Kamis, 28 Agustus 2025

CAPTAIN MARVEL (2019)

CAPTAIN MARVEL (2019)

Sebagai sebuah origin story, Captain Marvel yang dijadikan ajang sekaligus pembuka gerbang bagi superhero wanita termasuk sukses memberikan sebuah hiburan pemuas mata. Berbekal animo tinggi pula dikemas dengan Avengers: Endgame menyulut sebuah ekspetasi tinggi yang tak terbantahkan-yang kemudian berakhir pada sebuah mengecewakan karena sang sutradara Anna Boden-Ryan Fleck (Sugar, Mississipi Grind) tak menampilkan sebuah gelaran dahsyat meski tak juga menjadikan filmnya sebagai sebuah mengecewakan. Captain Marvel masih memiliki hati pula emosi khas film keluaran Marvel Cinematic Universe (MCU).

Pasca Penjaga Galaxy Vol. 2 yang memberikan kesenangan pula gemerlap dunia galaksi lengkap dengan momen menyentuh hati, dan Black Panther yang membuka dunia baru di samping menggaungkan sebuah pesan mengenai pemberdayaan dan Ant-Man and the Wasp yang bermain dengan skala kecil dan sarat akan kehangatan keluarga, Captain Marvel memunculkan pertanyaan terkait kejutan apa lagi yang akan dihadirkan MCU lewat sajiannya kali ini?

Sedari awal kita berkenalan dengan karakter tituler yang mengaku bernama Vers (Brie Larson) sebelum akhirnya terkuak nama aslinya adalah Carol Denvers-yang merupakan anggota Starfoce, unit militer milik bangsa Kree, ras alien dari planet Hala, yang telah sekian lama terlibat perang dengan bangsa Skrull, ras alien yang dapat berubah wujud di bawah pimpinan Talos (Ben Mendhelson). Menit pembukanya langsung menghantarkan sebuah aksi penyerangan yang sebelumnya kita melihat Vers tengah dibor di bawah pimpinan sang mentor, Yon-Rogg (Jude Law) yang selalu mengingatkannya agar ia tak selalu dikuasai oleh emosi-yang menurutnya merupakan pusat terlemah dalam melangsungkan peperangan.

Dalam sebuah misi penyelamatan mata-mata Kree, Vers dipercaya untuk menangani-yang kemudian berakhir pada sebuah penerbitan dirinya oleh bangsa Skrull-yang kemudian mengacak-acak memori Vers. Vers yang tidak bisa tinggal diam kemudian memberontak, melarikan diri ke sebuah planet bernama Bumi yang kemudian mempertemukannya dengan agen S.H.I.E.L.D bernama Nick Fury (Samuel L. Jackson, dalam balutan teknologin de-aging yang mampu).

Dari Bumi-lah Captain Marvel menemukan sebuah pijakan baru kala sang film menyentuh ranah buddy-cop-comedy lewat relasi Vers dengan Nick Fury yang tersaji menyenangkan. Obrolan kasual pula olok-olok kalimat bernada humor tampil mengundang tawa yang dari sini turut menampilkan kapasitas Samuel L. Jackson dalam berkelakar (tentunya dalam wadah yang tepat) pula mematenkan seorang Brie Larson bahwa ia adalah aktris multitalenta yang selalu tampil meyakinkan, baik ketika bermain humor maupun bermain emosi.

Dari Bumi juga naskah garapan sang sutradara bersama Geneva Robertson-Dworet (Tomb Raider) membuka sebuah kenyataan atas diri seorang Carol Denvers lewat pertemuannya dengan sang sahabat, Maria Rambeau (Lashana Lynch) yang tersaji lemah berkat ketiadaan latar belakang mampu yang menghubungakan Carol Denvers dengan Maria Rambeau, pasalnya penonton tak benar-benar mengenal secara dekat sang sahabat, meski sebuah kalimat olok-olok menyiratkan sebuah peristiwa penting bagi sang tituler karakter pula menjadi panggung atas pertunjukan kaya rasa sang pemeran utama.

Penceritaan terkait, Captain Marvel mungkin tak tampil menggugah, kecuali sebuah sekuel yang membuka sebuah twist yang tak terlalu mencengangkan Anda telah menyaksikan Guardians of the Galaxy (2014). Kekuatan terbesar Captain Marvel adalah berkat para pelakonnya yang tampil meyakinkan. Selain Jackson dan Larson, kapan lagi kita bisa menyaksikan Gemma Chan dalam balutan riasan warna hijau sebagai salah satu anggota Kree-yang masih terlihat jelas paras cantiknya, atau kehadiran Goose, si kucing manis yang ikut menjadi kunci penting sebuah peristiwa.

Gelaran aksinya meski tak berda pada taraf menggelegar (baca: standar) tetap memberikan pemandangan yang memuaskan kala sebuah sekuen menampilkan kekuatan utama Captain Marvel yang penuh dengan kilatan demi kilatan memanjakan mata, memberikan sebuah pengalaman yang mengasyikkan saat menyaksikannya. Meski jika harus disandingan dengan film-film MCU lainnya kapasitas seorang Anna Boden-Ryan Fleck yang berangkat dari skena sutradara indie masih terlihat kerdil. Pekerjaan rumah mereka dalam menangani gelaran film berbudget tinggi tentu masih banyak. Namun, sekali lagi, sebagai sebuah cerita asal juga sebuah pengenalan, Captain Marvel termasuk sukses dalam menjalankannya. Demikian pula dengan pesan terkait pemberdayaan wanita.

0 komentar:

Posting Komentar