Agustus 04, 2025
THE BAYOU

Bayou menjanjikan banyak hal. Pertama, berita dari koran yang menyebutkan bahwa manusia mencuri telur buaya dan dijual dalam harga mahal, yang mampu memberikan jawaban rasional bagi kelangsungan filmnya. Kedua, premis mengenai buaya yang terkontaminasi oleh cairan narkoba membuatnya bermutasi menjadi lebih ganas, bahkan mereka hanya menyerang untuk sekedar mencari makan, melainkan membunuh. Terdengar seperti film popcorn paket ganda yang menyenangkan.
sama harapan yang tinggal harapan, secara mengejutkan The Bayou memilih jalur lain yang lebih sederhana dan formulaik. Secercah harapan tadi yangnya berkembang kemudian tiba-tiba lay seiring karakter utama yang bernama Kyle (Athena Strates), pelajar biologi yang menyepelekan materi predator puncak berdasarkan kejadian yang menimpa sang kakak, yang seolah-olah tak memiliki korelasi yang kuat dengan apa yang dijadikan sumber referensi
Hendak melarungkan abu milik mendiang, Kyle bersama sahabatnya yang ketiga: Malika (Elisha Applebaum), Alice (Madalena Aragao), dan Sam (Mohammed Mansaray) pergi beribur ke Florida dengan menyewa jasa pesawat Frank (Andonis Anthony), yang sedari awal tak meyakinkan. Benar saja, pesawat yang mereka tumpangi mengalami kecelakan dan berlabuh di rawa yang dihuni kawanan buaya.
Ditulis naskahnya oleh Ashley Holberry dan Gavin Cosmo Mehrtens, The Bayou amat sekali mengandalkan jumpscare berupa serangan buaya yang menerkam mangsanya dengan cara yang cukup efektif, yakni menerkam lewat kepala sang korban. Pemandangan pertama yang ditampilkan mungkin memberikan sebuah penyegaran tersendiri, namun menjadi kurang bertenaga ketika hal ini kian direpetisi.
Pengadeganan sutradara Taneli Mustonen (Bodom, The Twin) dan Brad Watson (Hallows Eve, Beacon77) yang dibekali lokasi memadai pun tidak cukup membantu. Pun, penggunaan CGI pun ketara sangat kasar. Singkatnya, The Bayou memenuhi kekurangan yang bercampur dengan pencernaan yang tak terkirim. Seolah tidak sadar dengan statusnya sebagai b-movie, kegilaan yang dihasilkan pun masih terasa canggung, padahal ide kreatifnya dapat dimanfatkan seperti Camine Bear (2023) yang tampil mumpuni berkat keberanian meninggalkan citra dan sepenuhnya tampil menggila.
0 komentar:
Posting Komentar