Minggu, 02 November 2025

NOCTURNAL

 NOCTURNAL

Nokturnal menjanjikan banyak hal. Pertama, menilik formatnya sebagai thriller balas dendam yang telah lama jadi menu andalan sinema Korea Selatan. Kedua, terkait premis unik miliknya, yakni perihal sebuah novel yang alurnya bisa memprediksi aksi kriminalitas di dunia nyata. Terdengar seperti sebuah klasik instan. 

Bae Min-tae (Ha Jung-woo) kini hanya seorang buruh biasa di pabrik yang menunggak gaji karyawannya, tapi ada masanya ia dikenal sebagai sosok gangster yang ditakuti. Min-tae terpaksa kembali mengunjungi dunia bawah tanah selepas sang adik, Seok-tae (Park Jong-hwan), ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, sedangkan sang istri, Cha Moon-young (Yoo Da-in), juga tiba-tiba hilang.

Ha Jung-woo begitu berjanji sebagai Min-tae si mantan gangster intimidatif, kemunculannya saja sudah bisa membangkitkan rasa takut musuh. Dikunjunginya semua tokoh kriminal, termasuk mantan bosnya, Seok Chang-mo (Jung Man-sik), untuk mencari tahu kebenaran di balik kematian Seok-tae, dan Min-tae tak Segan menghabisi siapa pun yang menghalangi jalannya, termasuk polisi tua yang sempat bersinggungan dengan jalan dia. 

Di sisi lain ada Kang Ho-ryeong (Kim Nam-gil), penulis novel berjudul Nocturnal yang juga melakukan pencarian terhadap Moon-young. Sementara itu, berdasarkan penyelidikannya, Detektif Park (Heo Sung-tae) menemukan fakta bahwa segala peristiwa yang berkaitan dengan kematian Seok-tae ternyata berjalan serupa dengan alur novel buatan Ho-ryeong. 

Kim Jin-hwang selaku sutradara sekaligus penulis naskah enggan terlalu menyuapi penonton, dan cenderung membiarkan kita tenggelam dalam kegiatan menyusun puzzle sendiri, yang bakal terasa mengasyikkan bagi mereka yang membuat otak. Alurnya kompleks, namun tidak pernah terlalu rumit hingga mustahil untuk memecahkannya. Apalagi di balik kompleksitas tersebut ada misteri yang cukup efektif mengundang rasa penasaran.

Beberapa twist menanti di ujung cerita. Meski bukan sesuatu yang segar atau luar biasa mengejutkan, twist tersebut mampu memantapkan bangunan dunia kelam yang jadi latar filmnya, di mana pengkhianatan merupakan hal biasa, dan hanya ada kegelapan menanti di ujung jalan. Protagonis yang kita ikuti perjuangannya pun memiliki kepribadian yang jauh dari kesempurnaan seorang pahlawan. 

Masalah bukan terletak pada misterinya, tapi metode investigasi yang protagonisnya gunakan untuk mengusut misteri tersebut. Min-tae sebatas mengunjungi suatu lokasi yang ditengarai menyimpan petunjuk, menginterogasi orang-orang yang ada di sana, sebelum mengulangi prosedur penyelidikan serupa di lokasi berikutnya. Paruh kedua yang didominasi rangkaian repetitif itu pun terasa datar dan melelahkan.

Tapi yang paling menjengkelkan adalah bagaimana premis "seksi" soal novel yang diduga memprediksi peristiwa dunia nyata rupanya sebatas tempelan belaka. Sejatinya bukan hanya novel itu saja. Begitu banyak elemen di Nocturnal hanya berakhir sebagai pernak-pernik yang tidak pernah menjadi bagian esensial alurnya, termasuk karakter Detektif Park yang fungsinya bisa dengan mudah dialihkan ke Min-tae.


Padahal keberadaan novel buatan Kang Ho-ryeong mengusung pesan penting mengenai isu kekerasan dalam rumah tangga, hingga perihal fenomena "life meniru seni" yang dilakukan secara sengaja, di mana karya seni dapat dijadikan bahan referensi dalam proses belajar individu. Sayangnya novel tersebut tak pernah benar-benar terasa menjadi bagian integral kisahnya.

0 komentar:

Posting Komentar