Agustus 28, 2025
ISN'T IT ROMANTIC (2019)
Menurut perspektif sebuah film romansa, romantisme kerap digambarkan dengan dua orang sepasang kekasih yang tengah mabuk asmara, membawa bunga sebagai lambang cinta dengan iringan musik ceria. Bukankah Ini Romantis menolak untuk menuruti pola serupa dan memilih untuk mengolok-olok film romansa dengan alasan tidaklah nyata dan hanya terjadi di dunia sinema atau bahkan hanya dimiliki oleh orang cantik seperti Julia Roberts.
Setidaknya itulah pandangan ibu Natalie (Jennifer Saunders) terhadap sang anak (Rebel Wilson) sewaktu Natalie kecil dan mengidam-idamkan kehidupan romansa seperti film Pretty Woman yang ia saksikan itu. Natalie dewasa kemudian hidup dalam realita dan mengamini kata sang ibu bahwa semuanya tak seindah drama romansa. Ini yang kemudian membuatnya sangat benci terhadap sebuah film romansa, yang berkebalikan dengan sang rekan kerjanya, Whitney (Betty Gilpin) dan Josh (Adam DeVine) yang kerap menambakannya.
Sebuah kejadian membuat kepala Natalie terbentur ke tiang pembatas hingga tak sadarkan diri dan kemudian menyadari bahwa ia terbangun di rumah sakit. Betapa terkejutnya Natalie ketika kehidupannya tiba-tiba berubah bak dalam film romansa. Perawat selalu memujinya, apartemen luluh kini berubah warna dan penuh dengan peralatan wanita hingga lelaki tampan bernama Blake (Liam Hemsworth) berhasil memperdayainya. Natalie hidup di dunia yang dibencinya dan kemudian secara tak langsung menyukai lingkungan barunya.
Trio garapan Naskah Erin Cardillo, Dana Fox dan Katie Silberman (Set It Up) membuat sebuah antitesis dari trope film romansa. Mereka mengolok-olok habis-habisan drama romansa melalui sudut pandang realita dan mentransfernya ke diri seorang Rebel Wilson yang dengan nada sarkastik miliknya tampil menggelitik. Terlebih lagi kala dalam sebuah adegan ia kerap menyaring penggunaan PG-13 dalam film romansa yang dilarang untuk melakukan seks atau sulitnya ia menirukan "The F-Word" yang sering melekat pada film tersebut.
Sutradara Todd Strauss-Schulson (Valibation, All's Fair, The Final Girls) paham betul terhadap kapasitas Rebel Wilson yang kemudian ia mengeksploitasi kemampuannya, maka terciptalah sebuah kesenangan saat menyaksikannya. Meski kadar komedi miliknya tersaji hit-and-miss, Bukankah It Romantic sekali lagi tampil bernyawa lewat sang pelakon utama, terutama kala Wilson berhasil menciptakan sebuah degradasi kebencian/cinta secara natural.
Dengan durasi 88 menit (yang mana sebuah keputusan yang tepat) menjadikan Bukankah Romantis tampil padat. Meski sukar untuk menolak bahwa naskahnya tak menyimpan cukup daya guna membuka jalan menuju sebuah penebusan filmnya yang kurang rasa akibat sang kekurangan keintiman sang pelakon utama calon pemilik akhir bahagia (hal ini dianulir naskahnya dalam mengolok formula drama romansa) bersama pasangan yang hendak menemaninya.
Mungkin hal tersebut untuk dijadikan twist perihal sebuah kejujuran atas rasa di tengah sang pria yang mengidamkan Isabela (Priyanka Chopra) si bintang iklan shampo ternama yang kemudian berhasil ia perdaya. Terdengar klise memang, kala sebuah film yang pada paruh pertama lantang menolak romansa kini berakhir mengikuti pola yang ia tolak.
Meskipun demikian, Bukankah It Romantic tetap memberikan sebuah penyegaran dari sebuah kejujuran (ini nantinya digunakan sebagai nilai moral utama filmnya). Pun, sulit untuk menyangkal bahwa selama menontonnya Bukankah Ini Romantis memberikan sebuah rasa positif. Sementara A Thousand Miles milik Vanessa Carlton mengalun mengiringi adegan, sebelum kemudian ditutup oleh Express Yourself yang dinyanyikan para ensemble cast lewat koreografi lincah. Dari sini, masalah yang dimiliki filmnya terhenti.
0 komentar:
Posting Komentar