Kamis, 06 November 2025

DARK NUNS

 DARK NUNS


Meski tidak membawa banyak koneksi dengan The Priests (2015) selain beberapa singgungan terkait kasusnya serta cameo di penghujung durasi, Dark Nuns yang bertindak sebagai sekuel/spin-off masih menawarkan formula serupa. Bedanya, alih-alih seminaris berandalan, posisi protagonis diisi oleh sesosok suster, yang menghisap sebatang rokok sebelum ritual eksorsis, membawa satu jeriken besar air suci sebagai amunisi, lalu dengan santai mengolok-olok iblis yang ingin ia usir. Keren.

Suster itu bernama Junia (Song Hye-kyo), yang karena kemampuannya mengusir setan (normalnya cuma bisa dan bisa dilaksanakan oleh pendeta), ditambah perangai "peduli setan" yang selalu ia bawa bahkan di hadapan para petinggi gereja, mendapat julukan "Dark Nun". Di misi terbarunya, Suster Junia harus menyelamatkan pemuda bernama Hee-joon (Moon Woo-jin), yang ia percaya telah dirasuki salah satu dari 12 manifestasi kekuatan jahat, sebagaimana yang menimpa Young-shin (Park So-dam) di film pertama. 

Masalahnya proses pengusiran setan tidak bisa begitu saja yang dilakukan Junia. Naskah buatan Oh Hyo-jin mengajak penonton untuk mengamati betapa kompleksnya birokrasi gereja, sekaligus kekolotan pola pikir patriarkis banyak petingginya, menyulitkan gerak-gerik Junia. Belum lagi keberadaan Romo Paolo (Lee Jin-wook) yang bertugas merawat Hee-joon. Meski seorang pendeta, Paolo juga berstatus psikiater yang tak memercaai eksorsisme. Murid unggulan Romo Paolo, Suster Michaela (Jeon Yeo-been), juga memiliki perspektif serupa dan berpikiran skeptis terhadap tindak-tanduk Junia.

Film pertama mengumpulkan lebih dari 5,4 juta penonton (film Korea Selatan dengan penonton terbanyak ketujuh di tahun 2015), sehingga Dark Nuns punya alasan kuat untuk mempertahankan formula kemenangan dari pendahulunya itu. Alurnya tetap konsentrasi pada satu kasus, di mana durasi didominasi oleh proses protagonisnya mempersiapkan eksorsisme. 

Tapi Dark Nuns tampil lebih atmosferik. Pengarahan Kwon Hyeok-jae mengingatkan pada metode Jang Jae-hyun (sutradara The Priests) saat mengolah Exhuma. Sinematografinya meleburkan kemegahan dengan kengerian, yang mampu membangun suasana tidak nyaman tanpa perlu menampakkan wajah iblis, sadisme, atau amunisi menakut-nakuti yang bersifat eksplisit lainnya.

Sayang, Dark Nuns juga masih berbagi kekurangan yang mirip dengan film pertama. Naskah yang terlampau berambisi menampilkan kisah sebanyak mungkin, membuat beberapa poin plotnya berakhir mentah tanpa eksplorasi. Alhasil babak keduanya tampil lebih kompleks dari yang filmnya butuhkan, dan terkesan tak punya arah yang pasti. Ada kalanya film ini terasa melelahkan di fase tersebut. 

Untungnya kelemahan di atas mampu ditambal oleh elemen lain dalam penceritaannya, yakni perspektif unik yang menyatukan tiga cabang keilmuan dalam proses pengusiran setan: agama, klenik, dan medis. Suster Junia si ahli eksorsisme yang dibekali ilmu religi nyatanya tak ragu meminta bantuan dukun, menghadirkan situasi unik berupa peleburan imagery Katolik dengan perdukunan Korea Selatan, yang mana bukan pemandangan yang jamak dimiliki film bertema eksorsisme. Suster Michaela yang akhirnya bersedia membantu si "suster kegelapan" ikut berkontribusi lewat pengetahuannya sebagai tenaga kesehatan.

Dark Nuns adalah soal kesetaraan, baik terkait ilmu maupun gender. Klimaksnya menyampaikan pesan tersebut dengan baik, meski pun sang sutradara nampaknya belum piawai mengolah intensitas dari pendekatan adegan eksorsismenya yang berorientasi pada gelaran aksi bertempo tinggi. 

Babak ketiga Dark Nuns mengedepankan permainan kekuatan antara iblis dan suster sebagai perpanjangan tangan Tuhan, dengan sentuhan dinamika gender. Ketimbang saling serang secara fisik, kedua pihak lebih banyak berusaha saling memanipulasi, berusaha memanfaatkan kerapuhan serta ego masing-masing sebagai senjata untuk menjatuhkan. Di bawah ini Song Hye-kyo menguraikan karisma berapi-api miliknya, mewakili kekokohan Suster Junia sebagai perempuan, yang di tengah luka-lukanya yang mungkin terasa seperti sengatan api yang membara, tetap terlalu perkasa bagi iblis penghuni neraka.

0 komentar:

Posting Komentar