Minggu, 02 November 2025

NOVOCAINE

NOVOCAINE


Novokain bercerita tentang seorang laki-laki yang tidak bisa merasakan sakit. Tidak boleh ada tali pengekang dalam eksekusinya supaya premis menarik tersebut dapat dimaksimalkan, meskipun mengingat statusnya sebagai rilisan arus utama, keliaran semacam itu sulit (kalau bukan mustahil) dilakukan. Setidaknya Dan Berk dan Robert Olsen selaku sutradara paham harus berbuat apa, lalu mendorong batasan eksplorasi mereka sejauh yang bisa dilakukan, sehingga mampu menghasilkan tontonan yang menghibur.

Nathan "Nate" Caine (Jack Quaid) bekerja sebagai asisten manajer sebuah bank yang tampaknya memedulikan keselamatan karyawan mereka. Ujung pensil yang menutupi tajam, bola tenis pun dipakai untuk melapisi sudut-sudut meja. Nate memerlukan segala bentuk perlindungan tersebut, karena ia mengidap CIPA (Congenital Insensitivity to Pain) yang meniadakan kemampuan merasakan sakit. 

Konon kebanyakan penderita CIPA hanya bisa bertahan hidup sampai usia 25 tahun. Tapi berkat kehati-hatiannya, termasuk pilihan untuk menghindari konsumsi makanan padat guna mengurangi risiko menggigit lidahnya sendiri, membawa Nate bertahan hingga sekarang. Kondisi tersebut membuatnya menjadi korban perundungan masa kecil, oleh teman-temannya yang memberi julukan "Novokain" (nama produk anestesi) pada Nate.

Quaid sempurna memerankan individu yang selalu merasa canggung karena selalu menghindari skenario sosial. Sewaktu jalan Nate untuk mendekati gadis impian sekaligus rekan kerjanya, Sherry (Amber Midthunder), akhirnya terbuka, filmnya pun sejenak beralih jadi komedi romantis yang disukai berkat cara Quaid menangani karakternya. 

Sampai sekelompok orang menjarah bank tempat Nate bekerja. Bukan hanya itu, Sherry pun mereka bawa sebagai sandera. Nate yang selama ini lebih banyak menghabiskan waktu menulis dalam permainan berani di depan layar komputer pun nekat terjun ke medan pertempuran dunia nyata guna mencapai para meraih itu. Biarpun banyak penonton mungkin bisa menebak bahwa berbeda dengan dugaan Nate, Sherry bukanlah gadis yang dalam kesusahan.

Filmnya tersebar besar di Jack Quaid. Naskah buatan Lars Jacobson menyediakan beberapa ide humor menarik yang mayoritas berpusat pada kondisi medis protagonisnya, namun comic timing sang aktor merupakan penghasil tawa utama. Sebagai karakter, reaksi-reaksi yang Nate munculkan tiap mengalami berbagai bentuk luka seolah-olah merupakan cara mempersilakan penonton jangka waktu tragedi kehidupannya. 

Sekali lagi, sebagai rilisan arus utama Novokain memang masih terkesan menahan diri saat mengeksploitasi kondisi tokoh utamanya. Di satu titik, Nate menyusup ke rumah salah satu wilayah yang diam-diam telah dipasang di berbagai perangkap. Panah menembus kakinya, cokmar menghantam punggungnya, dan Nate pun bak bertransformasi menjadi karakter maling dalam Home Alone.
Singkatnya, kita sudah sering menyaksikan karakter dengan ketahanan ekstrim serupa di judul lain, bahkan dalam sebuah film keluarga. Untungnya pada beberapa bagian, khususnya tiap Nate mengakhiri satu demi satu pelaku memelukan, muncul kekerasan dengan level yang membuat Novokain sanggup menjustifikasi eksistensinya, apalagi ia juga didukung pengarahan Berk dan Olsen yang menambah kemampuan secara konsisten di setiap adegan aksi brutalnya.

0 komentar:

Posting Komentar