mengganggu saat adaptasi dari webtoon The Office Blind Date karya HaeHwa ini, yang juga sempat diangkat menjadi drakor populer berjudul Business Proposal pada tahun 2022 lalu, akan lebih diingat karena kontroversi di balik layarnya. Padahal A Business Proposal termasuk salah satu adaptasi yang bisa kembali pengalaman menyenangkan saat menikmati materi asal. Singkatnya, sebuah komedi romantis yang manis.

Garis besar ceritanya masih sama. Sari (Ariel Tatum), seorang karyawan perusahaan makanan, mendatangi kencan buta dengan berpura-pura menjadi sahabatnya, Yasmin (Caitlin Halderman), yang malah membawanya bertemu dengan bos barunya, Utama (Abidzar Al Ghifari). Yasmin sendiri justru terpikat pada Satrio (Ardhito Pramono), adik Utama. 

Naskah buatan Adhitya Mulya memang terlihat ingin sebisa mungkin mempertahankan seluruh aspek penceritaan drakornya. Tentu ada harga yang mesti dibayar dari upaya memadatkan drama 12 jam menjadi film 117 menit. Di beberapa titik termasuk konklusinya, A Business Proposal bergerak buru-buru, dan sebatas "menampilkan" tanpa mampu "mendalami" barisan masalah yang ada.

Setidaknya para penggemar takkan merasa tontonan favorit mereka dipermak habis-habisan. Mungkin perlu waktu bagi filmnya untuk menemukan pijakan, tapi selepas melewati babak pertama, romansa yang sempat serba kaku mulai terasa manis, pun humor yang tadinya hambar akibat lemahnya timing pengadeganan perlahan menemukan efektivitas dalam memancing tawa. Seperti dua sejoli yang awalnya canggung tatkala baru diperkenalkan, sebelum akhirnya menemukan keserasian selepas beberapa waktu memadu kasih. 

Membicarakan humor tak bisa lepas dari penampilan Caitlin Halderman yang menggila, di mana sang aktris mampu mengubah material apa pun menjadi kekonyolan luar biasa. Caitlin mendefinisikan istilah "scene stealer" berkat kemampuannya mengolah segala jenis amunisi (verbal, gestur, ekspresi), yang bahkan membuat pertemuan lucu antara Yasmin dan Satrio terasa lebih memikat dibandingkan pertemuan dua tokoh utamanya.

Bukan berarti Ariel Tatum dan Abidzar tampil buruk. Kimia keduanya terjalin baik, pun sebagai individu, mereka membawa kekuatan yang serupa. Baik Ariel maupun Abidzar sama-sama mengedepankan pendekatan natural. Ariel tidak dibuat-buat dalam menghidupkan sosok gadis canggung, Abidzar pun enggan berperilaku sok ganteng (sesuatu yang kerap memikat banyak aktor medioker saat memerankan figur eksekutif muda). 

Menarik pula melihat karakter Utama dijelaskan tidak sekejam Kang Tae-moo di versi drakor. Sebuah pilihan bijak dari naskahnya, mengingat berbeda dengan drakor 12 episode, keterbatasan durasi film akan menyulitkan terajinya transformasi natural dari si karakter. Meski di pihak lain, naskahnya juga lalai menjustifikasi hal-hal "menyeramkan" yang sempat Utama lakukan terhadap para karyawan kantor (yang ternyata begitu ia pedulikan) di awal kemunculannya.
Eksekusi dramanya, biarpun diganggu oleh penuturan yang tergesa-gesa, masih memunculkan kehangatan di beberapa kesempatan (Sari yang berusaha menguatkan Utama di tengah guyuran hujan yang mendatangkan trauma, flashback masa lalu Utama dan Satrio, kedekatan Sari dengan keluarganya). Proposal Bisnis memang menyisakan beberapa kelemahan, namun ia jelas layak mendapat reputasi yang lebih baik.

0 komentar:

Posting Komentar